Jumat, Juni 12, 2009

WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum wr wb,

Sumber : Buku 'KENALI AQIDAHMU'
Kontributor : Al Habib Munzir alMusawa
www.majelisrasulullah.org

Dalam artikel ini Insya Allah saya akan terus meluncurkan riwayat-riwayat mengenaiSang Nabi saw, untuk menambah pengetahuan para pengunjung website ini danmenambah kecintaan kita kepada beliau saw, perlu kita fahami bahwa wajah SangIdola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karenabeliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasihsayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkanbimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.
Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra :
“Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang,
apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?),
maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra :
“Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa
lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359,hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :
“Wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344,
hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297),
demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan :
“Seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam
Tirmidzi),
demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah
manusia yang bibirnya paling indah”.
Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi
saw:
“Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung
beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir
beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan
huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung
antara kiri dan kanannya)”.
Dari Abi Jahiifah ra :
“Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya
di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata
telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih
Bukhari hadits no.3360).
Berkata Anas ra :

“Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan
Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat
dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368).
“Kami tak melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan bagi kami selain
Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)
“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar,
maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan
Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus
mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu,
maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).
Dari anas bin malik ra :
“Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau
berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata :
“doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra),
maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak
Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang terindah wajahnya, dan terindah
akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) .
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang termulia dan manusia yang paling
dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).
Dari Abu Hurairah ra :
“Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami
dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan,
dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad
Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).
Siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur
sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang MahaTunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya,
Sebagaimana sabda beliau saw : “Dijadikan kesenanganku adalah shalat”. Shalat
merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan “Shalat adalah Cahaya”,demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yangdiawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyumaka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa-dosanya, lalu ia ruku’,bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah NaunganKelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatuibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa,Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’,Sujud,khusyu,
Tuma’ninah....., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna.
Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya
kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna
ini..., tak luput...., tak luput..., tak luput...., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali..

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw...
“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya....”,
kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah
termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?,
Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilanRasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangiRasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul sawbersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allahtelah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAHPANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal 24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi
panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi
panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan
beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt...

Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat
perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekorlagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yangpaling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini,bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya luntur menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia ditambah lagi.. dan lagi..., tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnyalagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Untahampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, danSofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagiyang lebih dicintainya selain Muhammad saw..

Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ramelakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkatabahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (ShahihBukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi merekatempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walautelah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu,demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.
Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat
engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : KulihatRasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480). Alangkah besarpenghormatan para sahabat pada tempat tempat yang disentuh Tubuh Rasulullah saw,

Bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimanasabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (ShahihBukhari hadits no.3854).

Betapa Indahnya Alam semesta ini semua beridolakan Muhammaa saw, mencintai
Muhammad saw, Memuliakan Muhammad saw, tak lain karena Allah telah
mengumumkannya, sebagaimana Sabda beliau saw : “Bila Allah mencintai seorang
Hamba maka Allah berkata kepada Jibril as : WAHAI JIBRIL, AKU MENCINTAI FULAN MAKA CINTAILAH IA”, maka berkatalah Jibril as menyeru kepada Alam Semesta :“Wahai Penduduk Langit, Sungguh Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah ia,maka diberikanlah padanya Kasih sayang dimuka Bumi, maka ia dicintai dibelahanBumi” (Shahih Bukhari hadits no.3037, 5693, 7047).
Dan kita memahami bahwa Pengumuman itu terus berkumandang mengumumkan
orang-orang yang dicintai Allah, dan tentunya pengumuman itu bergema terluhur danterdahsyat saat mengumumkan Nama Muhammad saw....!, Maka Beliau saw dicintai Gunung, dicintai batang korma, hewan, manusia, jin, malaikat, dan orang-orangmukmin.. Beruntunglah Jiwa orang orang yang mencintai Muhammad saw.

“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS
NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH
KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM”
(QS Al Ahzab-56)

Wahai Dunia

Assalamualaikum Wr wb.

Sumber : Buku 'KENALI AQIDAHMU'
Kontributor : Habib Munzir AlMusawa
www.majelisrasulullah.org


Limpahan Puji&Syukur pada Allah swt,Sholawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw yang diutus sebagai Nabi terakhir yang membawa berita dan kabar baik bagi Hamba-hamba Allah swt yg berTaqwa,

Wahai Dunia, Wahai dambaan disetiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu
sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja, mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetesair liurnya melihat kenikmatan para raja dunia. Telah datang pula golongan hambayang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencariridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itumeninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang
kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada parapecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamumelupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satupun darimereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja, maka parapecintamu meninggalkan harta untuk menjadi bahan perebutan dan percekcokanantara ahli warisnya kelak, dan ia meninggalkanmu dibebani dosa, dan para hambaShalih mendapat tumpukan pahala.

Firman Allah: "Dan Kehidupan Dunia hanyalah panggung sandiwara dan
fatamorgana belaka"

Oh Saudara.., sadarlah.. aku dan engkau hanyalah satu sel dari 1 Milyar sel yangterkumpul dalam beberapa tetes cairan kental yang mengalir dari dahsyatnya birahimanusia sebelumku dan sebelummu. 1 Milyar sel itu bertebaran di vagina, berjuang mencapai kehidupan alam rahim, maka 1 Milyar sel itu gagal kesemuanya, merekasemua mati dan terbuang,hanya satu sel yang berhasil selamat ke alam rahim,ITULAH AKU DAN ENGKAU, satu-satunya yang berhasil selamat dari 1 Milyarsaudaraku dan saudaramu yang musnah..
Aku dan engkaupun hidup bertebaran memenuhi bumi, lalu mati dan dibenamkan
dikubur, kubur kita yang harus dalam, agar bau busuk yang dahsyat kelak, tak terbauidan mengganggu manusia lain yang masih belum jadi bangkai seperti kita, aku danengkau akan sendiri, tak ada teman terdekat sekalipun yang mau menemani di kuburkita, tak satupun dari mereka mau perduli terhadap hewan tanah yang menggerogotikita, lalu hewan tanah akan menggerogoti tubuh ini sedikit demi sedikit, berkeliaran diparu-paru kita, dan mungkin menjadikan otak kepala ini sebagai tempat bertelur. Lalukita akan habis menjadi tulang, lalu habis lebur menjadi tanah.., musnah.., tak lagiterlihat bentuk ini, tak lagi ada suara ini, wujud ini, semua habislah sudah begitu saja.Wahai aku dan kalian, ingatlah bahwa maut membayangiku dan kalian lebih dekat dari bayangan kita sendiri, dan ingatlah bahwa satu nafas kita adalah selangkah menuju
ajal.

Korelasi Dakwah Para Nabi&Rasul.

Assalamualaikum wr wb.

Terlalu mudah membantah paham pluralisme menurut akal. Paham ini membenarkan semua agama termasuk kristen, budha, hindu dan lainya. Kalau membenarkan agamanya maka juga membenarkan akidahnya. misal menurut kristen tuhan itu tiga, ayah ibu dan anak. Padahal sudah jelas bahwa akal sehat mengatakan termasuk hal yang mustahil adalah perseketuan tuhan. Dengan ini menurut hukum akal pluralisme adalah paham yang mustahil dan terlalu dipaksakan oleh anak-anak jil. Kini saatnya merenung dan menyelami paham ini menurut hukum agama. Benar atau salah?


"نحن معاشر الأنبياء أولاد عَلات، ديننا واحد" رواه البخاري في صحيحه

“Kita para nabi berasal dari satu ayah dan berbeda ibu dan agama kita satu”

Muhammad saw adalah penutup para nabi. Statemen ini telah menjadi keyakinan seluruh umat muslim serta termasuk dalam hal yang tidak diragukan sama sekali dalam agama. Dan layak dimengerti bahwa dakwah Nabi saw dan para nabi-nabi terdahulu itu saling bertautan, berhubungan dan saling menyempurnakan antara satu dengan yang lainya. Hal ini disinggung dalam lempitan-lempitan Al-Quran dan Hadis. Semisal surah Al-imron: 50 dan Hadis rasul saw yang artinya sebagai berikut: "Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku(Al- Imron :50) dan Hadisnya: “aku dan para nabi-nabi terduhulu ibarat seorang lelaki yang mendirikan sebuah gedung yang sangat indah, namun ada bagian pojok dari gedung itu yang batanya belum terpasang. Ketika orang-orang mengelilingi gedung itu lantas mereka terheran dan berkata: “kenapa kamu tidak menaruh bata itu?”. Akulah bata itu dan aku adalah penutup para nabi(Muttafaq Alaih).

Secara global dakwah atau dogma para utusan-utusan Allah itu terpusat pada tiga hal; yang pertama akidah, yang kedua akhlak, dan ketiga adalah perbuatan manusia. Kalau kita menganalisa akan akidah dan akhlaq. Maka disitu tidak ditemukan perbedaan antar para utusan mulai jaman Nabi Adam As sampai Nabi terakhir Muhammad saw. Semua para nabi tanpa terkecuali mengajak untuk mengesakan Allah, percaya adanya hari kiamat, surga, neraka dan mengajari ahlak yang terpuji dan yang buruk. Tidak ada perbedaan sama sekali dalam masalah akidah dan akhlak. Dakwah mereka dalam hal ini saling menyempurnakan dan menguatkan antara satu dengan yang lainya, membenarkan dakwah para nabi sebelumnya, juga mereka akan memberi informasi tanda-tanda nabi yang akan datang setelahnya. Semua informasi ini dapat ditemukan dalam Al-Quran surah As-Syuro: 13 yang artinya: "Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan- Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya,” , Albaqarah: 146 yang Artinya: "Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang Telah kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri dan sesungguhnya sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengenal Muhammad s.a.w. yaitu mengenal sifat-sifatnya sebagaimana yang tersebut dalam Taurat dan Injil.” dan surah Al-imron yang telah disebutkan sebelumnya. Oleh sebab itu adalah suatu hal yang takkan terbesit dalam akal apabila ada satu nabi yang diutus oleh tuhan untuk menyampaikan bahwa Tuhan itu ada tiga, lantas nabi yang diutus setelahnya menyampaikan bahwa tuhan itu satu.

Adapun dogma para nabi yang berkaitan dengan perbuatan manusia maka disitu ditemukan perbedaan. Karena hal ini bersentuhan dengan perkembangan zaman dan bermacam kaum dengan keadaan sosialnya. Misalnya Nabi Musa as diutus untuk kaum Bani Israil. Melihat keadaan dan tingkah laku orang Bani Israil saat itu, maka sengaja Allah menyuguhkan hukum yang ketat. Namun seiring waktu berjalan lantas Nabi Isa as diutus, syariat mereka jadi lebih mudah. Informasi ini tertera kalam ilahi surat Alimron: 50(Sudah disebutkan).

Dengan penjelasan ini bisa diambil sebuah konklusi bahwa dakwah akidah para nabi itu saling mendukung dan menguatkan antar lainya. Mulai dari Nabi Adam as sampai pada Muhammad ibn Abdillah saw, semua mengajak untuk mengesakan Allah. Tak satupun dari mereka menyampaikan bahwa tuhan itu tiga. Dari penjelasan diatas nampak jelas bagi kita bahwa istilah adyan samawiyah muta’addidah atau macam-macam agama langit itu salah. Yang benar agamanya tetap satu, Islam, namun syariatnya bermacam-macam. Perhatikan Ayat-ayat berikut yang memberi penjelasan clear bahwa Islam adalah satu-satunya agama para utusan-utusan Allah, tidak ada pluralisme:

Nabi Nuh berkata dalam surah An-Naml: 91:

وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ [ النمل : 91 ]

Artinya: “Aku hanya diperintahkan supaya aku termasuk orang muslim”.

Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Ya’qub diutus untuk membawa Islam, dalam surah Albaqarah 130-132 disebutkan:

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [ البقرة : 131 ، 132 ]

Artinya: Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".132. Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam". (Albaqarah:131- 132)

Nabi Yusuf berkata dalam surah Yusuf: 101:

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الأحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ [ يوسف : 101 ]

Artinya: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”(Yusuf:101)

Nabi Musa diutus membawa Islam untuk Bani Israil. Nabi Musa berkata dalam Surah Yunus: 84:

يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ [ يونس : 84 ]

Artinya:” Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, Maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu termasuk orang-orang muslim."

Dalam surah Al-A'raf :126 para Ahli sihir itu menjawab:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ [ الأعراف : 126 ]

Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam". (Al a'araf:126) .

Bilqis berkata dalam surah An-Naml: 44:

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ [ النمل : 44 ] Artinya : "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku masuk Islam bersama Sulaiman karena Allah, Tuhan semesta alam".

Nabi Isa diutus untuk membawa Islam seperti disebutkan dalam surah

Al-imran: 52: yang Artinya: “ Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim (AliImran:52)

Dan berkatalah Sayyidul Basyar wa khotamun nabiyin Muhammad Saw dalam surah An-‘Am: 162-163:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ } [ الأنعام : 162 ، 163 ]

Artinya: 162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menjadi muslim (dari umat ini)".

Dan terakhir Rasul saw ingin meyakinkan pada kita lantas berkata :

"نحن معاشر الأنبياء أولاد عَلات، ديننا واحد" رواه البخاري في صحيحه”

“Kita para nabi berasal dari satu ayah dan berbeda ibu dan agama kita satu”

Dengan fakta sejarah yang dikutip dari kalam agung ilahi serta didukung hadis rasul saw diatas mengindikasikan bahwa dakwah mulai jaman Nabi Adam sampai Nabi terakhir Muhammad saw itu bertautan, sambung dan saling menyempurnakan. Semua mengajak untuk mengesakan Allah lewat Islam. Allah pun mempertegas dalam firmanya “Innaddin ‘Indallahil islam”. Apakah ada disana agama selain Islam yang mengesakan Allah. Dari sini bisa diambil konklusi secara pasti bahwa agama para Nabi-Nabi Allah cuma satu, Islam, titik. Dan Hadis yang disebutkan Nabi saw diatas menunjukan bahwa beliau faham dengan apa yang akan terjadi nantinya, yaitu akan ada fitnah dan syubuhat yang berusaha menyusupkan keraguan di hati umat muslim dengan mengatakan semua agama benar dengan berbagai alasanya baik itu toleransi atau lainya. Oleh sebab itu beliau ingin melindungi, mempertegas meyakinkan agar hati umat muslim tenang dengan mengatakan “Dinuna Wahid...!!!”( 1) tidak ada term-term pluralisme dalam ajaran islam. Dan sekarang tinggal pilih ikut para Utusan Allah atau ulil dan kroco-kroconya? Terserah karena “Qod tabayyanar Ryusdu minal ghoyyi”, sudah jelas jalan yang benar dan sesat..

Bantahan-Bantahan Pro Pluralisme.

Saya perhatikan orang liberal dan bocah yang mencoba menjadi liberal kadang kurang tegas dan masih plin-plan dalam mendefinisikan apa itu pluralisme dalam agama, entah karena masih ragu atau takut. Oleh karena itu sengaja saya ambil definisi pluralisme dari omongan ulil, buyute JIL, yang lumayan tegas ini:

Saya percaya bahwa semua agama adalah baik dan benar, oleh karena itu tak ada gunanya pindah agama. Jika anda kebetulan "lahir" dan "tumbuh" dalam agama A atau B, maka teruskan mencari kebenaran dalam agama itu.(Ulil).

Dari rangkaian kata Ulil ini bisa dipaham bahwa pluralisme adalah sebuah paham yang mengatakan bahwa semua agama benar, oleh karena itu kalau benar, tidak perlu pindah dari kristen ke islam atau sebaliknya. Sebagian orang berasumsi apa yang dilakukan oleh liberal dan orientalis itu cuma sekedar wacana dalam ranah pemikiran yang mungkin tidak berpengaruh apapun dalam perbuatan, tapi menurut saya lebih dari itu. Karena sebuah pemikiran, misalkan pluralisme kalau sudah menclok diotak maka mau nggak mau pasti akan merambah ke perlakuan sehari-hari. Bukankah hidup ini mengikuti jalan otak dan pikiran kita? ya kan. Apalagi pemikiran pluralisme, setelah di analisa, makin hari bisa meluluhkan dakwah islam kita. Simak penjelasan berikut ini.

Agama adalah seberkas cahaya dan petunjuk bagi hati dari Allah SWT, maka tidak perlu dipaksakan. Karena sudah jelas sejelas mentari di siang bolong mana jalan yang benar dan sesat. Kalau demikian maka tinggal memilih jalan yang mana. Kalau ingin selamat carilah yang benar. Kalau tidak, tinggal pilih yang sesat. Toh, nanti juga ada balasanya masing-masing. Itulah maksud dari surah Albaqarah: 256 yang artinya: “tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dan jalan yang sesat. karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut (setan yang disembah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”. Ayat ini bisa diartikan, diperbolehkanya manusia untuk masuk agama apapun,Islam, kristen, Budha dan lainya, namun sangat dipaksakan apabila diartikan membenarkan agama apapun, karena Allah sudah jelas berfirman yang artinya:” Telah jelas jalan yang benar dan salah karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut (setan yang disembah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus”. Berarti dalam ayat itu Allah membenarkan agama yang benar yakni Islam dan menyalahkankan yang salah yakni yang syirik. Tidak membenarkan kedua-duanya yakni jalan yang benar dan yang sesat. Oleh sebab itu, terlalu dipaksakan dan bisa dibilang keterlaluan kalau dijadikan tendensi dibenarkanya pluralisme dengan mengutip ayat “Laa ikroha fiddin” saja, tanpa meneruskanya.

Secara umum dakwah Rasul saw terbagi menjadi tiga fase: secara sembunyi, terang-terangan didepan umum, dan secara terang-terangan yang disertai memerangi siapa saja yang mengganggu muslim dan menghadang jalan dakwah. Di fase pertama Rasul saw berupaya mengajak kerabat dan tetangga-tetanganya , untuk menyembah Allah semata. Dakwah dengan strategi sembunyi ini berjalan selama tiga tahun. Di fase kedua, Rasul saw berdakwah secara terang-terangan dimulai dari kerabat jauhnya dari Bani Ka’ab, dalam sabdanya beliau berkata : “Wahai Bani Ka’b bin Luai, selamatkanlah diri kalian dari api neraka,... sampai... wahai Fatimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka, karena aku tak mampu memberi apa-apa pada kamu sekalian”.(Muttafaq Alaih). Di fase ini Rasul saw mulai mendapat tekanan dan disakiti karena dakwah terang-teranganya oleh orang Quraisy. Pertama; ketika Rasul saw shalat di batu ka’bah, tiba-tiba datang ‘Uqbah bin Abi Mu’ith lalu mencekik dengan kuat leher Rasul saw dengan kain bajunya, lantas Abu Bakar datang melerainya. Kedua; ketika rasul saw sedang sujud dan orang-orang Qurais mengerubunginya lantas Uqbah datang dan melempar kotoran hewan dipunggungya, namun Rasul saw tetap diam dalam sujudnya, Fatimah pun datang lantas membersihkan kotoran itu. Ketiga ; ketika Rasul saw berjalan disalah satu ruas jalan Makkah lantas beliau disiram dengan pasir ,datanglah salah satu putrinya lalu membersihkan pasir itu dan menangis. Rasul saw berkata: “wahai putriku janganlah engkau menangis, karena Allahlah yang selalu menjaga ayahmu ini”. Keempat ; adalah yang paling menyakitkan kala terjadi pemboikotan terhadap keluarga rasul dan kaum mislimin selama tiga tahun. Orang Quraisy sepakat untuk tidak kontak sama sekali, baik dalam urusan pernikahan, pangan dan lain sebagainya sampai mereka menyerahkan rasul saw untuk dibunuh. Jadi selama tiga tahun ini kaum muslimin begitu tersiksa sampai mereka tiap harinya hanya makan dedaunan. Ketika ada salah seorang sahabat pergi kepasar dan bertemu dengan abu lahab lantas dia berkata: “wahai para pedagang, naikkanlah harga untuk sahabat Muhammad ini”. Kelima ; Setelah pemboikotan berakhir lantas tiap tahun di musim haji, Rasul saw berkeliling mengunjungi tenda para pendatang dari luar Makkah, membacakan mereka Al-Quran, mengajak mereka menyembah Allah, namun tidak satupun dari mereka yang menghiraukan. Keenam; tatkala siksaan masih terus dilancarkan oleh ahli Makkah pada Rasul saw lantas beliau hijrah ke kota Thaif berniat dakwah dan mencari bantuan. Disana beliau menemui orang-orang Thaif dan mengajak mereka kembali pada Allah. Namun apa yang terjadi? beliau malah dilempari batu dan berlari sampai kakinya berdarah-darah, darah mulianya menetes ditengah terik matahari lantas bernaung di bawah pohon milik Rabi’ah.

Beginilah rasul saw memperjuangkan agama Islam dengan penuh kesabaran yang luar biasa, siksaan, tangis, kelaparan hingga darah mulia Rasul saw mengucur, untuk memperjuangkan agama Islam, agama yang Haq. Keterlaluan apabila ada yang mengatakan Rasul saw mengajari pluralisme. Kalau Rasul saw sepert itu, membenarkan semua agama, lantas kenapa mesti bersusah payah berdakwah, mengapa mesti meneteskan tangis, darah untuk mengajak umat kembali kepada Islam. Toh semua agama benar? Namun Alhaqqu bayyin wal bathilu bayyin, Rasul saw mengucur darahnya semua demi memperjuangkan agama Allah yang haq ini, untuk menyelamatkan manusia dari akidah yahudi dan nasrani. Apakah terbesit dalam akal, bahwa Rasul berdakwah kepada Islam namun lantas beliau membenarkan semua agama. lantas buat apa berdakwah?

Misi terselubung hasil analisaku dari orang liberal dengan paham pluralismenya adalah mereka bertujuan untuk menghentikan dakwah Islam. Karena apabila paham ini terjangkit di otak umat muslim, jalan pikiran umat muslim akan mengatakan “tidak perlulah berdakwah kepada umat selain muslim (seperti yang dilakukan rasul saw), toh semua agama benar. Dengan anak jil akan tertawa sambil minum es ting-ting. Dengan ini dakwah Islam akan mati kaku. Umat Islam tidak bertambah malah mungkin berkurang dan bersiaplah kita terpanggang di api neraka.

Adapun anak-anak yang biasanya mengatakan kita butuh pluralisme agar bisa toleransi dengan pemeluk agama lain, agar tidak merendahkan selain muslim, agar muslim tidak dicap galak adalah alasan yang dibuat-buat. Toh, tanpa paham pluralisme, Rasul saw malah menyarankan untuk meyayangi orang kafir yang baik. Rasul bersabda yang artinya: “barang siapa yang menyakiti kafir dzimmi maka dia telah menyakitiku.” . Toh, tanpa paham pluralisme aku, keluargaku, temanku, kyaiku dan masyarakat di tempatku masih tetap berinteraksi dan toleran pada orang selain muslim. Tanpa paham ini, orang hadramaut sini juga melayani orang-orang barat yang berkunjung ke Tarim. Dan patut digaris bawahi bahwa Rasul saw hidup bersama orang kafir itu termasuk bukti valid toleransi rasul saw tanpa memaksakan paham pluralisme. Namun toleransi macam ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan aqidah, melainkan lebih merupakan sebuah bentuk kasih sayang muslim terhadap pemeluk agama lain yang bebuat baik atau tidak menyakiti kita. Jadi jangan dikaitkan dengan akidah dengan mengatakan rasul membenarkan akidah mereka. Sekali lagi, kalau rasul membenarkan akidah mereka lantas mengapa beliau bersusah payah berdakwah?.

Dengan ini terbukti sudah bahwa paham pluralisme adalah salah dan bukan ajaran Islam. cuma reka-reka anak-anak jil saja. Dan terus terang saya katakan, hati ini terasa teriris dan menangis tatkala banyak teman muslim yang menyuarakan pluralisme. Sudah tahu Rasul saw berupaya memperjuangkan, mengajak dan memasukan umat kedalam Islam, Islam, Islam yang Haq..!!! dengan pengorbanan yang tiada duanya, eh malah mereka membenarkan agama lain, menghentikan dakwah muslim, membiarkan yang sesat tetap sesat. Bukankah ini menyakiti hati Rasul saw? bukankah ini sama dengan menghina kerja keras, tangis, darah, rasa lapar, dan siksa yang dialami Rasul saw? Rasul saw bahagia apabila kita toleransi dengan orang kafir yang baik karena hal ini sesuai dengan anjuranya (Siapa yang menyakiti kafir dzimmi berati dia menyakitiku) , namun beliau sangat sakit apabila kita meyakini kebenaran agama lain, karena hal itu sama dengan menganggap salah dakwah yang dibawa para rasul yakni Tauhidillah. Allah yahdiina ila shirotihil mustabin.

Oleh: Najih Baihaqi: Najih Baihaqi Putra didikan Tarim Elghanna


(1)Metode ini disebut dengan Fiqhut Tahawulat, memahami perubahan dan fitnah yang ada lantas menyesuaikanya dengan nash Quran atau Hadis, karena ini bagian dari rukun agama keempat yakni tanda hari kiamat, setelah Islam, Iman dan Ihsan. Digalang oleh sayidi alwalid Habib Abu Bakar Adni).

Wassalamualaikum wr wb.

Jumat, Mei 29, 2009

SANAD AKHLAQ.

ASSALAMUALAIKUM WR WB,

Sanad keguruan saya sampai pada Rasul saw, berikut sanad keguruan saya :

TERJEMAHAN SANAD HADITS BIMBINGAN AKHLAK

Aku dibimbing pengajaran Akhlak oleh Guruku alHabib Munzir bin Fuad alMusawa maka sebaik-baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Dan Guruku yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Al habib Umar bin hafidh maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Dan guruku yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Abdullah bin Umar Assyatiri, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi (simtuddurar), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Abdurrahman Almasyhur (shohibulfatawa), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Abdullah bin Husein bin Thohir, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Umar bin Seggaf Assegaf , maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Hamid bin Umar Ba’alawiy, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Ahmad bin Zein Alhabsyi, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Abdullah bin Alawi Alhaddad (shohiburratib), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Umar bin Abdurrahman Alattas (Shohiburratib), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku Al Allamah Alhabib Husein bin Abubakar bin Salim, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Alhabib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Alhabib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Alhabib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Alhabib Ali bin Abubakar (assakraan), maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Alhabib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Alhabib Muhammad Mauladdawilah, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Alhabib Ali bin Alwi Alghayur, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Ali bin Muhammad Shahib Marbath, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Ali Khali' Qasam bin Alwi, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Alwi bin Muhammad, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Muhammd bin Alwi, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Alwi bin Ubaidillah, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh guruku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Isa Arruumiy bin Muhammad Annaqib, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Ali Al Ureidhiy bin Jakfar Asshadiq, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Ali Zainal abidin Assajjad, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Husein ra, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh ayahku sekaligus guruku Al Allamah Al Imam Ali bin Abi Thalib kw maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg berkata : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh Rasulullah saw, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku,

Yg bersabda Rasulullah saw : Aku dibimbing pengajaran akhlak oleh Tuhanku, maka sebaik baik bimbingan akhlak adalah bimbingan akhlak yg diajarkan padaku.

Telah saya Ijazahkan kepada hadirin di majelis rasulullah saw, masjid Raya Almunawar, Pancoran Jakarta Selatan Dzulkaidah 1427 H / Desember 2006

Sanad akhlak ini sekaligus sanad keguruan kita.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

IMAM MAHDI.

Assalamualaikum wr wb,

Saudaraku yg kumuliakan,
berikut tanggapan dari para Mufassir dan Muhaddits mengenai Al Mahdiy
1. Almahdiy adalah dari keturunan Rasul saw, mengenai hadits shahih yg mengatakan bahwa Almahdiy adalah Isa bin Maryam as adalah hadits Munqathi', hadits yg mengatakan Almahdiy adalah dari Keturunan Rasul saw Ashahhu (lebih shahih), (Tafsir Imam Qurtubiy Juz 8 hal 122)

2. Bila kebangkitan ALmahdiy, maka ia akan menundukkan Qastantiniyyah (Konstantinopel) dan mengalahkan mereka. (Tafsir Imam Attabari juz 1501)

3. Almahdiy bahwa ia bernama Muhammad dan nama ayahnya adalah nama ayah nabi Muhammad saw (Abdullah), maka namanya adalah Muhammad bin Abdullah, ia akan memenuhi penduduk bumi dengan keadilan, dan Almahdiy itu bukan yg dinanti nanti sebagaimana dinantikan kaum Rafidhah yg menantikannya keluar dari dalam goa, hal ini adalah pemahaman batil, sebagaimana pemahaman kaum syiah dg keyakinan mengenai 12 imam. (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 2hal 33)

4. demikian pula diriwayatkan dalam Shahih Ibn Hibban hadits no.6823

5. Sabda Rasul saw : "Tak akan dating hari kiamat, sampau permukaan bumi dikuasai oleh seorang lelaki dari Ahlulbaitku, namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahnya, maka ia memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran" (Shahih Ibn Hibban hadits no.6824)

6. Mahdi di bai'at antara Rukun dan Maqam Ibrahim (di Masjidil Haram Makkah) Shahih Ibn Hibban hadts no.6827.

7. akan terangkat pasukan membawa bendera hitam dari Timur lalu memerangi kalian (orang orang kufar) dengan kekuatan tempur yg sangat dahsyat dan tak terkalahkan, bila kalian menjumpainya maka Bai'at lah ia (Bai'at=sumpah setia), walaupun harus dengan merangkak diatas salju, (walaupun sulit untuk membai'atnya berusahalah sekuat tenaga), sungguh ia itu Khalifatullah Almahdiy". Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. (Mustadrak 'alaa Shahihain hadits no.8433).

8. bila kalian melihat keluarnya pasukan membawa Bendera hitam dari Khurasan, maka datangilah walau dg merangkak, sungguh dalam pasukan itu terdapat Khalifatullah Almahdiy". Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. (Mustadrak 'alaa Shahihain hadits no.8531).

9. sabda Rasul saw : ".., Dan bahwa Almahdiy yg akan memenuhi Bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kejariman, maka akan amanlah hewan hewan dan binatang buas, dan permukaan Bumi memuntahkan simpanan dari hatinya". Maka aku bertanya : apakah muntahan bumi berupa pendaman hatinya?, beliau saw menjawab : "seperti tiang dan balok berupa emas dan perak" (Mustadrak Ala Shahihain hadits no.8568)

10. diriwayatkan pula bahwa Almahdiy akan muncul di saat haji, ketika saling bunuhnya muslimin di Mina, maka Almahdiy menangis melihat pertumpahan darah muslimin, lalu mereka membai'atnya dengan paksa, maka bila kalian hidup di zamannya maka bai'at lah ia, sungguh ia adalah Almahdiy di Bumi dan Almahdiy dilangit". (Mustadrak Ala Shahihain hadits no.8537)

semoga Allah mengangkat segala permasalahan anda dan mengantikannya dg kesejukan dan sakinah dan sejahtera,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam
| |

Selasa, Mei 19, 2009

Thariqah Alawiyyin.

Tanggapan Hb Munzir Almusawa Terhadap Thariqah Naqsyabandi Haqqani

Assalamualaiku m warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudara saudaraku yg kumuliakan, Sebenarnya saya sungkan membahas permasalahan ini, namun atas banyaknya desakan permintaan jamaah dan Publik agar saya memberi tanggapan atas Thariqah Naqsyabandi Haqqani, maka saya selaku Khadim Majelis Rasulullah saw, memberikan sekilas tanggapan.

Perlu diketahui bahwa Thariqah (tarekat) adalah metode untuk mencapai kedekatan pada Allah swt, dan Thariqah sangat banyak, ada yg benar dan ada yg sesat. Saya selaku pengikut Thariqah Alawiyyah yg Thariqah ini menjadi induk dari semua Thariqah, ingin memperjelas bahwa Thariqah Alawiyyah berjalan sesuai Alqur'an dan Hadits, ia adalah Thariqah yg memadukan antara Syariah dan Haqiqah, sedangkan sebagian Thariqah lainnya kebanyakan lebih condong kepada Haqiqah semata, dan banyak yg menyepelekan syariah, dan sebagian lainnya mendahulukan haqiqah daripada syariah.

Pada hakekatnya Pimpinan Thariqah Alawiyyah adalah Rasulullah saw, karena beliaulah yg mengenalkan Syariah dan haqiqah tanpa memisahkannya, dilanjutkan oleh Sayyidina Ali bin Thalib kw, juga khulafa urrasyidin lainnya, mereka menjalankan syariah dan haqiqah, demikian pula Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra dan Imam Husein, demikian pula Imam Ali Zainal Abidin bin Husein ra, demikian pula Al Imam Muhammad Al Baqir, dan keturunannya, demikian pula para Imam Imam Ahlussunnah waljamaah, jasad mereka berjalan dg syariah, mengamalkan sunnah, dan hati sanubari mereka dan ruh mereka berada di puncak puncak tertinggi Haqiqah Makrifah.

Inilah puncak kesempurnaan seorang hamba Allah swt sebagaimana firman Nya swt : "Katakanlah (wahai Muhammad), Jika mereka mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya kalian akan dicintai Allah" (QS Ali Imran 31).

Demikian juga firman Nya swt dalam hadits Qudsiy : "Barangsiapa memusuhi wali Ku maka Ku umumkan perang padanya, tiadalah hamba hamba Ku mendekat pada Ku dengan hal hal yg telah kuwajibkan, dan hamba hamba Ku tak henti hentinya pula mendekat pada Ku dengan hal hal yg sunnah hingga Aku mencintainya, Jika Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, aku menjadi pandangannya yg ia gunakan untuk melihat, aku menjadi tangannya yg ia gunakan untuk melawan, aku menjadi kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, Jika ia meminta pada Ku niscaya kuberi apa yg ia minta, dan jika ia mohon perlindungan pada Ku niscaya kuberi padanya perlindungan" (Shahih Bukhari Bab Arriqaaq/Tawadhu)

Sabda Rasulullah saw : "Barangsiapa yg menghindari sunnahku maka ia bukan dari golonganku" (Shahih Bukhari)

namun kemudian terjadi kesamaran hingga sebagian alawiyyin (keturunan Rasul saw) lebih condong kepada Syariah daripada Haqiqah, dan sebagian lainnya lebih condong kepada Haqiqah daripada Syariah.

Maka Al Imam Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawi kembali memperbaharui Thariqah alawiyyah sebagaimana dimasa Rasul saw, maka muncullah para Imam Imam Besar yg merupakan samudera syariah sekaligus samudera Haqiqah, sebagaimana Hujjatul Islam (*hujjatul islam adalah gelar bagi pakar hadits yg telah hafal lebih dari 300.000 hadits berikut hukum sanad dan hukum matannya) Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, Hujjatul Islam Al Imam Umar bin Abdurrahman Alattas, Hujjatul Islam Al Imam Umar Al Muhdhor, Hujjatul Islam Al Imam Fakhrul wujud Abubakar bin Salim, Hujjatul Islam Al Imam Ahmad bin Zein Alhabsyi, dan ratusan Hujjatul Islam lainnya pada Thariqah alawiyyah.

Mereka adalah samudera syariah, dan mereka pula samudera haqiqah, sebagaimana dijelaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad bahwa akhir derajat ketinggian Imam Abdulqadir Al Jailani adalah awal derajat Al Imam Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawi, yg dikenal kemudian sebagai Imam Thariqah Alawiyyah, karena beliau yg pertama kali memelopori kembali Thariqah yg memadukan Syariah dan Haqiqah.

Sebagaimana Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad berkata : semua sunnah Nabi saw telah kuamalkan, kecuali satu, yaitu memanjangkan rambut hingga ke bawah telinga", maka ketika beliau sakit cukup lama sebelum wafatnya, rambut beliau tidak sempat dicukur, hingga beliau wafat dalam keadaan rambutnya hingga bawah telinganya, beliau wafat dengan sempurna mengamalkan seluruh sunnah Rasulullah saw.

Disebut Thariqah alawiyyah karena para Imam Imamnya merupakan ahlul bait Rasul saw yg merupakan samudera dalam syariah dan samudera dalam haqiqah, maka muncul pula gelar Qutbul Irsyad wa Ghautsil Ibad walbilad untuk Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, Qutbul Al Anfas untuk Al Imam Umar bin Abdurrahman alattas, dan banyak lagi, mereka telah mencapai derajat Alghauts, yaitu puncak derajat para wali di zamannya, namun mereka pun Pakar dalam Ilmu syariah.

Demikianlah Thariqah alawiyyah hingga kini, kita mengenal Qutbudda'wah, almusnid Alhabib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi Kwitang, beliau telah menyandang gelar Alhafidh (hafal lebih dari 100.000 hadits berikut sanad dan matan). Demikian pula Alqutb Alhafidh Alhabib Salim bin Ahmad bin Jindan, demikian pula Alqutb Al Hafidh Alhabib Abdulqadir Balfaqih Malang, dan banyak lagi.

Hingga kini kita masih mengenal Al Musnid Al Allamah Alhabib Umar bin Hafidh, yg ketika mendapat kabar tentang beberapa murid beliau yg banyak melanggar, seraya menjerit dan menangis sekeras kerasnya dihadapan anak muridnya, tangisnya bagaikan bayi yg tersedu sedu seraya berkata : "lebih baik kepalaku ditindih gunung daripada sampainya kabar amal buruk kalian kepada Allah dan Rasul Nya, bagaimana jika aku dimintai pertanggungan jawab??"
Demikian pula Almusnid Al Allamah Alhabib Muhammad bin Alwi Almalikiy, yg tak henti hentinya selalu mengajarkan sunnah pada murid muridnya, Demikian pula Almusnid Al Allamah Alhabib Zein bin Ibrahim bin Smeit Madinah ketika diberi tasbih yg terbuat dari mutiara, maka beliau bertanya : ini untuk perhiasan atau untuk tasbih?, khalayak menjawab : Tasbih untuk berdzikir wahai habib, maka beliau berkata : aku menggunakan tasbih untuk berdzikir pada Allah, bukan untuk mengingat dunia..!", seraya melemparkan tasbih mutiara itu.

Demikian , Almunsid Al Allamah Alhabib Salim bin Abdullah Assyatiri Tarim hadramaut, tulang punggung beliau patah hingga jalannya terus merunduk, karena saat masa komunis di yaman beliau tetap berdakwah hingga direbahkan dijalan dan dilindas mobil para komunis, beliau selamat namun tulang belakangnya patah. Demikian pula Almusnid Al Allamah Alhabib Ali Masyhur bin Hafidh Mufti Tarim, yg ketika melihat murid muridnya banyak berbuat salah beliau menangis dan berkata : "sungguh jika murid mempunyai kekurangan maka itu adalah sebab gurunya, sebab aku yg penuh kekurangan.. "

Juga Al Allamah Almusnid Syeikh Yaasin Fadani Alm, Al Musnid Al Allamah Kyai Nawawi Albanteni Alm, dan banyak lagi. Mereka semua menjalankan Thariqah Alawiyyah, termasuk Al Allamah KH Abdullah Syafii, KH Syafii Hadzami dan sebagian besar para Ulama di Indonesia, sanad keguruan mereka berpadu pada para Tokoh Ulama dari Thariqah Alawiyyah

Hampir diseluruh Indonesia mengikuti Thariqah alawiyyah, ciri cirinya adalah Ratib Attas, Ratib Haddad, wirdullatif, dll yg bukan merupakan karangan mereka, namun kumpulan hadits hadits Rasul saw yg dijadikan amalan pagi atau sore, sesuai dengan hadits hadits Rasul saw pada masing masing poinnya dan dipadu oleh mereka.

Berbeda dengan beberapa Thariqah lainnya yg bahkan diantaranya bertentangan dg syariah, seperti menari nari pria dan wanita dalam dzikirnya, atau mengelilingi api, atau hal hal yg tidak sesuai dg syariah Rasul saw.

Gerakan kepala yg bergoyang keras dalam dzikir masih ditolelir dan tidak melanggar syariah, sebagaimana Thariqah Naqsyabandi, Thariqah Syadziliyah, Thariqah Sammaniyah dll. juga bersuara keras dalam dzikir pun ada dalil syar'I yg membenarkannya, syair pujian pada Allah dan Rasul saw di masjid berlandaskan dalil shahih riwayat shahih Bukhari dll, demikian pula dzikir berjamaah, berlandaskan dalil shahih Bukhari dan lainnya, Istighatsah, tawassul, kesemuanya berlandaskan dalil Shahih Bukhari dan lainnya.

Mengenai Thariqah Naqsyabandi Haqqani, saya belum mendalaminya dg seksama, karena Naqsyabandi haqqani adalah Thariqah baru baru ini saja, dan merupakan pecahan dari Thariqah Naqsyabandi, namun jika pada suatu Thariqah ada hal hal yg melanggar syariah maka tentunya Batil, karena bertentangan dg ajaran Rasul saw, sebagaimana ada diantara Thariqah yg mengatakan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw masih hidup hingga kini, maka hal hal semacam ini sebaiknya dihindari, karena dirisaukan akan merusak citra islam dan syariah Rasul saw.

Mengenai Hb Lutfi bin Yahya, beliau tidak menganut satu thariqah, namun banyak sekali beliau memegang Thariqah dan beliau seorang Arif billah, beliau juga memegang Thariqah Naqsyabandi, namun beliau tidak mengajarkan berdzikir dg menari nari dan tidak pula mengatakan Sayyidina Ali kw masih hidup hingga kini, apa apa yg beliau ajarkan sesuai dg syariah, dan pribadi beliau sendiri menjalankan Thariqah Alawiyyah.

Saya pernah hadir bahkan beberapa kali hadir dzikir Thariqah Naqsyabandi di Singapura, merekapun hanya berdzikir saja, tanpa ada tari tarian pria dan wanita atau hal hal yg bertentangan dg Syariah.

Kesimpulannya, semua Thariqah yg bertentangan dg Syariah maka ia tidak menyampaikan pengikutnya pada keridhoan Allah, namun kepada syaitan dan terkecoh pada ajaran Iblisiyyah.

Saya sebagai Khadim Majelis Rasulullah saw telah beberapa kali diajak gabung oleh Thariqah Naqsyabandi Haqqani untuk mengadakan event besar, namun saya menolak, karena saya belum mendalami dg seksama akan Thariqah baru ini dan bagi saya Thariqah Alawiyyah telah sangat memadai untuk dipakai di Majelis saya yg saya namakan Majelis Rasulullah saw, karena Thariqah alwiyyah bersih dan suci dari segala hal yg bertentangan dg syariah, yaitu sesuai dg Alqur;an, Alhadits, Ijma ulama dan Qiyas para Imam.

Majelis Rasulullah saw telah mencapai lebih dari lima ratus ribu muslimin pengikutnya di Jabodetabek, dan hampir setiap malamnya mengadakan acara besar yg dihadiri ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di Jabodetabek, dan yg saya ajarkan adalah Syariah dan Haqiqah, berupa kupasan kupasan hadits Rasul saw yg sebagian besar dari Shahih Bukhari, kitab hadits yg paling shahih dari semua kitab hadits yg ada.

Dalam risalah ini bukanlah saya bermaksud membanggakan diri atau menyudutkan suatu kelompok, tapi sekedar menghimbau muslimin muslimat untuk terus berpegang pada Sunnah Sayyidina Muhammad saw. Beliaulah saw Imam dari semua para wali dan para Ahlusshiddiqiyyatul kubro, beliau saw mengenalkan pada kita Syariah dan Haqiqah, maka marilah kita kembali pada Panji beliau saw.

Telah bersabda Rasul saw : "Sungguh Allah mencabut Ilmu bukan dg merenggutnya dari dada para ulama, namun Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, hingga tidak tersisa pada suatu kaum seorang ulama, maka mereka mengambil pemimpin ulama dari orang orang Jahil (dangkal dalam syariah), sehingga ketika mereka ditanya tentang hukum mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan" (Shahih Bukhari).

Mari kita hidupkan kembali generasi ulama yg semakin hari semakin langka di masyarakat kita, dan menghindarlah dari segala tuntunan tuntunan yg dapat menyelewengkan kita dari syariah sang Nabi saw.

Demikian saudara saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a'lam

Jumat, Mei 15, 2009

Kaum ad dan Tsamud.

Assalamualaikum wr wb,

[11.50] Dan kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.

[11.51] Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini, Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan (nya)?"

[11.52] Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."

[11.53] Kaum Ad berkata: "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.

[11.54] Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab: "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,

[11.55] dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.

[11.56] Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus."

[11.57] Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan) nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.

[11.58] Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari 'azab yang berat.

[11.59] Dan itulah (kisah) kaum Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).

[11.60] Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Ad (yaitu) kaum Hud itu.

[11.61] Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Saleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."

[11.62] Kaum Tsamud berkata: "Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami."

[11.63] Saleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain daripada kerugian.

[11.64] Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat."

[11.65] Mereka membunuh unta itu, maka berkata Saleh: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."

[11.66] Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Saleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

[11.67] Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

[11.68] Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.

[11.69] Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Salaman" (Selamat). Ibrahim menjawab: "Salamun" (Selamatlah), maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

[11.70] Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Lut."

[11.71] Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Yakub.

[11.72] Istrinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.

[11.73] Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah."

[11.74] Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Lut.

[11.75] Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka kembali kepada Allah.

[11.76] Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.

[11.77] Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lut, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit."

[11.78] Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Lut berkata: "Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"

[11.79] Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki."

[11.80] Luth berkata: "Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)."

[11.81] Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".

[11.82] Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.

Demikian sebagian kaum yang menentang Allah swt binas tak tersisa,Naudzubillah.
Wassalamualaikum wr wb.

AlQur'an Dari Allah swt.

Assalamualikum wr wb,

Al Qur'an,Surat HUD.

11.1] Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

[11.2] agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya,


[11.13] Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".

[11.14] Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): "Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?"

[11.17] Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur'an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur'an itu. Sesungguhnya (Al Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Wassalamualaikum wr wb.

Kisah Nabi Nuh.

Assalamualaikum wr wb.


[11.36] Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.

[11.37] Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang lalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

[11.38] Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).

[11.39] Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal."

[11.40] Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.

[11.41] Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[11.42] Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir."

[11.43] Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

[11.44] Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," Dan air pun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang lalim."

[11.45] Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya."

[11.46] Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan."

[11.47] Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi."

[11.48] Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami."

[11.49] Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Wassalamualikum wr wb.

Senin, Mei 11, 2009

KAROMAH HABIB MUNZIR AL MUSAWA.


Assalamualaikum wr wb,

Limpahan puji syukur kehadirat Allah swt yang selalu menjaga umat Islam dengan mengutus waliNya di muka bumi agar selalu terpelihara umat ini hingga akhir zaman,shalawat dan salam semoga Allah swt limpahkan kepada junjungan Agung Sayyidina Muhammad saw yang diutus dan dibekali ilmu langsung dariNya untuk diajarkan kepada seluruh manusia agar terhindar dari kemusyrikan dan godaan setan yang lilaknat.

Sekilas kami akan menyajikan tentang karomah/keutamaan2 Guru kami Habibunal mahbub al Habib Munzir Bin Fuad AlMusawa yang kami rangkum dari orang terdekat beliau,agar menjadi pelajaran bagi kita dan makin yaqinnya kita sebagai murid2nya dalam mengikuti arahan beliau.

Pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung menangis.. dan berkata : WAHAI MUHAMMAD...! (saw), maka Hb Munzir berkata : saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata : ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam... lalu ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib Abdulqadir almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta, bahkan sampai ke pedalaman irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yg sudah ratusan tahun belum dijamah para da'i, ratusan orang yg sudah masuk islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul saw selalu hadir di majelisnya,

Bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu mimpi Rasul saw, ia sudah bai'at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di Majelis Hb Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw..
maka berkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah syeikh Futuh ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar benar dicintai oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan beliau hanya menunduk malu..

"Beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya".

bukan orang yg sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan gaibnya ke khalayak umum

ketika orang ramai minta agar Hb Umar maulakhela didoakan karena sakit, maka beliau tenang tenang saja, dan berkata : Hb Nofel bin Jindan yg akan wafat, dan Hb Umar Maulakhela masih panjang usianya.. benar saja, keesokan harinya Hb Nofel bin Jindan wafat, dan Hb Umar maulakhela sembuh dan keluar dari opname.., itu beberapa tahun yg lalu..

ketika Hb Anis Alhabsyi solo sakit keras dan dalam keadaan kritis, orang orang mendesak hb munzir untuk menyambangi dan mendoakan Hb Anis, maka beliau berkata pd orang orang dekatnya, hb anis akan sembuh dan keluar dari opname, Insya Allah kira kira masih sebulan lagi usia beliau,..
betul saja, Hb Anis sembuh, dan sebulan kemudian wafat..

Ketika gunung papandayan bergolak dan sudah dinaikkan posisinya dari siaga 1 menjadi "awas", maka Hb Munzir dg santai berangkat kesana, sampai ke ujung kawah, berdoa, dan melemparkan jubahnya ke kawah, kawah itu reda hingga kini dan kejadian itu adalah 7 tahun yg lalu (VCD nya disimpan di markas dan dilarang disebarkan).

Demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yg terkenal dg sihir dan dukun dukun jahatnya., maka selesai acara hb munzir malam itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitya, ia berkata : saya ingin jumpa dg tuan guru yg semalam buat maulid disini..!, semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak mau dekat dg ulama dan sangat ditakuti, ketika ditanya kenapa??, ia berkata : saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap., lalu subuh tadi saya lihat mereka (Jin jin khodam itu) sudah pakai baju putih dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk islam, dan jadi begini??, maka jin jin ku berkata : apakah juragan tidak tahu?, semalam ada Kanjeng Rasulullah saw hadir di acara Hb Munzir, kami masuk islam..!

Kejadian serupa di Beji Depok seorang dukun yg mempunyai dua ekor macan jadi jadian yg menjaga rumahnya, malam itu Macan jejadiannya hilang, ia mencarinya, ia menemukan kedua macan jadi2an itu sedang duduk bersimpuh didepan pintu masjid mendengarkan ceramah hb munzir..

Demikian pula ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan Cirebon, daerah yg terkenal ahli santet dan jago jago sihirnya, maka hb munzir menepuk bahu muridnya dan berkata : MA'ANNABIY.. !, berangkatlah, Rasul saw bersama kalian..
maka saat mereka membaca maulid, tiba tiba terjadi angin ribut yg mengguncang rumah itu dg dahsyat, lalu mereka mnta kepada Allah perlindungan, dan teringat hb munzir dalam hatinya, tiba tiba angin ribut reda, dan mereka semua mencium minyak wangi hb munzir yg seakan lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola bola api diluar rumah yg tak bisa masuk kerumah itu..
ketika mereka pulang mereka cerita pd hb munzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu..

Demikian pula pedande pndande Bali, ketika Hb Munzir kunjung ke Bali, maka berkata muslimin disana, habib, semua hotel penuh, kami tempatkan hb ditempat yg dekat dengan kediaman Raja Leak (raja dukun leak) di Bali, maka hb munzir senyum senyum saja, keesokan harinya Raja Leak itu berkata : saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini semalam..

Bukankah kita lebih senang guru yg mengajar syariah namun tawadhu, tidak sesohor, sebagaimana Rasul saw yg hakikatnya sangat berkuasa di alam, namun membiarkan musuh musuhnya mencaci dan menghinanya, beliau tidak membuat mereka terpendam dibumi atau ditindih gunung, bahkan mendoakan mereka.

Demikian pula ketika hb munzir dicaci maki dg sebutan Munzir ghulam ahmad..!, karena ia tidak mau ikut demo anti ahmadiyah, beliau tetap senyum dan bersabar, beliau memilih jalan damai dan membenahi ummat dg kedamaian daripada kekerasan, dan beliau sudah memaafkan pencaci itu sebelum orang itu minta maaf padanya, bahkan menginstruksikan agar jamaahnya jangan ada yg mengganggu pencaci itu,kemarin beberapa minggu yg lalu di acara Masjid alMakmur tebet hb munzir malah duduk berdampingan dg si pencaci itu, ia tetap ramah dan sesekali bercanda dg Da'i yg mencacinya sebagai murtad dan pengikut ahmadiyah..

Demikian sekilas tulisan yang kami dapat sampaikan kepada para pembaca yang budiman agar dapat mengambil hikmah yang tersirat dalam kisah2 tadi,bukan maksud sombong dalam menyampaikan kisah2 tadi namun semoga kita dapat Istiqomah dalam mengikuti Beliau.

Mohon Maaf
Wassalamualaikum wr wb.

Senin, Mei 04, 2009

Mengatasi Masalah Dalam Islam dan BerMazhab.

Assalamualaikum wr wb,

Limpahan puja-puji syukur kita kepada Allah swt yang telah mengutus Nabi Muhammad saw tuk menyempurnakan akhlaq seluruh manusia semoga shalawat dan salam selalu tercurah limpahkan kepada Beliau saw.

Islam mempunyai 2 pondasi penting dalam mengatasi permasalahan seputar agama Islam yaitu maslah USHUL(prinsip) dan FURU'(cabang).Dalam maslah USHUL(prinsip) seluruh umat Islam di dunia sudah sepekat tidak dapat ditawar2 lagi karena ini menjadi ciri umat Islam seperti ber syahadatain,rukun Islam dan rukun Iman.

Sejak diutusnya Nabi Muhammad saw oleh Allah swt ke dunia untuk menyampurnakan akhlaq manusia rukun2 tsb sudah jelas dan baku dengan berdasarkan keterangan2 yang ada di AlQur'an dan Hadist Nabi saw yang menjadi pegangan seluruh Umat Islam sampai hari kiamat.

Setiap Individu muslim wajib menjalankan hukum2 tsb tidak boleh melanggarnya kalau seorang muslim berani melanggarnya maka ia telah murdad sehingga jatuh lah sebutan KAFIR kepada orang tersebut dapat dicontohkan sbb:

Apabila seorang muslim mengakui Tuhan yang selain Allah swt atau mengingkari seorang Nabi/Rasul yang diutus Allah dengan keterangan yang sudah jelas dalam Qur'an dan Hadist berarti ia nya telah MURTAD.

Namun dalam masalah FURU'(cabang) umat Islam dianjurkan lebih mengutamakan toleransi agar tidak terjadi perpecahan diantara mereka.

Namun hendaknya setiap individu muslim harus pandai beradaptasi dengan wilayah yang ia tinggal atau disinggahi agar tidak menimbulkan fitnah diantara mereka karena setiap muslim wajib mengutamakan kemaslahatan umat.

Perbedaan dalam masalah menjalankan satu Ibadah asalkan ada dalil atau keterangan yang jelas dalam Qur'an dan Hadist atau hukum ibadah tsb telah di kesepakati mayoritas Ulama maka muslim tsb tidak boleh mengatakan bahwa itu bid'ah bahkan lebih parah lagi dengan mengkafirkan muslim yang menjalankan Ibadah tsb,contoh:

Seorang Muslim yang memilih mazhab Maliki saat ia berada di suatu wilayah muslimin yang mayoritas bermazhab Syafe'i hendaklah tidak bersikeras dengan menjalankan mazhab yang ia yakini dan ikuti maka hendaklah ia mengikuti mazhab mayoritas diwilayah tsb agar tidak menimbulkan FITNAH sehingga tidak terjadi perdebatan2 yang tidak penting.

MAZHAB.

Memang hukum bermazhab tidak diwajibkan dalam agama Islam namun sudah menjadi kesepakatan Ulama Fiqih bahwa hendaklah setiap muslim mengikuti salah satu dari empat mazhab yang termasuk dalam Ahlussunnah wal Jamaah yaitu,
1.Imam Maliki
2.Imam Hanafi
3.Imam Syafei
4.Imam Hambali
yang mereka ini telah di akui dan disepakati mayoritas ulama karena keilmuan mereka sudah tidak diragukan lagi mereka lah ahlinya dalam masalah agama Islam.

Dalam Islam kita mengenal kaidah fiqih,yaitu 'Setiap hal yang menunjang ibadah wajib maka hukumnya menjadi wajib' contoh :

Hukum membeli air mubah saja tetapi apabila kita hendak berwudhu tapi tidak ada air kecuali hanya didapat dengan cara membeli maka hukum yang tadinya mubah otomatis berubah menjadi wajib,karena berwudhu dengan air lebih utama(afdhol).

Karena Syariah Islam ini luas dan,ulama mendapati banyak riwayat dalam menjalankan satu ibadah saja dengan keterangan dari sahabat Nabi saw apalagi kita yang hidup jauh setelah Muhammad Rasulullah wafat maka ulama menganjurkan agar kita mengikuti salah satu dari fatwa empat Imam yang telah disepakati tadi dengan maksud agar lebih tertib dan Istiqomah dalam menjalankan satu ibadah,sehingga tidak rancu dalam menjalankan ibadah,contoh ;

Sebagaimana mungkin seorang Muslim mengerjakan shalat dengan berwudhu mengikuti Imam Syafei yang fatwa beliau sah wudhu walau hanya mengusap air di anggota wudhu dan batal wudhu bila bersentuhan dengan wanita yg bukan mahramnya namun Shalat mengikuti pendapat Imam Maliki yang berfatwa wudhu harus menggosokkan air ke anggaota wudhu dan tidak batal wudhu bila bersentuhan dengan wanita yg bukan mahramnya bila tidak diikuti nafsu.

Lalu kelak siapa yang akan bertanggung jawab dengan ibadah yang dikerjakan Muslim tersebut..?

Oleh karena itu hendaklah kita bermazhab kepada salah satu Imam tersebut yang masuk dalam kelompok Ahlussunnah waljamaah, sesuai sabda Nabi saw "Diakhir zaman Umat ku akan terpecah dalam 73 golongan semua mereka masuk neraka kecuali mereka yang masuk dalam golongan Ahlussunnah wal jamaahh" inilah yang diikuti ulama2 pendahulu kita agar kelak semua Ibadah yang kita lakukan ada yang bertanggung jawab dan kita akan berdiri dibelakang bendera imam2 tsb sehingga kita selamat dan masuk ke dalam surganya Allah swt dengan RAHMATNya..Aamiin.

Wallahu a'lam bissawab.
Wassalamualaikum wr wb.

Jumat, Mei 01, 2009

ASMAUL HUSNA.

1.YAA RAHMAN = MAHA PENGASIH
dibaca 500 kali setiap setelah sholat wajib lima waktu akan menuntun mkita menjadi berkasih sayang,hati tenang dan tidak pelupa.

2.YAA RAHIM = MAHA PENYAYANG
dibaca 100 kali menjadikan kita bersifat kasih sayang dan orang lain menyayangi kita dan diberi kemudahan2.

3.YAA MALIK = MAHA RAJA
dibaca 121 kali setiap pagi membuat kita di hargai orang dan hidup kita berkecukupan.

4.YAA QUDDUUS = MAHA SUCI
dibaca 100 kali setelah matahari tergelincir maka hati akan bersih dari sifat sombong,iri,serakah dan dengki.

5.YAA SALAM = MAHA MENYELAMATKAN
dibaca 136 kali maka setiap penyakit yang kita derita akan sembuh,apabila menengok orang sakit di baca 136 kali InsyaAllah akan sembuh.

6.YAA MU'MIN = MAHA MENGAMANKAN
dibaca 136 kali akan aman dari perbuatan jahat.

7.YAA MUHAIMIN = MAHA MEMELIHARA
dibaca selalu kita akan di pelihara dan hati bersih terang.

8.YAA AZIIZ = MAHA BERKUASA
dibaca 40 kali selama 40 hari berturut turut kita akan dapat pertolongan Allah swt.

9.YAA JABBAR = MAHA PERKASA
dibaca 226 kali pagi dan petang,orang2 yang memusuhi kita akan tunduk tidak berdaya atas izin Allah swt.

10.YAA MUTAKABIR = MAHA MEMILIKI KEBESARAN
dibaca sebanyak-banyaknya kita akan diunggulkan dari musuh-musuh kita .dibaca sesaat sebelum berhubungan intim dengan suami/istri,InsyaAllah dikarunia anak sholeh/hah.

11.YAA KHALIQ = MAHA PENCIPTA
dibaca 5.000 kali semalam barang/keluarga hilang,InsyaAllah kembali.

12.YAA BAARI = MAHA PEMBUAT
dibaca 100 kali saat menunggu shalat jum'at,InsyaAllah dosa2 terdahulu akan diampuni Allah swt.

13.YAA MUSHAWWIR = MAHA PEMBENTUK
dibaca 21 kali tiap berbuka puasa sunnah istri 7 hari suami 3 hari insyaAllah dikaruniakan anak bagi yg belum.

14.YAA GHAFFAAR = MAHA PENGAMPUN
dibaca 100 kali saat menunggu shalat jum'at,InsyaAllah dosa2 terdahulu akan diampuni Allah swt.

15.YAA QAHHAR = MAHA PEMAKSA
dibaca tiap malam sebanyak2nya,insyaAllah mendapatkan ketenangan batin dan bebas dari hidup sukar dan kesalahan.

16.YAA WAHHAAB = MAHA PEMBERI
dibaca 300 kali tiap hari setelah shalat fardhu atau 100 kali setelah shalat Tahajjud tga atau tujuh malam berturut-turut akan terkabul permohonan doa kita.

17.YAA RAZZAAQ =MAHA PEMBERI REZEKI
dibaca sebanyak-banyaknya InsyaAllah akan dikarunikan rezeki yang berkecukupan.

18.YAA FATTAAH = MAHA PEMBUKA
dibaca sebanyak2nya tiap hari setelah shalat shubuh,InsyaAllah dibuka hati dan pikirannya dan mudah menghadapi masalah.

19.YAA 'ALIIM = MAHA TAHU
dibaca 100 kali setiap selesai shalat fardhu akan dikaruniakan ilmu makrifat sempurna.

20.YAA QAABIDH = MAHA MENAHAN
dibaca sebanyak2nya akan terhindar dari ancaman kejahatan dan cukup sandang pangan.

21.YAA BASITH = MAHA MELAPANGKAN
dibaca 10 kali setelah shalat dhuha Allah swt akan mengaruniakan rezeki yang tak putus2 dan ditambah ilmu kita.

22.YAA KHAAFIDH = MAHA MERENDAHKAN
dibaca 500 kali dengan khusyu dan tawaddu akan dilindungi dari perbuatan jahat dan hajat kita dikabul.

23.YAA RAAFI' = MAHA MENINGGIKAN
dibaca 199 kali setiap hari dapat meninggikan martabat dan kehdupan kita berhasil.

24.YAA MU'IZ = MAHA MEMULYAKAN
dibaca 140 kali seusai shalat isya setiap malam selasa & jum'at terus menerus agar timbul rasa takut kepada Allah wst dan dihormati.

25.YAA MUDZIL = MAHA MENGHINAKAN
dibaca 73 kali terus menerus,InsyaAllah akan mendapat perlindungan dari perbuatan jahat.

26.YAA SAMI' = MAHA MENDENGAR
dibaca 100 kali tiap hari kamis setusai shalat dzuhur tanpa setahu orang lain akan terkabul permohonan kita.

27.YAA BASHIIR = MAHA MELIHAT
dibaca 100 kali sebelum shalat jum'at .Allah akan membuka mata hati ,pikiran,dan martabat kita menjadi tinggi.

28.YAA HAKAM = MAHA MEMITUSKAN
dibaca sebanyak2nya setiap hari,InsyaAllah dimulyakan tiap orang dan Allah swt melimpahkan karunia yang tak putus2.

29.YAA 'ADL = MAHA ADIL
dibaca 100 kali tiap usai shalat fardhu,InsyaAllah akan dikarunikan sifat adil dan diperlakukan adil oleh orang lain.

30.YAA LATIIF = MAHA LEMBUT
dibaca 100 kali seusai shalat sunnah ,Alla swt akan mengabulkan permohonannya.

31.YAA KHABIIR = MAHA MENGETAHUI
dibaca sebanyak2nya,InsyaAllah dihindarkan dari perbuatan orang dzolim dan diperbaiki dari sifat buruk.

32.YAA HALIIM = MAHA PENYANTUN
dibaca sebanyak2nya tiap hari ba'da shalat fardhu,InsyaAllah akan terhindar dari bencana alam dan di kukuhkan kita.

33.YAA 'AZHIIM = MAHA AGUNG
dibaca tiap hari sebanyaknya,InsyaAllah dihindarkan dari orang zolim dan diperbaiki sifat2 buruk.

34.YAA GHAFUUR = MAHA PENGAMPUN
dibaca tiap malam sebanyak2nya,insyaAllah dilenyapkan kesukaran dan dihapuska n dosa2nya setelah bertaubat.

35.YAA SYAKUUR = MAHA MENERIMA SYUKUR
dibaca setiap hari sebanyak2nya,insyaAllah hati kita dijernihkan dan disembuhkan dari penyakit yang diderita.

36.YAA ALIY' = MAHA TINGGI
dibaca dengan kerndahan hati ,insyaAllah akan dicerdaskan dan ditambah keyakinannya pada Allah swt.

37.YAA KABIIR = MAHA BESAR
dibaca 100 kali setiap hari akan mendapatkan penghormatan dari orang lain.

38.YAA HAFIIZH = MAHA PENJAGA
dibaca 16 kali tiap hari,insyaAllah akan terlindungi dari marabahaya.

39.YAA MUQIIT = MAHA PEMELIHARA
Fadilahnya memperbaiki sifat buruk keluarga kita dan memperkuat kepribadian.

40.YAA HASIIB = MAHA PENGHITUNG
dibaca tiap hari,insyaAllah akan terhindar dari marabahaya dan bebas dari rasa takut.

41.YAA JALIIL = MAHA AGUNG
dibaca tiap hari pagi dan petang dan tengah malam,insyaAllah akan memperbaiki kehidupan pribadi.

42.YAA KARIIM = MAHA PEMURAH
dibaca 280 tiap hari menjelang tidur akan mendapat kemuliyaan dan kehormatan dalam hidup.

43.YAA RAQIIB = MAHA PENGAWAS
dibaca dengan keikhlasan aka dijaga dari marabahaya yang akan menimpa harta dan keluarga kita.

44.YAA MUJIIB = MAHA MENGABULKAN
dibaca 55 kali tiap subuh Allah akan mengabulkan permohonan kita.

45.YAA WAASI' = MAHA LUAS
dibaca 127 kali setiap hari akan di anugerahi kehidupan yang cukup serta jalan keluar dari kesulitan hidup.

46.YAA HAKIIM = MAHA AGUNG HIKMAH-NYA
dibaca dibiasakan ,insyaAllah akan dikaruniakan hidup berhasil dan terlepas dari kesulitan.

47.YAA WADUUD = MAHA MENCINTAI
dibaca 1000 kali tiap hari istiqomah akan berkembang rasa kasih kita kepada sesama dan dikasihi orang lain.

48.YAA MAJIID = MAHA LUHUR
dibaca biasakan Allah akan memberikan kemulyaan ,kehormatan,kesejahteraan dan kesehatan.

49.YAA BAA'ITS = MAHA MEMBANGKITKAN
dibaca 100 kali sambil meletakan tangan keatas dada ,khusyu dan rendah hati Allah akan memberikan terang hati dan ilmu hikmah.

50.YAA SYAHIID = MAHA MENYAKSIKAN
Fadilahnya melembutkan hati anggota keluarga yang membangkang.

51.YAA HAQQ = MAHA BENAR
dibaca sebanyak2nya,InsyaAllah kita diberi ketaatan kepada Allah swt.

52.YAA WAKIIL = MAHA PEMELIHARA
dibaca 1000 kali akan meredakan hujan badai yang berangin topan dan Allah swt bukakan pintu rezeki.

53.YAA QAWIYY = MAHA KUAT
dibaca 1000 kali tiap malam akan dibugarkan kondisi yang lemah.

54.YAA MATIIN = MAHA KOKOH
dibaca sebanyak2nya ,insyaAllah kesulitan akan lenyap.

55.YAA WALIYY = MAHA MELINDUNGI
dibaca rajin membaca dzikir ini akan selau dalam lindungan illahi.

56.YAA HAMIID = MAHA TERPUJI
membiasakan dzikir ini akan Allah swt jadikan kita bermoral baik dan dikasihi sesama.

57.YAA MUHSHI = MAHA MENGHITUNG
dibaca Allah swt akan mempermudah kita dihari perhitungan.

58.YAA MUBDI = MAHA MEMULAI
dibaca 470 kali setiap hari dengan khusyu Allah akan membuat hati kita jernih ,cerdas dan kreatif.

59.YAA MU'IID = MAHA MENGEMBALIKAN
dibaca 124 kali tiap usai shalat fardhu malam keluarga yg pergi tanpa pamit akan kembali dengan selamat.

60.YAA MUHYII = MAHA MENGHIDUPKAN
dibaca setiap hari Allah akan menghidupkan hati kita dan memulyakan kita dunia dan akhirat.

61.YAA MUMIIT = MAHA MEMATIKAN
dibaca agar Allah swt menolong kita memperoleh kemenangan atas musuh.

62.YAA HAYYU = MAHA HIDUP
dibaca selalu agar dihindari dari musyrik dan munafik dan panjang umur.

63.YAA QAYYUUM = MAHA BERDIRI SENDIRI
dibaca sebanyak2nya agar terhindar dari marabahaya.

64.YAA WAAJID = MAHA KAYA
dibaca untuk menambah kekayaan batin dan kemantapan jiwa.

65.YAA MAAJID = MAHA MULIA
dibaca 400 kali setiap hari diulang2 akan menjernihkan hati dan pikiran.

66.YAA WAAHID = MAHA TUNGGAL
dibaca agar diberi kemenangan dan membebaskan kita dari rasa takut.

67.YAA AHAD = MAHA ESA
dibaca 1000 kali diulang Allah akan membukakan rahasia2 tertentu bagi kita.

68.YAA SHAMAD = MAHA DIBUTUHKAN
dibaca rajin untuk kita dibebaskan dari sandang papan dan akan diberi momongan bagi yang belum.

69.YAA QADIIR = MAHA KUASA
dibaca 305 kali setiap hari diulang agar hajat2 terkabul.

70.YAA MUQTADIR = MAHA BERKUASA
dibaca 554 kali tiap hari ,insyaAllah maksud kita yang baik terkabul.
YAA MUQADDIM = MAHA MENDAHULUKAN

YAA MUAKHIR = MAHA MENGAKHIRKAN

YAA AWWAL = MAHA PERMULAAN

YAA AAKHIR = MAHA AKHIR

YAA ZHAAHIR = MAHA NYATA

YAA BAATHIN = MAHA GAIB

YAA WAALI = MAHA PENGUASA

YAA MUTA'ALI = MAHA TINGGI

YAA BARR = MAHA DARMAWAN

YAA TAWWAB = MAHA PENERIMA TAUBAT

YAA MUNTAQIN = MAHA PENYIKSA

YAA 'AFUW = MAHA PEMAAF

YAA RA'UUF = MAHA PENGASIH

YAA MALIKUL MULK = MAHA BERDAULAT

YAA ZALJALLI WAL IKRAAM = MAHA MEMILIKI KEBESARAN-KEMULYAAN

YAA MUQSIT = MAHA ADIL

YAA JAAMI' = MAHA MENGUMPULKAN

YAA GHANIY = MAHA KAYA

YAA MUGNI = MAHA MENCUKUPKAN

YAA MAANI' = MAHA MENCEGAH

YAA DHAAR = MAHA PENGHUKUM

YAA NAAFI' = MAHA PEMBERI MANFAAT

YAA NUUR = MAHA BERCAHAYA

YAA HAADII = MAHA PETUNJUK

YAA BADII' = MAHA PENCIPTA

96.YAA BAAQI' = MAHA KEKAL


97.YAA WAARITS = MAHA PEWARIS
mengulang ulang dzikir ini akan dikaruniakan panjang umur san hidup berhasil.

98.YAA RASYID = MAHA PANDAI
dibaca 1000 kali antara magrib dan isya terus menerus,insyaAllah akan di jadikan orang yang pandai dan dibebaskan dasi kesulitan
.
99.YAA SHABUUR = MAHA SABAR
Di baca 3000 kali akan dibebaskan Allah dari kesulitan.

Selasa, April 28, 2009

Check out majelisrasulullah.org - Home

I want you to take a look at: majelisrasulullah.org - Home 

Kisah Mauliddurrasulullah saw.

Assalamualaikum wr wb,

Dalam Maulid Addhiyaullamy Habib Umar bin Hafidz mengisahkan, “Dan ketika Aminah mengandung Nabi, ia tidak pernah merasa sakit sebagaimana lazimnya wanita yang tengah hamil.” Sementara Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’i memilih penggambaran yang gempita dan agung, dengan sajak-sajak yang berakhiran huruf ra berharakat fathah.

Fahtazzal ‘arsyu tharaban was-tibsyâra
Waz-dâdal kursiyyu haibatan wa waqâra
Wam-tala-atis samâwâtu anwâra
wa dhaj-jatil mala-ikatu tahlîlan wa tanjîdan was-tighfâra

(Maka Arsy pun berguncang
penuh suka cita dan riang gembira.
(Sementara) Kursi Allah bertambah wibawa dan tenang.
Langit dipenuhi berjuta cahaya.
Dan bergemuruh suara malaikat
membaca tahlil, tamjid (pengagungan Allah), dan istighfar.)

Detik-detik kelahiran Nabi dilukiskan sebagai peristiwa luar biasa yang sarat kemukjizatan. Para penyusun Maulid pun berlomba mengabadikannya dengan rangkaian kalimat indah yang tak terhingga nilainya, misalnya untaian puisi dalam Maulid Diba’ seperti berikut:

Wa lam tazal ummuhû tarâ anwâ’an min fakhrihî wa fadhlihî,
ilâ nihâyati tamâmi hamlih
Falammâsy-tadda bihâth-thalqu bi-idzni rabbil khalqi,
wadha’atil habîba shallallâhu ‘alaihi wa sallama sâjidan syâkiran hâmidan ka-annahul badru fî tamâmih

(Dan sang ibunda tiada henti melihat bermacam tanda kemegahan dan keistimewaan sang janin,
hingga sempurnalah masa kandungannya.
Maka ketika sang bunda telah merasa kesakitan,
dengan izin Tuhan, Sang Pencipta makhluk, lahirlah kekasih Allah, Muhammad SAW,
dalam keadaan sujud, bersyukur, dan memuji,
dengan wajah yang sempurna, laksana purnama).

Sementara Simthud Durar menggambarkannya dengan untaian kalimat yang tak kurang indah...

“Maka dengan taufik Allah,
hadirlah Sayyidah Maryam dan Sayyidah Asiyah,
yang diiringi bidadari-bidadari surga
yang beroleh kemuliaan agung
yang dibagi-bagikan Allah
atas mereka yang dikehendaki
Dan tibalah saat yang tlah direncanakan Allah
bagi kelahiran ini
Menyingsinglah fajar keutamaan nan cerah
Terang benderang menjulang tinggi
Dan terlahirlah insan nan terpuji
Tunduk khusyu’ di hadapan Allah
Terang benderang menjulang tinggi.....”

Dalam Maulid-maulid itu juga diriwayatkan, Rasulullah SAW dilahirkan dalam keadaan telah terkhitan, mata beliau indah bercelak, tali pusarnya telah bersih terpotong – berkat kuasa kodrat Ilahi.

Habib Ali juga menukil periwayatan Abdurahman bin ‘Auf, yang bersumber dari pengalaman ibu kandungnya, Syaffa’, yang berkisah, “Pada saat Rasulullah SAW dilahirkan oleh Aminah, ia kusambut dengan kedua telapak tanganku. Dan terdengar tangisnya pertama kali. Lalu kudengar suara, ‘Semoga rahmat Allah atasmu.’ Dan aku pun menyaksikan cahaya benderang di hadapannya, menerangi timur dan barat, hingga aku dapat melihat sebagian gedung-gedung Romawi.”

Cerita kehadiran Sayyidah Maryam (ibunda Nabi Isa AS) dan Sayyidah Asiyah (istri Firaun yang juga ibu angkat Nabi Musa) saat kelahiran Rasulullah SAW, dikisahkan dalam Maulid Barzanji. Dilukiskan pula berbagai peristiwa ganjil yang menghiasi malam kelahiran beliau, seperti retaknya Istana Kerajaan Persia, banjir bandang yang melanda Lembah Samawah di Gurun Sahara, padahal sebelumnya belum pernah ditemukan air setetes pun; serta cahaya terang benderang di atas kota Makkah dan sekitarnya.

Lebih lanjut Al-Barzanji juga menceritakan kondisi bayi Muhammad sesaat setelah kelahirannya, “Nabi lahir ke dunia dalam keadaan meletakkan kedua tangannya ke bumi seraya menengadahkan wajahnya ke arah langit yang tinggi sebagai penanda ketinggian kedudukannya dan keluhuran budinya.”

Demikianlah berbagai ungkapan keindahan pada detik-detik kelahiran Rasulullah SAW dalam puisi Maulid karya ulama shalih dari zaman ke zaman. Meski tiada kata yang cukup mewakili untuk menggambarkan keluhurannya, dengan segala keterbatasannya para ulama penyair itu berusaha merangkumnya dalam serangkaian puisi indah.

Betapa beruntung orang-orang yang mencintainya dengan cara apa pun, sebagaimana ungkapan Imam Bushairi dalam Maulid Burdah-nya, “Dialah sosok yang sempurna makna dan bentuknya, yang kemudian dipilih menjadi kekasih Sang Penghembus Angin Sepoi. Pengungkapan kebaikannya terjaga dari kemusyrikan, maka mutiara keindahannya tak terbagi. Tinggalkanlah apa yang dikatakan kaum Nasrani tentang nabinya, dan pujilah ia (Rasulullah) semaumu asal masih dalam batasan hukum itu. Maka nisbatkanlah kemuliaan dan keagungan apa pun yang kau kehendaki kepadanya.”

Rasulullah SAW memang manusia biasa, namun beliau telah dipilih oleh Allah SWT untuk dianugerahi berbagai keistimewaan, yang menjadikan posisi beliau di antara umat manusia bak permata diantara bebatuan...

Wassalamualaikum wr wb.

Sanad Bukhari.


Sanad Hadits Soheh Bukhari Yang Menjadi Panutan Kami Majelis Rasulullah SAW Langsung Bersambung Kepada Imam Bukhari :

01. Hb.Munzir Bin Fuad Almusawa
02. Hb Umar bin Hafidh, Alhafidh,
03. Hb Ibrahim bin Umar bin Agil bin Yahya, Alhafidh,
04. Hb Ali bin Muhammad Alhabsyi Kwitang, Alhafidh,
05. Hb Umar bin Idrus Alhabsyi sohibul Yawagiit, Alhafidh,
06. Hb Abdullah bin Husein bin Thahir sohib Masiilah, Alhafidh,
07. Hb Umar bin Segaf Assegaf Sohibul Waadiy, Alhafidh,
08. Hb Segaf bin Muhammad bin Umar Assegaf, Alhafidh,
09. Hb Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih, Alhafidh,
10. Hb Abdullah bin Alwi Alhaddad, Alhafidh,
11. Hb Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad Baharun, Alhafidh,
12. Hb Abubakar bin Abdurrahman bin Shihabuddin, Alhafidh,
13. Hb Abdurrahman bin Shahabuddin Ahmad, Alhafidh,
14. Hb Muhammad bin Ali Khird, Alhafidh,
15. Hb Muhammad bin Abdurrahman Al Asqa' Balfaqih, Alhafidh,
16. Hb Abdullah Alaydrus Al Akbar, Alhafidh,
17. Hb Umar Almuhdhor, Alhafidh,
18. Al Imam Abdurrahman Assegaf, Alhafidh,
19. Al Imam Muhammad bin Alwi Shohib Amaa'im, Alhafidh,
20. Al Imam Abdullah bin Alwi, Alhafidh,
21. Al Imam Alwi bin Faqihil Muqaddam, Alhafidh,
22. Al Imam Faqihil Muqaddam, Alhafidh,
23. Al Imam Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Jadiid, Alhafidh,
24. As syeikh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Ibn Abisshaif Alyamaaniy, Alhafidh,
25. Assyeikh Abulhasan Ali bin Humaid Al Athrabalsiy, Alhafidh,
26. Syeikh Abu Maktum Isa bin Abu Dzarr Alharawiy, Alhafidh,
27. Syeikh Abu Dzarr AL Harawiy, Alhafidh,
28. Al Hafidh Abu Ishaq Ibrahim Al Balakhiy, Almustamalliy, Alhafidh,
29. A Hafidh Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf Al Firabriy, Alhafidh,
30. Hujjatul Islam wa Barakatul Anaam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhariy.

Kamis, April 23, 2009

Mengatasi Sifat Sombong.

Assalamualaikum wr wb,

limpahan puji kepada Allah swt yang menegakkan langit tanpa tiang yang kuasa menancapkan gunung dengan kokohnya tiada yang dapat menyerupakaNya.

Shalawat dan salam keatas Baginda Agung Sayyidul wujud Muhammad saw yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia untuk seluruh manusia.

Untuk mengobati penyakit sombong,manusia hendaklah banyak mengingat dari mana ia berasal dari apakah Allah swt menciptakannya melainkan dari air yang menjijikan(nuftah) dan pada akhir hidupnya ia akan mati menjadi seonggok bangkai santapan cacing tanah.

Allah swt berfirman:

Artinya "Binasalah manusia,alangkah amat sangat kekafirannya.Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani Allah menciptakannya kemudian Dia memudahkan jalannya kemudian Dia mematikannya dan memasukannya ke dalam kubur" (Qs.Abasa:17-21)

Setiap manusia harus menyadari bahwa ia diciptakan dari ketiadaan.Kemudian ia diciptakan dari tanah lalu dari setetes air mani berikutnya menjadi segumpal daging tiada mempunyai mata,kaki,telinga dll tiada berkekuatan apa-apa semua itu Allah awali dangan kondisi belum sempurna sampai Allah yang Maha berkehendak menyempurnakan bentuk mereka.

Apalah yang hendak di sombongkan manusia ,ia hanyalah tempat kotoran yang tiap 2 kali sehari dibuang lalu dibersihkannya dengan kedua tangannya sementara selalu ada kotoran dalam perutnya yang dibawa kemana saja ia pergi,Patutkah manusia sombong? Tidak malukah kepada Allah yang selalu memperhatikan gerak geriknya setiap saat? Hanya Allah swt yang Maha Suci.

Bila seseorang mau merenung dan memperhatikan secara seksama tentu mereka tidak akan berlaku sombong dan akan tunduk kepala Allah swt yang telah menciptakannya.Mari kita perbaiki diri kita agar selalu dalam bimbingan Allah sehingga kita terhindar dari sifat sombong.

Wassalamualaikum wr wb.

Sombong Sifat Tercela.

Assalamualaikum wr wb,

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air yang hina yang terus meperhatikan hamba-hambaNya yang mengiringi dua malaikat pada setiap manusia yang ditugaskan mencatat amal perbuatan dengan amat sempurna.

Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan nan agung alMusthofa Rosulillah Muhammad bin Abdillah yang mengajarkan kepada kita umatnya dengan doa-doa yang mendekatkan kita kepada Robbulalamin Allah jalawaala.

Takabur/Sombong adalah sifat yang dibenci Allah swt karena bagi manusia tidaklah patut bersifat sombong walau bagaimanapun keadaan orang tersebut,demikianpun dengan manusia tidak akan menyukai sifat sombong.

Dalam AlQur'an surat alMukmin Allah berFirman, yang artinya 'Demikian Allah mengunci mati orang-orang yang sombong dan sewenang-wenang'

Di ayat lain Allah berfirman, 'Maka neraka jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang yang menyombongkan diri'

Nabi bersabda, 'Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan di hatinya walau sebiji sawi'

Nabi bersabda, 'Ya,Allah aku berlindung kepada Mu dari perasaan sombong'

sombong adalah pengikut syaiton yang dengan sombongnya syaiton tidak mau menuruti perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam as sehingga terusirlah syaiton dari surga.Sedemikian buruknya sifat sombong di sisi Allah dan juga di mata manusia.Dalam nasehatnya Nabi Muhammad saw kepada sahabatnya Bilal 'sesungguhnya di neraka jahannam terdapat sebuah lembah bernama HABBAH, sudah menjadi hak Allah jika orang yang sombong/Diktator dimasukkan ke lembah itu'.wahai Bilal janganlah kamu termasuk orang yang tinggal di lembah itu..Naudzubillah.

Pembaca yang Budiman janganlah kita sersifat sombong baik kepada manusia apalagi kepada Allah swt dengan tidak mau bersujud menyembahNya dan menentang perintahNya swt juga melanggar laranganNya.

Sombong hanya untuk Allah dalam Hdist Qudsi Allah menjelaskan "Keagungan itu sarungKu,kebesaran itu selendangKu,maka siapa yang menariknya dariKu,Aku akan menghancurkannya"

Demikian
Wassalamualaikum wr wb.