Sabtu, April 18, 2009

Subhanallah wa bihamdih..

Ucapan Subhanallahi Wabihamdih Peruntuh Dosa - Dosa
Senin, 2 Maret 2009


قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg membaca SUBHANALLAHI WABIHAMDIH 100X pada harinya, maka berjatuhanlah dosa dosanya walau sebanyak buih di lautan” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Mencintai hamba – hamba Nya melebihi cinta hamba-Nya satu sama lain. Yang tiada satu makhluk bisa melebihi cintanya Allah kepada seorang hamba-Nya dan yang paling mencintai adalah Allah, cinta Nya (kepada kita) yang utama dan muncul dan jelas adalah anugerah kehidupan, yang itu merupakan cinta yang tidak bisa ditandingi oleh semua cinta dan kasih sayang yang lainnya. Dialah (Allah) yang memberi kita kehidupan, yang memanjakan kita dengan kemanjaan dalam kehidupan di dunia, yang memberikan kepada kita jamuan jamuan kemanjaan matahari dan bulan dan seluruh panca indera yang dari dasar keagungan kasih sayang Illahi sehingga seakan – akan hal itu terjadi tanpa ada yang memberi.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Sampailah kita pada hadits agung yang disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw “man qaala subhanallahi wabihamdih fi yaumin mi’at marrah, huththat khathaayaahu wa in kaanat mitsla zabadilbahr, barangsiapa yang di harinya membaca SUBHANALLAH WABIHAMDIH (100X) maka berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan”.

Kita bertanya untuk apa Sang Nabi saw mengucapkan hadits ini? untuk apa Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? untuk apa Allah menginginkan Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? karena telah di firmankan oleh Allah “tiadalah Nabi saw itu bicara dari apa yang ia inginkannya saja dari hawa nafsunya terkecuali ucapan Sang Nabi itu adalah yang di wahyukan oleh Allah”. Kenapa Allah menghendaki Sang Nabi berbicara seperti itu?

Barangsiapa yang mengucap satu harinya “Subhanallahi Wabihamdihi sebanyak 100X berjatuhanlah dosa – dosanya sebanyak buih di lautan”. Subhanallah artinya Maha Suci Allah. Orang yang mensucikan Allah Swt berarti ia mengagungkan Allah, berarti ia menjadikan Nama Allah itu agung dan suci di hatinya. Allah tidak perlu disucikan karena sudah Maha Suci tapi ucapan itu menunjukkan kesetian hamba dan cinta hambanya pada Allah. Wabihamdihi artinya dan banyaknya puji untuk-Nya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Sampailah kita pada hadits agung yang disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw “man qaala subhanallahi wabihamdih fi yaumin mi’at marrah, huththat khathaayaahu wa in kaanat mitsla zabadilbahr, barangsiapa yang di harinya membaca SUBHANALLAH WABIHAMDIH (100X) maka berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan”.

Kita bertanya untuk apa Sang Nabi saw mengucapkan hadits ini? untuk apa Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? untuk apa Allah menginginkan Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? karena telah di firmankan oleh Allah “tiadalah Nabi saw itu bicara dari apa yang ia inginkannya saja dari hawa nafsunya terkecuali ucapan Sang Nabi itu adalah yang di wahyukan oleh Allah”. Kenapa Allah menghendaki Sang Nabi berbicara seperti itu?

Barangsiapa yang mengucap satu harinya “Subhanallahi Wabihamdihi sebanyak 100X berjatuhanlah dosa – dosanya sebanyak buih di lautan”. Subhanallah artinya Maha Suci Allah. Orang yang mensucikan Allah Swt berarti ia mengagungkan Allah, berarti ia menjadikan Nama Allah itu agung dan suci di hatinya. Allah tidak perlu disucikan karena sudah Maha Suci tapi ucapan itu menunjukkan kesetian hamba dan cinta hambanya pada Allah. Wabihamdihi artinya dan banyaknya puji untuk-Nya.

Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan hadits ini bahwa kalimat “Subhanallah Wabihamdihi” juga teriwayatkan di dalam Shahih Muslim “ahabbul kalimah ilallah, kalimat yang paling dicintai oleh Allah adalah Subhanallah Wabihamdihi”. Al Imam Ibn Hajar “afdholul kalimah laa ilaha illallah, seagung – agung kalimat adalah Lailahailallah”.

Berkata Imam Ibn Hajar menukil satu pendapat dari para muhadditsin bahwa kalimat “Subhanallah Wabihamdihi” sudah terangkul didalamnya kalimat Lailahailallah. Karena “Lailahailallah” mentauhidkan Allah dari segala sesembahan selain Allah sedangkan kalimat Maha Suci Allah dan segala puji tentunya salah satu bentuk dari kesempurnaan pemahaman kalimat Lailahailallah. Ketika seseorang memahami kalimat Lailahailallah dan mendalami hakikat maknanya bahwa tiada yang patut disembah selain Allah maka sampailah ia kepada samudera cinta kepada Allah maka ia selalu mensucikan dan memuji Allah. Dalam keadaan seperti itu orang yang mempunyai bibir dan sanubari yang mensucikan dan memuji Allah 100X dengan kalimat ini dalam harinya, pupus dan berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan.

Apa itu dosa? Dosa adalah perbuatan yang tidak disenangi oleh Allah. Itu berjatuhan dengan perasaan cintamu kepada Allah yang terbuahkan dengan kalimat Subhanallah Wabihamdihi.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kalimat Subhanallahi Wabihamdihi ini kalimat yang sangat agung diajarkan oleh Sang Nabi saw kepada kita karena besarnya keinginan Sang Nabi saw agar kita dekat kepada Allah, agar kita dicintai oleh Allah, agar kita tidak terjebak dengan terjauhnya dari Allah sebab dosa – dosa kita. Teriwayatkan di dalam hadits Shahih hal – hal yang menghapus dosa tentunya hal – hal yang fardhu dan hal – hal yang sunnah namun ini salah satu daripada beribu – ribu gerbang kasih sayang Illahi yang ditawarkan kepada kita setiap siang dan malam. Dalam munajat, dalam dzikir, dalam doa, dalam perbuatan baik, dalam perbuatan meninggalkan kemunkaran, memerintahkan pada kebaikan, dalam segala hal itu terdapat gerbang – gerbang kasih sayang Illahi dan salah satunya adalah Subhanallahi Wabihamdihi. Ini jika di amalkan, kalimat ini juga membawa ketenangan hati.

Dikutip dari; ceramah Hb.Munzir bin Fuad alMusawa.

Wassalamualaikum wr wb.

Jumat, April 17, 2009

Jadwal Habib Umar bin Hafidz.


Assalamualaikum wr wb,

Limpahan Puji kehadirat Allah swt.
Sholawat dan Salam Keatas Nabi Muhammad saw.

Bumi Indonesia kembali di datangi Guru Mulya Al Imam Al alamah Al Musnid Al Hafidz AL Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz dari Yaman tarim Hadramaut guru besar pengasuh PonPes Darul Mustafa yang telah banyak berjasa dalam dunia Islam dengan mencetak Ulama2 besar yang tersebar di Indonesia dan seluruh dunia seorang guru yang patut untuk di tiru dalam keseharian Beliau tak lepas dari sunnah Rosulallah saw yang mengajarkan dengan kelembutan tak pernah marah namun terus mengayomi muridnya dengan penuh kasih sayang demikian kenang guru kami AlHabib Munzir bin Fuad alMusawa yang menjadi salah satu muridnya, Bulan ini Beliau berkunjung kembali ke Indonesia,Berikut jadwal Beliau:

Jadwal kegiatan Habib Umar bin Hafidz selama di Indonesia yang ke-2 sebagai berikut :

Rabu 15/04/09 :
Tiba di Jakarta

Kamis 16/04/09 :
Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dDi Solo

Jumat 17/04/09 :
Maulid di Solo

Jumat 17/04/09 :
- Sholat Jumat di Masjid Agung Semarang
- Ijtima’ Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus)

Sabtu 18/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus)

Ahad 19/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Timur di Batu - Malang (undangan khusus)

Senin 20/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Timur di Batu - Malang (undangan khusus)

Senin 20/04/09 :
Haul Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi di Surabaya

Selasa 21/04/09 :
Ijtima’ Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus)

Rabu 22/04/09 :
Ijtima’ Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus)

Kamis 23/04/09 – Ahad 26/04/09 :
Haul dan Maulid di Singapura

Ahad 26/04/09 :
Maulid Di Masjid Istiqlal di Jakarta

Senin 27/04/09 :
Ijtima’ Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus)

Selasa 28/04/09 :
Ijtima’ Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus)

Rabu 29/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus)

Kamis 30/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus)

Kamis 30/04/09 :
Perjalanan Ke Australia Ijtima’ di Sydney

Demikian,
Wassalamualaikum wr wb.


Mauliddurrasul saw.

Assalamualaikum wr wb,

PERINGATAN MAULID NABI SAW

Ketika kita membaca kalimat diatas maka didalam hati kita sudah tersirat bahwa
kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya
akan meringkas penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar’an, (logika dan syariah).
Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yang membuat mereka gembira, apakah keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya, mereka merayakannya denganpesta, mabuk mabukan, berjoget bersama, wayang, lenong atau bentuk pelampiasan kegembiraan lainnya, demikian adat istiadat diseluruh dunia.
Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas kelahiran Rasul saw.

Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya

# Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33)
# Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya,
dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15)
# Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain haditsno.4177)
# Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw,ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia(ibu utsman) melihat bintang bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhurjuz 6 hal 583)
# Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)
# Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yang terang benderang hingga pandangannya menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
# Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang1000 tahun tak pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)

Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?

Kejadian kejadian besar ini muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran Muhammad Rasulullah saw di Alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada kelahiran Nabi nabi sebelumnya.


Wassalamualaikum wr wb.

BID'AH.

Assalamualaikum wr wb.

Penjelasan Habib Munzir AlMusawa,

BID’AH

Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah.

Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan
tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw : “Barangsiapa membuat
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yangmengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuatbuat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yangmengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim haditsno.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan BaihaqiAlkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan

makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.

Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan?, maksudnya bila kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan baru yang membuat kebaikan atas Islam maka perbuatlah.., alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapiribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematianulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal hal yang barudemi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan, demikianlah bentukkesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir zaman, inilahmakna ayat :

“ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM...”, yang artinya “hari ini
Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, kusempurnakan pula kenikmatan
bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian”,

Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi
memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam
kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan rasul Nya, alangkah sempurnanya islam.
ُ
Wassalamualaikum wr wb.

Kamis, April 16, 2009

Raja Heraklius Mengakui KeNabian Muhammad saw.

Assalamualaikum wr wb,

Dalam Hadist Sahih Bukhari yang cukup panjang,Seorang Sahabat Nabi saw mengisahkan:

Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud menyatakan bahwa Abdullah
bin Abbas memberitahukan kepadanya bahwa Abu Sufyan bin Harb,

Menceritakan kepadanya bahwa Heraklius mengharap kedatanganya bersama
rombongan dagang Quraisy di Syam pada masa Rasulullah saw. membuat
gencatan senjata terhadap Abu Sufyan dan kafir Quraisy. Maka mereka
(rombongan itu) datang kepada Heraklius di Ilia, lalu Heraklius
bertanya: "Siapakah di antara kalian yang paling dekat nasabnya dengan
laki-laki yang mengaku bahwa dirinya Nabi?"

Abu Sufyan menjawab: "Sayalah yang paling dekat di antara mereka".

Heraklius berkata (kepada penerjemahnya) : "Dekatkanlah dia kepadaku,
dan dekatkanlah teman-temannya, lalu jadikanlah mereka di
belakangnya" . Kemudian ia berkata kepada penterjemahnya: "Katakanlah
kepada mereka bahwasanya saya bertanya kepada orang ini tentang
laki-laki itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka dustakanlah ia".

(Abu Sufyan berkata}: Demi Allah seandainya aku tidak malu karena
mereka menganggap saya berdusta, niscaya saya berdusta tentang ia
(Muhammad). Yang pertama kali ditanyakan kepada saya tentang dia
adalah: "Bagaimana nasabnya di antara kalian?"

Saya menjawab: "Di kalangan kami, dia orang yang bernasab (bangsawan)" .

Ia bertanya: "Pernahkah ada seorang di antaramu orang yang mengatakan
perkataan ini sebelummu?"

Saya menjawab: "Tidak."

Ia bertanya: "Apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja?"

Saya jawab: "Tidak."

Ia berkata: "Pengikutnya orang-orang mulia atau orang-orang lemah di
antara mereka?"

Saya jawab: "Orang-orang lemah."

Ia berkata: "Apakah mereka bertambah-tambah atau berkurang?"

Saya jawab: "Bahkan mereka bertambah."

Ia berkata: "Apakah ada seseorang di antara mereka yang benci kepada
agamanya sesudah ia memasukinya? "

Saya berkata: "Tidak ada."

Ia berkata: "Apakah dia berkhianat?"

Saya menjawab: "Tidak, dan kami dalam masa gencatan di mana kami tidak
mengetahui apa yang ia lakukan dalam masa ini, dan tidak mungkin bagi
saya untuk memasukkan kalimat sedikitpun selain kalimat ini."

Ia berkata: "Apakah kalian memeranginya? "

Saya menjawab: "Ya."

Ia berkata: "Bagaimanakah peperanganmu terhadapnya? "

Saya jawab: "Peperangan di antara kami dan dia silih berganti, ia
menang atas kami dan kami menang atasnya."

Ia berkata: "Apakah yang ia perintahkan kepadamu?"

Saya jawab: "Ia berkata: 'Sembahlah Allah sendiri dan jangan
menyekutukan- Nya dengan sesuatu, dan tinggalkanlah apa yang dahulu
selalu disembah oleh nenek moyangmu. Ia menyuruh kami untuk shalat,
jujur, menjaga diri dan menyambung (persaudaraan) .'"

Kemudian ia berkata kepada juru bahasanya: "Katakanlah kepadanya:
'Sesungguhnya saya bertanya kepadamu tentang nasabnya (keturunanya) ,
lalu kamu menyebutkan bahwa dia di kalanganmu orang yang bernasab
(bangsawan), dan demikianlah para Rasul itu diutus di kalangan
orang-orang yang bernasab di kaumnya. Lalu saya bertanya kepadamu:
Apakah ada seorang di antaramu yang mengatakan perkataan ini
sebelumnya? Lalu kamu sebutkan bahwa tidak ada. Dan saya katakan
seandainya ada seseorang yang mengatakan perkataan ini sebelumnya,
niscaya saya katakan (dia) seorang laki-laki yang menghibur dengan
kata-kata yang diucapkan oleh orang sebelumnya. Saya bertanya
kepadamu, apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja, lalu kamu
sebutkan bahwa tidak ada. Saya katakan seandainya dari nenek moyangnya
ada yang menjadi raja, maka saya katakan (dia) seorang laki-laki yang
menuntut kerajaan nenek moyangnya. Saya bertanya kepadamu, apakah
dahulu kamu menuduh ia berdusta sebelum mengatakan apa (kenabian) yang
di katakannya, lalu kamu menjawab bahwa tidak, maka saya tahu bahwa
dia tidak layak meninggalkan dusta atas manusia yang berdusta atas
Allah. Saya bertanya kepadamu, pengikutnya orang-orang mulia ataukah
orang-orang lemah di antara mereka, lalu kamu menyebutkan bahwa
pengikutnya adalah orang-orang yang lemah diantara kaumnya, dan itulah
pengikut para rasul. Saya bertanya kepadamu apakah mereka
(pengikut-pengikut itu) berkurang ataukah bertambah lalu kamu
menyebutkan bahwa mereka bertambah, dan memang demikianlah urusan iman
sehingga sempurna.

Saya bertanya kepadamu apakah ada salah seorang yang murtad karena
benci kepada agamanya setelah ia memasukinya. Lalu kamu sebutkan bahwa
tidak ada, dan memang demikianlah iman ketika bercampur dengan
kelapangan hati. Saya bertanya kepadamu apakah dia berkhianat, lalu
kamu sebutkan tidak, dan memang demikianlah, para rasul tidak
berkhianat. Dan saya bertanya kepadamu dengan apakah ia menyuruh kamu,
lalu kamu menyebutkan bahwa ia menyuruh kamu untuk menyembah Allah
semata dan janganlah mempersekutukan- Nya dengan sesuatu. Dan ia
melarang kamu untuk menyembah berhala dan menyuruh kamu dengan shalat,
jujur dan menjaga diri. Jika apa yang kamu katakan itu benar, maka ia
akan menguasai tempat dua telapak kakimu, dan saya mengetahui bahwa
dia (Nabi) telah muncul, padahal saya tidak menduga bahwa dia (Nabi)
itu dari padamu. Seandainya saya mengetahui bahwa saya sampai
kepadanya niscaya saya senang bertemu dengannya. Seandainya saya di
sisinya niscaya saya mencuci telapak kakinya".

Selanjutnya ia minta didatangkan surat Rasulullah SAW. Surat itu
dibawa oleh Dihyah yang diutus oleh Rasulullah SAW. untuk disampaikan
kepada pembesar Bushra, lalu pembesar Bushra itu menyerahkanya kepada
Heraklius. Surat itu dibacanya dan isinya adalah: "Dengan nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad, hamba dan
utusan Allah kepada Heraklius pembesar Rumawi. Kesejahteraan atas
orang yang mengikuti petunjuk. Adapun selanjutnya, maka sesungguhnya
saya mengajak kepadamu dengan panggilan Islam. Masuk Islamlah, maka
kamu selamat. Allah memberikan pahala kepadamu dua kali lipat. Jika
kamu berpaling, maka atasmu dosa para pengikut Arius. Wahai Ahli
Kitab, marilah kepada kalimat yang sama antara kami dan kamu, bahwa
tidak kita sembah selain Allah, dan tidak kita sekutukan Dia dengan
sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain
sebagai Tuhan selain dari pada Allah. Jika mereka berpaling maka
katakanlah: 'Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah
diri (kepada Allah)'".

Ia (Ubaidullah) berkata: Abu Sufyan berkata: Ketika ia mengatakan apa
yang telah dikatakannya itu dan selesai membaca surat sehingga di
tempatnya, banyak kegaduhan dan suara-suara keras, lalu kami
dikeluarkan. Maka aku berkata kepada teman-temanku: 'Sungguh urusan
putera Abi Kabsyah (gelar ayah Nabi) telah menjadi besar. Sesungguhnya
ia ditakuti oleh raja Bani Ashfar (Rumawi) dan saya senantiasa
meyakinkan bahwa dia (Nabi) akan menang sampai Allah memasukkan Islam
atas saya".

Ibnu Nathur pemilik (gubernur) Iliad dan Heraklius sampai pada
orang-orang Nashrani di Syam menceritakan bahwa ketika Heraklius tiba,
dia menjadi buruk jiwanya, lalu sebagian penghuninya berkata: "Kami
telah mengingkari peri keadaan tuan".

Ibnu Nathur berkata: "Heraklius itu seorang dukun yang mengarahkan
pandanganmu ke bintang-bintang. Ia berkata kepada mereka ketika mereka
bertanya: 'Sungguh saya tadi malam, ketika saya melihat bintang, saya
berpendapat bahwa raja yang berkhianat telah muncul'. Siapakah orang
yang berkhianat dari umat ini? Mereka menjawab: 'Yang berkhianat
hanyalah orang-orang Yahudi'. Urusan mereka janganlah menggelisahkanmu
dan tulislah ke kota-kota kerajaanmu, lalu mereka membunuh orang-orang
Yahudi yang ada di kalangan mereka. Ketika mereka mengurusi urusan
mereka, didatangkan pada Heraklius seorang laki-laki yang diutus oleh
Raja Ghassan yang memberitakan tentang berita Rasulullah SAW. Ketika
Heraklius bertanya kepadanya, maka ia menjawab: "Pergilah, dan
lihatlah apakah dia berkhianat atau tidak? Maka mereka melihatnya dan
mereka membicarakanya bahwa Rasulullah SAW. berkhianat. Dan ia
bertanya tentang bangsa Arab, lalu ia menjawab: "Mereka berkhianat".

Lalu Heraklius berkata: "Inilah (Muhammad) raja umat ini telah muncul".

Kemudian Heraklius menulis surat kepada temannya di Rumiah dan ia
adalah orang yang menyamainya dalam bidang ilmu. Heraklius pergi ke
Himsha dan ia tidak bermaksud ke Himsha sehingga datang surat kawannya
yang menyetujui pendapat Heraklius atas munculnya Nabi SAW. Dan
sesungguhnya dia itu Nabi. Lalu Heraklius memberi ijin kepada para
pembesar Rumawi di istananya di Himsha, kemudian ia mengatur
pintu-pintunya, lalu pintu-pintu itu ditutup dan diapun menampakkan
diri seraya berkata: "Wahai golongan orang-orang Rumawi. Apabila kamu
ingin berbahagia dan mendapat petunjuk serta tetap kerajaanmu, maka
baiatlah laki-laki ini (Muhammad)".

Maka mereka lari seperti larinya keledai liar ke pintu-pintu dan
mereka dapati pintu-pintunya telah tertutup. Ketika Heraklius melihat
larinya mereka dan putus asa dari iman mereka, maka ia berkata:
"Kembalikanlah mereka ke padaku." Dan ia berkata: "Tadi saya katakan
perkataanku itu untuk menguji kekokohan agamamu, dan saya telah
melihatnya".

Wassalam.

Syafaat Rosulallah saw.

Assalamualaikum wr wb,

Nabi Muhammad saw diberi keistimewaan pada Hari yang tiada naungan dihari tersebut kecuali naungannya Allah swt yaitu Hari Kiamat,keistimewaan yang di maksud adalah memberi Syafaat kepada Umatnya terutama yang berdosa besar.

Di kisahkan pada hari itu seluruh manusia dari yang awal diciptakan sampai yang terakhir di ciptakan dikumpulkan oleh Allah pada padang yang sangat luas (Mashyar),pada saat itu keadaan manusia bermacam-macam sesuai amal perbuatannya di dunia Matahari dekat diatas kepala keringat banjir memenuhi padang seluruh manusia kehausan.

Keadaan manusia benar-benar kacau dan gelisah tak menentu pada saat itu juga manusia bergerombol mencari perlindungan mereka berduyun-duyun datang ke para Nabi yang berbaris di depan dari Nabi Adam as sampai yang terakhir Nabi Isya as mereka belum juga mendapat perlindungan.

Melihat keadaan itu,Sayyidina Muhammad Rosulallah saw merasa terpanggil untuk menyelamatkan manusia akhirnya Beliau menghadap Robbul alamin Allah jala wa ala dengan bersujud memohon diberi izin untuk memberi Syafaat kepada manusia dan hasilnya Beliau diberi Izin oleh Allah yang Maha Pemurah.

Diperkuat dengan Hadist ini;

Dari Anas ra, dia berkata:”Aku pernah mendengar Nabi saw bersabda:”Pada hari kiamat kelak aku diberi kesempatan menolong. Aku berkata:”Wahai Tuhanku, masukkanlah ke Sorga orang-orang yang didalam hatinya (terdapat iman) seberat biji sawi”. Mereka lalu berbondong-bondong masuk. Berikut aku berkata lagi:”Wahai Tuhanku, masukkanlah ke Sorga orang-orang yang di dalam hatinya (terdapat iman) seberat sesuatu yang paling ringan”. Lebih lanjut Anas berkata:”Seolah aku seperti melihat jari-jari Rasulullah saw”.(Sahih Bukhari)

Demikian besar cintanya Nabi kita Muhammad saw kepada kita umatnya oleh karena itu mari kita buktikan cinta kita kepadanya dengan menerjakan perintah Allah swt dan RosulNya dan mari kita perbanyak bershalawat kepada Nabi saw karena dalam hadist nya pula,Beliau saw bersabda: "seutama utama manusia yang paling dekat denganku adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku".

Sholu ala Nabi Muhammad saw...

Wassalam.

Iman,Islam,Ihsan & Kiamat

Abu Hurairah r.a. berkata:

Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. terlihat di kalangan manusia,
lalu seorang laki-laki datang seraya berkata: "Apakah iman itu?"
Beliau bersabda:"Iman adalah kamu percaya kepada Allah, malaikat-Nya, bertemu dengan-Nya, (iman kepada) rasul-rasul-Nya dan kamu beriman kepada hari kebangkitan".

Ia berkata: "Apakah Islam itu?"
Beliau bersabda: "Islam itu adalah kamu menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, kamu mendirikan shalat, memberikan zakat yang difardhukan dan puasa Ramadhan."

Ia berkata: "Apakah Ihsan?"
Beliau bersabda : "Kamu menyembah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."

Ia berkata: "Kapankah kiyamat itu?"
Beliau bersabda: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya, dan akan saya beritahukan kepadamu tanda-tandanya, yaitu: Apabila amat (budak perempuan) melahirkan tuannya, para penggembala unta berlomba dan bermegah-megah dalam bangunan, dalam lima hal yang hanya diketahui oleh Allah ta'ala".

Kemudian beliau membaca ayat "INNALLAHA 'INDAHU 'ILMUS SAA'ATI " (Sesungguhnya Allah, disisi-Nya pengetahuan hari kiamat) Selanjutnya beliau berpaling lalu bersabda: "Suruh kembali lagi dia". Namun mereka (orang banyak) tidak melihat sesuatu.

Maka beliau pun bersabda: "Dia adalah Jibril, yang datang untuk mengajar manusia akan agama mereka".

Pembukaan.

Assalamualaikum Wr Wb,

Limpahan puji kepada Allah SWT.
Sholawat dan Salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ahlan wa sahlan wa Marhaban..

Selamat datang para pengunjung Blog Majelis ta'lim AlKhairiyyah semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt dan kelak di yaumil kiamah mendapat syafaat dari Baginda Nabi saw.

Puja dan puji syukur kami ucapkan kepada Allah swt yang telah memudahkan kami sehingga selesai dan terbitnya Blog ini.

Harapkan kami,mudah-mudahan dengan hadirnya Blog ini dapat bermanfaat untuk kita semua khususnya pencerahan dalam masalah Agama Islam.

Sebelum dan sesudahnya kami minta dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya apabila dalam penulisan atau pembahasan kami ada kekurangan-kekurangan.

Demikian,Wassalallahu ala Sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sohbihi ajmain.
Wassalamualaikum Wr Wb.