Jumat, Juni 12, 2009

WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum wr wb,

Sumber : Buku 'KENALI AQIDAHMU'
Kontributor : Al Habib Munzir alMusawa
www.majelisrasulullah.org

Dalam artikel ini Insya Allah saya akan terus meluncurkan riwayat-riwayat mengenaiSang Nabi saw, untuk menambah pengetahuan para pengunjung website ini danmenambah kecintaan kita kepada beliau saw, perlu kita fahami bahwa wajah SangIdola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karenabeliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasihsayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkanbimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.
Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra :
“Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang,
apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?),
maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra :
“Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa
lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359,hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :
“Wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344,
hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297),
demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan :
“Seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam
Tirmidzi),
demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah
manusia yang bibirnya paling indah”.
Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi
saw:
“Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung
beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir
beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan
huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung
antara kiri dan kanannya)”.
Dari Abi Jahiifah ra :
“Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya
di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata
telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih
Bukhari hadits no.3360).
Berkata Anas ra :

“Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan
Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat
dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368).
“Kami tak melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan bagi kami selain
Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)
“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar,
maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan
Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus
mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu,
maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).
Dari anas bin malik ra :
“Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau
berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata :
“doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra),
maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak
Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang terindah wajahnya, dan terindah
akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) .
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang termulia dan manusia yang paling
dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).
Dari Abu Hurairah ra :
“Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami
dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan,
dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad
Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).
Siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur
sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang MahaTunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya,
Sebagaimana sabda beliau saw : “Dijadikan kesenanganku adalah shalat”. Shalat
merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan “Shalat adalah Cahaya”,demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yangdiawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyumaka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa-dosanya, lalu ia ruku’,bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah NaunganKelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatuibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa,Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’,Sujud,khusyu,
Tuma’ninah....., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna.
Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya
kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna
ini..., tak luput...., tak luput..., tak luput...., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali..

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw...
“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya....”,
kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah
termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?,
Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilanRasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangiRasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul sawbersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allahtelah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAHPANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal 24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi
panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi
panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan
beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt...

Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat
perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekorlagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yangpaling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini,bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya luntur menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia ditambah lagi.. dan lagi..., tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnyalagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Untahampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, danSofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagiyang lebih dicintainya selain Muhammad saw..

Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ramelakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkatabahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (ShahihBukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi merekatempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walautelah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu,demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.
Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat
engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : KulihatRasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480). Alangkah besarpenghormatan para sahabat pada tempat tempat yang disentuh Tubuh Rasulullah saw,

Bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimanasabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (ShahihBukhari hadits no.3854).

Betapa Indahnya Alam semesta ini semua beridolakan Muhammaa saw, mencintai
Muhammad saw, Memuliakan Muhammad saw, tak lain karena Allah telah
mengumumkannya, sebagaimana Sabda beliau saw : “Bila Allah mencintai seorang
Hamba maka Allah berkata kepada Jibril as : WAHAI JIBRIL, AKU MENCINTAI FULAN MAKA CINTAILAH IA”, maka berkatalah Jibril as menyeru kepada Alam Semesta :“Wahai Penduduk Langit, Sungguh Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah ia,maka diberikanlah padanya Kasih sayang dimuka Bumi, maka ia dicintai dibelahanBumi” (Shahih Bukhari hadits no.3037, 5693, 7047).
Dan kita memahami bahwa Pengumuman itu terus berkumandang mengumumkan
orang-orang yang dicintai Allah, dan tentunya pengumuman itu bergema terluhur danterdahsyat saat mengumumkan Nama Muhammad saw....!, Maka Beliau saw dicintai Gunung, dicintai batang korma, hewan, manusia, jin, malaikat, dan orang-orangmukmin.. Beruntunglah Jiwa orang orang yang mencintai Muhammad saw.

“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS
NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH
KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM”
(QS Al Ahzab-56)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar