Rabu, Juli 29, 2009

FIQH IMAM SYAFI'I (5)
Oleh: Alhabib Shodiq bin Abubakar Baharun


BAB PUASA

Bismillahirrahmanir rahiim

Allah berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
(QS. Al Baqarah:183)

Ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa’i dan Al Baihaqi dari Abu Huroiroh, yang artinya:
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa pada-Nya. Sepanjang bulan Ramadhan itu dibuka segala pintu syurga dan ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan…”.



Pengertian Puasa

Puasa artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Waktu diwajibkannya berpuasa pada tahun ke-2 hijriyah yaitu pada bulan Sya’ban dan Rasulullah s.a.w berpuasa selama 9 kali Ramadhan.



Puasa Wajib

Puasa bulan Ramadhan, puasa kifarat, puasa nadzar, puasa qodo’ dan puasa haji serta umroh untuk menggantikan dari fidyah.



Puasa Sunat

1. Puasa 6 hari ba’da bulan Syawal (harus urut, boleh di awal, tengah atau di akhir).

2. Puasa Hari Arafah (tanggal 8 atau 9 Dzulhijjah).

3. Puasa Hari Asyura pada 10 Muharam dan 9 Muharam.

4. Puasa bulan Sya’ban (afdolnya 1 bulan penuh atau beberapa hari saja).

5. Puasa Isnin dan Khomis (Senin dan Kamis).

6. Puasa tengah bulan yaitu 13, 14, 15 pada bulan qamariah (tahun Hijriyah).

7. Puasa tanggal 1 – 9 bulan Dzulhijjah.



Puasa Makruh

1. Puasa yang terus-menerus sepanjang masa (kalau tidak ada amalan).

2. Puasa hari Sabtu tanpa dibarengi dengan hari Jum’at atau hari Ahad.



Puasa Haram

1. Dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha)

2. Hari tasyriq 11, 12, 13 Dzulhijjah.

3. Hari syak (Ragu) yaitu tanggal 30 akhir bulan Sya’ban.



Pekerjaan yang Makruh di Bulan Puasa

1. Sikat gigi setelah subuh sampai terbenam matahari (apabila dilakukan dan sampai masuk tenggorokan, maka puasanya batal).

2. Buang air besar setelah subuh sampai terbenam matahari (apabila dilakukan sewaktu membuang hajat sebelum tuntas keluar dan sisa kotoran itu masuk lagi ke lubang dubur, maka puasanya batal).



Syarat Syahnya Berpuasa

1. Islam

2. Aqil (berakal)

3. Bersih dari haid dan Nifas (suci)

4. Mengetahui tentang waktunya berpuasa, waktunya dari terbitnya Fajar Shodiq (awal waktu shubuh) sampai terbenamnya matahari (bulatannya) secara menyeluruh (awal waktu maghrib).



Syarat Wajib Berpuasa

1. Islam (maka kafir tidak wajib berpuasa).

2. Taklif / baligh dan berakal (maka anak kecil dan orang gila tidak wajib berpuasa).

3. Mampu dhohir dan bathin (maka orang yang berumur tua kurang lebih 70 tahun atau orang yang sakit yang kata dokter tidak bisa sembuh tidak wajib puasa).

4. Sehat jasmani.

5. Orang yang bermukim (kalau musafir / orang yang berpergian melebihi 82 km) maka tidak wajib berpuasa asalkan dalam berpergian tidak niat maksiat.



Rukunnya Berpuasa

1. Niat berpuasa setiap hari waktunya dari habis maghrib sampai imsak (sebelum adzan shubuh) dan niatnya:
“Nawaitu souma ghodin ‘an adai fardli syahri romadhona hadhihi sanati Lillahi ta’ala”

Menurut Madzhab Syafi’i:
“Kita dianjurkan niat satu bulan penuh di tanggal satu Ramadhan untuk menghindari kalau kita lupa niat puasa dihari-hari berikutnya, tapi kita diwajibkan berniat puasa di setiap hari kalau kita ingat. (satu bulan penuh ghadin diganti syahrakulahaa) .

2. Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa dalam keadaan sadar dan mengetahui tentang yang membatalkan puasa.

3. Orang yang berpuasa (dirinya sendiri).



Yang Membatalkan Puasa

1. Makan dan minum dengan sengaja.

2. Jimak dengan disengaja dan sadar.

3. Murtad (keluar dari Islam).

4. Haid (darah yang keluar seteiap bulan untuk kaum wanita).

5. Nifas (darah yang keluar setelah melahirkan).

6. Melahirkan (walaupun segumpal darah atau daging / keguguran).

7. Gila (hilang ingatan) walaupun sebentar.

8. Pingsan dan ayan (kurang lebih 5 jam).

9. Mabuk (kurang lebih 5 jam).

10. Suntik / injeksi pada bagian tubuh di atas pusar.



Macam-macam Hukum untuk Membatalkan Puasa

Wajib :
Untuk wanita haid dan nifas dan melahirkan (wiladah).

Jaiz atau diperbolehkan :
Untuk orang yang berpergian luar kota dengan niat tidak untuk berbuat maksiat dan sakit dan jarak berpergiannya 82 km.

Tidak wajib dan tidak jaiz :
Untuk orang gila.

Haram :
Seperti orang yang mempunyai hutang puasa di tahun yang telah lewat dan mampu untuk mengqodho puasa tapi tidak berpuasa sampai datangnya bulan Ramadhan lagi.



Macam-macam Qodho dan Fidyah (denda) untuk Orang yang Berpuasa

Yang pertama.
Wajib mengqodho puasa dan membayar fidyah / denda (hanya berupa beras 1 mud (dua tangan digabung) kurang lebih ¾ kg dan diberikan kepada fakir miskin:

1. Berbuka puasa karena takut / mengkhawatirkan keadaan orang lain seperti menyelamatkan hewan / orang yang tenggelam dan wanita yang menyusui atau wanita hamil. Jika karena takut / mengkhawatirkan diri sendiri maka hanya diwajibkan mengqodho saja, sedangkan kalau takut keduanya (dirinya dan orang lain) maka wajib mengqodho dan bayar fidyah / denda.

2. Orang yang mempunyai hutang puasa di tahun yang telah lewat dan mampu mengqodho puasa tapi tidak berpuasa sampai datangnya bulan Ramadhon lagi.

Mabuk dengan cara bermaksiat.


Yang kedua:
Wajib mengqodho tanpa mengeluarkan fidyah:

1. Seperti orang pingsan dan ayan.

2. Meninggalkan niat puasa tanpa sengaja dan lupa niat 1 bulan penuh.

3. Yang sengaja membatalkan puasa (asalkan tidak melakukan maksiat)


Yang ketiga:
Diwajibkan mengeluarkan fidyah tanpa mengqodho puasa bagi orang tua yang berumur kurang lebih 70 tahun ke atas dan tidak mampu berpuasa. Bagi orang sakit yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya.


Yang keempat:
Yang tidak diwajibkan mengqodho puasa dan mengeluarkan fidyah bagi orang gila yang tidak bisa diharapkan sembuh.



Bab yang Tidak Membatalkan Puasa Apabila Masuk Dilubang Tubuh

1. Yang masuk dilubang tubuh dalam keadaan lupa (tanpa sengaja).

2. Bodoh (tidak mengetahui hukum tentang berpuasa dan jauh dari para ulama’).

3. Dipaksa (apabila dia tidak mampu melawan, tidak ada yang membantu dan tidak ada pilihan lain).

4. Ketelan sisa-sisa makanan yang ada disela-sela gigi dengan syarat dia sudah membersihkannya.

5. Masuknya debu jalanan dan debu tepung ke dalam hidung dan mulut walaupun banyak.

6. Membuka mulut sehingga kemasukkan lalat dan sejenisnya, tapi seukuran lalat atau lebih kecil disengaja atau tidak disengaja walaupun banyak.



Bab yang Menghilangkan Pahala Puasa

1. Berbohong

2. Mengadu domba

3. Membicarakan aib orang lain

4. Semua perbuatan dosa kecil maupun besar

5. Jika seseorang mempunyai hutang puasa tapi belum ada kesempatan untuk mengqodho (membayar) kemudian dia meninggal, maka walinya diperbolehkan untuk mengqodho (membayar) atau menggantikan dengan mengeluarkan 1 mud (2 tangan digabungkan) kira-kira ¾ kg. (Seperti yang tertera di kitab taqrirot assadinah)

6. Tidak boleh makan atau minum tatkala adzan shubuh, maka puasanya batal dan wajib mengqodho karena adzan shubuh yang ada disekitar kita itu sendiri sudah melebihi waktu fajar.



Sunnah Berpuasa Ramadhan, diantaranya:

1. Mempercepat berbuka (yaitu ketika yakin terbenamnya matahari /mendengar adzan langsung berbuka walaupun sekedarnya).

2. Sahur walaupun dengan seteguk air.

3. Mengakhirkan sahur (yaitu makan dan minum sebelum adzan shubuh kurang lebih ½ jam).

4. Berbuka dengan sesuatu yang manis.

5. Berbuka dengan kurma dan jumlahnya ganjil.

6. Berdoa tatkala berbuka.

7. Memberi makanan / minuman untuk orang yang berpuasa.

8. Beramal sholeh.




Artikel sebelumnya tentang Fiqh Imam Syafi'i:

a. Seri 1
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqh-imam-syafii-1.html

b. Seri 2
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqh-imam-syafii-2.html

c. Seri 3
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqih- imam-syafii-3.html

d. Seri 4
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqh-imam-syafii-4.html
__._,_.___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar