Rabu, Juli 22, 2009

Jawaban Habibana Munzir tentang pertanyaan CAPRES.



Saudaraku yg kumuliakan,
maaf saya lama tidak online karena di Madinah selama beberapa hari yg lalu, memang diantara dua capres, keduanya muslim, pria, dan keduanya tidak terlalu banyak berbeda, namun Yusuf Kalla lebih menyolok dalam keperduliannya terhadap islam, dan beliau selalu hadir di event besar majelis Rasulullah saw tanpa diundang, beliau lihat baliho di jalan lalu langsung perintahkan sekprinya untuk menghubungi sekertariat MR apakah beliau boleh hadir?, maka kita menyambut hangat niat mulia seorang wapres yg demikian itu,

kejadian itu jauh sebelum pemilu, sekitar 2 tahun yg lalu.. dan saya sendiri melihat akhlah mulia beliau dan penghormatannya yg belum pernah saya lihat pejabat apalagi tingkat Ring 1 sampai sedemikian santunnya,

beliau makan bersama murid murid saya, anak anak yatim, anak anak papua, makan dari makanan kotak berisi makanan sederhana, duduk bersama kita dg sendok plastik dan aqua plastik, sama rata dg para fuqara, dan terlihat tidak dibuat buat.

beliau tidak suka protokoler, dan beliau menyesuaikan diri dg kita, sebagaimana acara acara kita di Istiqlal, monas yg beberapa kali dihadiri beliau, para paspampres dan sekpri nya mengajukan aturan acara, harus mulai jam sekian, harus selesai jam sekian, wapres sambutan jam sekian..

semua saya tolak, saya katakan kalau beliau mau hadir ikuti acara kami, saya mulai jam sekian, selesai jam sekian, sambutan beliau jam sekian, jika beliau berkenan hadir jam berapa saja silahkan, jika akan meninggalkan majelis maka mesti selepas maulid dan ceramah saya, jika tidak berkenan karena ada skedul lain, maka baiknya hadir di event lainnya.

maka ketika hal itu diajukan pada beliau, beliau malah ikut saja dan setuju, dan beliau datang di awal acara dan keluar saat selesai acara.

maka saya menyenangi beliau..

namun saudaraku, secara fikiran yg bijaksana, tidak mustahil SBY pun demikian, namun karena saya belum mengenalnya dg dekat saja, bisa saja SBY tidak seperti yusuf kalla, tapi bisa saja sama seperti JK, atau mungkin lebih santun lagi, saya tidak bisa mengambil kesimpulan mana yg lebih baik kecuali jika telah jumpa dg keduanya.

maka memang selama ini MR condong pada JK, karena belum mengenal SBY.

namun jika Allah menghendaki SBY sebagai presiden kembali, kita doakan saja semoga kebaikannya yg masa lalu tetap terjaga, dan kesalahannya yg masa lalu diperbaiki oleh Allah swt.

dan kita tidak berfihak dg mutlak kpd salah satu, siapapiun yg memimpin negara ini selama ia muslim maka ia pemimpin kita

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar