Jumat, Maret 26, 2010

Cinta Kepada Ahlul Bayt Nabi SAW.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Bismillahirrohmanirrahim alhamdullilahhirobbil'alam
iin washolatu wassalamu 'alaa asyrofil an'biyai wal mursaliin Habibina wa syafiina Muhammadin SAW wa 'alaa alihi wa shohbihi wa sallim ajma'iin,amma ba'du..

Setelah kita tahu siapa Ahlul Bayt Nabi Muhammad SAW dalam catatan alfaqir sebelumnya,sekarang mari kita telaah mengapa kita harus cinta dan mengikuti jejak langkah ajaran ahlul bayt Nabi SAW.Mari kita mulai dengan keistimewaan yang Allah SWT berikan pada mereka.Ahlul bayt memiliki keistimewaan dari Allah bukan karena dirinya tetapi karna dalam darah ahlul bayt ada darah Rasul yang mulya, darah daging Rasul ada pada keturunannya,sedangkan segala apa yang ada pada rasul itu istimewa dan khusus sehingga otomatis keturunan Beliau SAW punya keistimewaan dari Allah SWT.

Allah SWt berfirman,artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu (wahai Muhammad SAW) dialah yang (nasab/keturunannya) terputus." (QS.AlKautsar:3)

Dari Zain bin Arqam berkata Rasulullah bersabda: "Amma ba'du. Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Utusan Tuhanku (Malaikat Maut) hampir tiba dan aku harus memenuhi panggilanNya. Aku tinggalkan pada kalian Ath-thaqalain (dua bekal berat). Yang pertama adalah Kitabullah (Al-Quran) , di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya terang. Maka amalkan dan berpeganglah padanya". "Dan ahlul-baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah mengenai ahlul-baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah mengenai ahlul-baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah mengenai ahlul-baitku".(Shahih Muslim).

Allah SWT berfirman :

"Katakanlah (wahai Muhammad) aku tidak minta pada kalian penghargaan atas risalah ini, kecuali kecintaan kalian pada keluargaku" (QS Assyuura 23).

Hadis Al Hakim berasal dari Zaid bin Arqam r.a.,

".. Mereka (ahlul bait) adalah keturunanku, dicipta dari darah dagingku dan dikurniai pengertian serta pengetahuanku. Celakalah orang dari umatku yang mendustakan keutamaan mereka dan memutuskan hubungan denganku melalui (pemutusan hubungan dengan) mereka. Kepada orang-orang seperti ini, Allah SWT tidak akan menurunkan syafaatku (pertolonganku)"

Ad-Dailami meriwayatkan hadis dari Ali RA yang menyebut sabda Rasulullah SAW: "Di antara kalian yang paling mantap berjalan di atas sirath ialah yang paling besar kecintaannya kepada ahlul-baitku dan para sahabatku"


Hadis riwayat At -Thabarani dan lain-lain: "Belum sempurna keiimanan seorang hamba Allah sebelum kecintannya kepadaku melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri; sebelum kecintannya kepada keturunanku melebihi kecintaannya kepada keturunannya sendiri; sebelum kecintaannya kepada ahli-baitku melebihi kecintaannya kepada keluarganya sendiri, dan sebelum kecintannya kepada zatku melebihi kecintaannya kepada zatnya sendiri".

Ibnu 'Abbas RA berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Cintailah Allah atas kenikmatannya yang diberikanNya kepadamu sekalian dan cintailah aku dengan mencintai Allah dan cintailah ahlul-baitku karena mencintaiku"

Allah SWT berkenan melebihkan para Imam Ahlul Bayt keturunan Nabi Muhammad SAW kepahaman dalam urusan agama dengan ketekunan mereka dalam beribadah dan sifat lembut lagi jujur disertakan akhlaq yang mereka ikuti dari para pendahulunya hingga kepada Rasulullah sebagai suri Tauladan yang secara turun temurun didikan akhlaq mereka dlm keluarga diterapkan begitu ketat dan istiqomah.sebut saja diantara mereka,diantaranya Imam Ali bin Abi Thalib, Imam Husein ra, Imam Hasan ra, Imam Ali Zainal Abidin Assajjad ra, Imam Muhammad Al Baqir ra,Qutbul Ghauts Assayyid Al Imam Abdul Qadir Aljailaniy quddusullah,juga Al Imam Abul Hasan Asyadzili rahimahullah, dan banyak lagi.

Dalam madzhab Imam Syafei RA mengakui keberadaan para ahlul bayt sebagaimana Imam Bukhari seorang ulama ahli hadist yang bermadzhab syafei,beliau menyebut Imam Ali bin Abi Thalib bukan dengan Radhiyallahu 'anhu tapi dengan alaihissalam, demikian pula Imam Syafii menyebut Imam Ali dengan alaihissalam,dan Imam Syafii juga mengambil sanad shalat qiyamullail nya pada Imam Ali Zainal Abidin, yaitu 500 rakaat setiap malamnya, Imam Syafii melakukannya, dan banyak lagi hal hal yg mereka panut dari Imam Imam Ahlul Bait.dan para Imam Imam Ahlul Bait semacam Imam Umar Bin Abdurrahman alAthas,Hujjatul Islam Al Imam Haddad, Hujjatul Islam Al Imam Abubakar bin Salim, dan banyak lagi.dan Madzhab syafii menjadi rujukan hampir 90% Imam Imam Ahlul Bait di dunia, maka tentunya kita yg ingin memanut mereka hendaknya mengambil madzhab syafii dalam fiqih.mengenai jalan menuju keridhoan Allah swt untuk mencapai khusyu dll tentunya kita mempunyai Thariqah, yaitu Thariqah Alawiyyah.dan tentu pada hakikatnya Imam Syafii ra tidak membuat ajaran sendiri, kesemuanya adalah ajaran Rasulullah saw.

Berkata Imam Syafei RA 'Jika aku disebut-sebut Rafidhy hanya karena mencintai keluarga keturunan Rasulullah SAW, maka saksikan wahai manusia dan jin bahwa aku adalah seorang Rafidhy.' Maksud ucapan ini membuktikan bahwa Imam Syafii adalah pecinta ahlul bait, dan pecinta ahlulbait tidak mesti rafidhiy.,ucapan ini menyatakan bahwa dirinya bukan rafidhiy, dan menghimbau agar orang orang jangan sampai takut disebut rafidhiy hanya karena mencintai ahlulbait.Semua orang tahu bahwa Imam syafii memuliakan sahabat, mengambil hadits2 riwayat Abu hurairah, Abubakar, usman, radhiyallahu anhum ajmaiin.

Kecintaan kita kepada Ahlulbait Rasul saw bukan karena pribadi mereka, tapi karena kecintaan kita pd Rasul saw, oleh sebab itu cinta kita pd mereka terkait dg norma norma syariah yg dibawa oleh Rasul saw,sering kecintaan kita pada ahlulnait Rasul saw justru merupakan pengrusakan bagi mental mereka, misalnya terlalu dibedakan, dituruti seluruh ucapan dan perintahnya walaupun salah.

Ahlulbait keturunan Rasul saw bukanlah ma'sum, mereka bukan Nabi yg terlindung dari kesalahan dan dosa, ada diantara mereka dalam faham syi'ah, ada yg faham wahabiy, ada yg liberal, walaupun sebagian besar masih dalam jalur Ahlussunnah waljamaah, dan hingga saat ini pemegang sanad hadits terbanyak ada pada kalangan ahlulbait Rasul saw yg masih menyimpannya dan menjadi marja' sanad sanad hadits Rasul saw.

Maka bila kita lihat ada keturunan Rasul saw yg salah arah, tentunya bukanlah kita memusuhinya, tapi berusaha menolongnya dari kesesatan, bila kita tidak mampu maka berdoalah agar ia mendapat hidayah dari Allah, karena mendoakan mereka tentunya bentuk hakikat kecintaan kita pd Rasul saw.

Kira kira seperti itulah cinta kita kepada Rasul saw, tuntutan dari Allah swt untuk mencintai keluarga Rasul Nya, namun tentunya kecintaan dengan menuntun mereka pada jalan yg lurus. dan bukan sebaliknya.

wallahu a'lam

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar