Jumat, Oktober 15, 2010

Pemandangan Yang Indah.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pemandangan Yang Indah

Akhlak Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam sangat indah dan tidak ada yang lebih indah dari akhlak beliau. Dan kita telah mendengar sebuah riwayat dari sayyidina Anas bin Malik Ra:

مَا نَظَرْناَ مَنْظَرًا كاَنَ أَعْجَبَ إِلَيْنَا مِنْ وَجْهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Kami belum pernah melihat pemandangan yang lebih menakjubkan dari wajah nabi shallallahu 'alaihi wasallam"

Wajah orang yang paling khusyu', jiwanya yang selalu hadir bersama Allah, selalu bermunajat kepada Allah, yang berlemah lembut kepada semua manusia baik kawan atau pun lawan, kepada semua hewan dan tumbuhan dan semua makhluk Allah subhanahu wata'ala. Demikian manusia yang paling berhak untuk kita jadikan idola, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa salah seorang sahabat nabi, sayyidina Abi Jahifah Ra berkata : "ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lewat, para sahabat meraih tangan Rasulullah dan mengusapkan ke wajah mereka, dan aku pun mengikuti perbuatan mereka juga maka kuusapkan tangan Rasulullah di wajahku dan kurasakan tangan beliau begitu menyejukkan wajahku, dan tidak pernah kutemukan kain yang lebih lembut dari telapak tangan beliau". Diriwayatkan oleh sayyidina Anas bin Malik Ra beliau berkata:

مَا مَسَسْتُ حَرِيْرًا وَلَا دِيْبَاجًا أَلْيَنُ مِنْ كَفِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا شَمِمْتُ رِيحًا قَطُّ أَوْ عَرْفًا قَطُّ أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ أَوْ عَرْفِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


"Aku tidak pernah menyentuh sutera dan pakaian sutera yg lebih lembut daripada telapak tangan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku tidak pernah mencium bau yg lebih harum daripada bau Nabi shallallahu 'alaihi wasallam"

Dan diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dan lainnya bahwa para sahabat berkata: "tidak pernah kami menemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam". Secara logika dan ilmiah kita tau bahwa keringat itu keluarnya dari kotoran sel, kalau seandainya sampah-sampah sel yang keluar dari tubuh sang nabi lebih wangi dari minyak wangi, maka sungguh indahnya ciptaan Allah yang satu ini, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Oleh sebab itu Allah subhanahu wata'ala berfirman :

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

(القلم : 4 )

" Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" ( QS. Al Qalam: 4)

Dan Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

(الأحزاب :45-46 )

"Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi" ( QS. Al Ahzab: 45-46)

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سُرَّ اِسْتَنَارَ وَجْهُهُ حَتَّى كَأَنَّ وَجْهَهُ قِطْعَةُ قَمَرٍ

"Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bila gembira wajahnya bercahaya seperti bulan purnama"

Dan di dalam riwayat Al Imam Tirmidzi disebutkan : "seakan-akan matahari dan bulan beredar di wajah beliau shallallahu 'alaihi wasallam", karena indahnya wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Diriwayatkan juga di dalam Shahih Muslim bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat alqur'an (ucapan nabiyullah Ibrahim As):

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

(إبراهيم:36 )

"Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Ibrahim: 36)

Kemudian Rasulullah membaca ayat al qur'an lagi (ucapan nabi Isa As):

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

(المائدة : 118 )

" Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana " ( QS. Al Maidah : 118 )

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya, menangis dan berdoa:

اَللَّهُمَّ أُمَّتِيْ أُمَّتِيْ

"Wahai Allah, tolonglah ummatku, tolonglah ummatku"

Kemudian malaikat Jibril As turun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Rasul, Allah bertanya apa yang membutmu menangis?" Allah subhanahu wata'ala Maha Tau keadaan beliau- , namun Allah mengutus Jibril As kepada Rasulullah agar beliau mengeluarkan isi hatinya, apa yang menyebabkan beliau menangis. Maka Rasulullah berkata: "Nabi Ibrahim As berlepas diri dari ummatnya yang pendosa, begitu pula nabi Isa As, namun aku tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari ummatku yang pendosa, aku tidak mampu mengatakan seperti yang telah diucapkan nabi Ibrahim dan nabi Isa (QS. Ibrahim: 36 dan QS. Al Maaidah: 118)". Maka malaikat Jibril kembali kepada Allah dan Allah subhanahu wata'ala memberi salam kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian malaikat kembali kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, wahai Rasulullah Allah subhanahu wata'ala telah menyampaikan kepadamu:

إِنَّا سَنُرْضِيْكَ فِي أُمَّتِكَ وَلَا نَسُوؤُكَ

" Kami telah meridhoi umat-mu dan tidak akan menyakitimu"

Maka di saat itu tenanglah perasaan nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun sebelum itu beliau menangis karena tidak bisa berlepas diri dari ummatnya yang berdosa, beliau masih infin menyelamatkannya, maka Allah berikan hak syafaat kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk ummatnya yang pendosa, inilah idola kita sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Maka ketika kaum Thaif melempari nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, padahal Rasulullah sangat mampu untuk mengangkat tangannya dan berdoa kepada Allah untuk mencelakakan kaum Thaif, bahkan Allah telah memerintahkan kepada malaikat yang menjaga gunung untuk mengangkat gunung, setiap makhluk dijaga oleh para malaikat, dan manusia dijaga oleh dua malaikat (Raqib dan Atid), paling sedikit dua malaikat yang menjaga manusia, namun jika ia banyak beribadah, akan lebih banyak lagi malaikat yang menjaganya. Maka malaikat yang menjaga gunung berkata kepada Rasulullah: "wahai Rasulullah izinkan aku untuk mengangkat gunung dan kutimpakan di atas Thaif", sebagaimana yang telah Allah perbuat kepada kaum nabi Luth, dimana malaikat Jibril mengangkat gunung dan menjadikan bagian atas berada di bawah dan sebaliknya kemudian menimpakannya pada kaum nabi Luth. Maka Rasulullah berkata: "jangan engkau hukum mereka, aku masih berharap barangkali keturunan-keturunan mereka ada yang mendapatkan hidayah". Apa yang diperbuat oleh kaum Thaif kepada Rasulullah?, ketika Rasulullah berjalan, mereka berbaris di kiri kanan dan terus melempari kaki Rasulullah dengan batu, sehingga kaki Rasulullah berlumuran darah dan beliau terjatuh, maka mereka menyuruh beliau bangun dan berjalan lagi kemudian kembali melempari beliau dengan batu demikian seterusnya yang dilakukan kaum Thaif kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Setelah beliau keluar dari Thaif mereka menyuruh anak-anak untuk mengejar dan melempari beliau dengan batu, seakan-akan anak-anak itu mengejar-ngejar orang gila. Mengapa kaum Thaif berbuat demikian?, karena patung-patung yang mereka sembah berbicara, patung-patung itu dimasuki oleh syaitan, jin dan iblis untuk berbicara bahwa nabi Muhammad adalah pendusta. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengadu kepada Allah dengan mengatakan: "wahai Allah, mengapa Engkau jadikan syaitan dapat mempengaruhi patung-patung itu sehingga bisa berbicara dan mendustakan aku?!", namun Rasulullah hanya berkata : " Wahai Allah kemana lagi aku akan pergi, aku menuju kepada sahabat-sahabatku, mereka dibantai, aku pergi kepada musuh-musuhku, mereka memerangi dan menyiksaku, namun selama Engkau tidak marah kepadaku maka aku tidak peduli apa yang terjadi padaku". Begitu indahnya sang nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahkan beliau berkata : "yang kuharapkan barangkali kelak keturunan mereka mendapatkan hidayah". Subhanallah, Rasulullah masih peduli pada semua yang masih ada di janin musuh-musuhnya barangkali bisa diselamatkan dan mendapatkan hidayah, demikian indahnya idola kita sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Semoga aku dan kalian menjadi gelombang dalam dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Amiin Allahumma Amiin.

(Ringkasan Tausyiah Habib Munzir)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar