Jumat, Oktober 15, 2010

Qasidah Yaa Robbiy Alimal Haal.

يَا رَبِّ يَا عَالِمَ الْحَالْ


يَا رَبِّ عَالِمَ الْحَـالْ

Wahai Allah yang mengetahui hal hamba



إِلَيْكَ وَجَّهْتُ اْلآمـَالْ

Kepada-Mu aku hadapkan segala cita-cita



فَامْنُنْ عَلَيْناَ بِاْلإقْبـَالْ

Kurniakanlah kami nikmat perkenan dari-Mu



وَكُنْ لَناَ وَاصْلِحِ الْبـَالْ

Serta belas kasihan dan tenteramkan hati kami



يَارَبِّ يَا خَيـْرَ كـَافِي

Wahai Allah yang Maha mencukupi



اُحْلُـلْ عَلَيْنـَا الْعَـوَافِي

Berilah kami sihat afiat



فَلَيْسَ شَيْء ثَمَّ خـَافِي

Kerana tiada yang sulit atas-Mu



عَلَيْكَ تَفْصِيْلُ وَاجْمـَالْ

Segala sesuatu dalam pengetahuan-Mu


وَقَـْد أَتـَاكَ بِعُـذْرِه

Ia telah datang pada-Mu dengan dosa



وَبِانْكِسـَارِهِ وَفَقْـرِه

Dan kesedihan dan kefakirannya



فَاهْزِمْ بِيُسْـرِكَ عُسْـره

Angkatlah dengan kemudahan-Mu segala kesusahannya


بِمَحْضِ جُوْدِكَ وَاْلإِفْضَالْ

Dengan Berkat kemurahan dan kurnia-Mu


وَامْـنُنْ عَلَيـْهِ بِتَوْبـَةْ

Kurniakanlah padanya taubat



تَغْسِلْهُ مِنْ كُلِّ حَوْبـَةْ

Yang dapat menghapus segala dosa


وَاعْصِمْهُ مِنْ شَرِّ أَوْبـَةْ

Jagalah ia dari segala bahaya



لِكُلِّ مَا عَنْهُ قَدْ حـَالْ

Dari segala yang akan menimpa padanya



فَأَنْتَ مَـوْلَى الْمَـوَالِي

Engkau adalah Tuhan seluruh hamba



الْمُنْـفَرِدُ بِـالْكَمـَالِ

Yang Esa dalam kesempurnaanMu



وَبِـالْعُـلَى وَالتَّعـَالِي

Dalam ketinggian dan keagunganMu


عَلَوْتَ عَنْ ضَرْبِ الأَمْثَالْ

Maha suci Allah dari semua keserupaan



جُوْدُكَ وَفَضْلُكَ وَبِـرُّكَ

Kemurahan, kurnia, dan kebaikan-Mu



يُرْجَى وَبَطْشُكَ وَقَهْـرُكَ

Sungguh sangat di harapkan. Murka dan marah-Mu


يُخْشَى وَذِكْرُكَ وَشُكْـرُكَ

Sungguh sangat di takutkan. Berdzikir dan bersyukur pada-Mu


لاَزِمْ وَحَمْدُكَ وَاْلإِجْـلاَلْ

Adalah lazim, demikian pula memuji dan mengagungkan-Mu



وَصَـلِّ فِي كُلِّ حَالَـةْ

Selawat pada setiap masa



عَلَى مُزِيْـلِ الضَّلاَلـَةْ

Di atas nabi penghapus kesesatan



مَـنْ كَلَّمَتْـهُ الْغَزَالـَةْ

Kepadanya rusa bercakap



مُحَمَّدِ الْهـَادِي الـدَّالْ

Iaitu Muhammad penunjuk jalan



وَالْحَمْـدُ لِلّـه شُكْـرًا

Segala puji bagi Allah sebagai tanda syukur



عَلَى نِعَمٍ مِنْـهُ تَتْـرَى

Atas nikmatNya yang tidak putus



نَحْمَـدُهُ سِـرًّا وَجَهْـرًا

Kami memuji padaNya dengan rahsia dan terang



وَبِـالْغَـدَايَـا وَاْلآصـَالْ

Siang malam setiap waktu

Selasa, Agustus 31, 2010

Thrailer Peringatan Nuzulul Qur'an & Haul Ahlul Badr.

Bersama Majelis Rasulullah Pimpinan Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa dan Jutaan Jamaah Pecinta Allah & RasulNya .. Nuzulul Qur'an & Haul Ahlul Badr .. Monas 17 Ramadhan 1431 H.


Dzikir & Maulid Akbar Monas '08

Di saat Ratusan Ribu Jamaah Berkumpul di Monas Memperingati Maulid Akbar dan Mengumandangkan Lafadz Allah..Allah Terjadi Fenomena Luar Biasa Udara Panas Terik Berubah Menjadi Sejuk Awan Teduh Berarak Menyelimuti Jamaah dan Sebagian Awan membentuk Lafadz 'Allah'...Subhanallah.


QASIDAH SHALALLAHU ALA MUHAMMAD

Jumat, Juni 25, 2010

Keutamaan Surat YAA SIIN.

Assalamu'alaikum wr wb,

Surat Yaasiin terdiri dari 83 ayat,semuanya turun di Makkah kecuali ayat 45 turun di Madinah. Ada beberapa hadits yang secara khusus menerangkan fadhilah surat yassin,diantaranya:

Dari Anas Ra,ia berkata bahwa Rasulullah bersabda 'Tiap sesuatu ada hatinya,adapun hatinya alQur'an adalah surat Yaa siin.Barangsiapa membacanya maka ALLAH mencatatnya seperti pahalanya membaca alQur'an sepuluh kali.'

Dari Aisyah Rha,sesungguhnya Rasul Saw bersabda 'Di dalam alQur'an itu ada suatu surat yang bisa memberi syafaat kepada orang yang membaca dan memberi pengampunan kepada yang mendengarkan,ingatlah! Yaitu surat YAA SIIN yang dalam Taurat dinamakan surat al Mu'ammamah. Rasulullah saw ditanya : ya Rasulullah,mengapa surat YAA SIIN dinamakan al Mu'ammamah ? Beliau saw menjawab: ya,sebab orang yang membaca itu akan mendapatkan kebajikan didunia dan akan dihilangkan bencana diakhirat. Dan surat YAASIIN itu juga dinamakan surat Addaafi_ah dan al Qadliyah karena apabila dibaca bisa menolak perkara yang jelek dan bisa mendatangkan segala hajat'.

Nabi Saw bersabda : 'Barang siapa membaca surat YAA SIIN pada malam Jum'at,maka pagi pagi ia mendapat pengampunan.' (HR.Abu Hurairah RA)

Nabi saw bersabda "MAN MIN MaYYITIN YUQRA'U 'ALAIHI YAA SIIN ILLAA HAWWANALLAHU 'ALAIHI."

'Apabila ada orang akan meninggal dunia kemudian dibacakan surat YAA SIIN maka Allah Swt akan memudahkan keluarnya ruh.'

Dari Anas Ra,sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : 'Barangsiapa masuk makbarah (makam) kemudian membaca surat YAA SIIN maka ALLAH SWT meringankan siksanya ahli kubur sampai satu hari dan memberi berbagai kebajikan.'

Allahu a'lam
Wassalamu'alaikum wr wb.

Keutamaan Surat Al Ikhlas.


بسم الله الرحمن الرحيم


Surat Al Ikhlas
1. Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa,
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadnya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Assalamu'alaikum wr wb,

Surat al IKHLAS atau Qulhu terdiri dari 4 ayat yang turun di Makkah,yang berisi tentang Tauhid murni hanya menerangkan ke Esaan ALLAH SWT yang Maha Tunggal dan tiada sekutu bagiNYA tak ada makhluk yang serupa denganNYA dan ALLAH SWT suci tak beranak tiada diperanakan. Surat ini dengan tegas dan lugas membantah orang kafir yang menyatakan Tuhan mempunyai anak atau yang mengaku dirinya anak keurunan Tuhan. Banyak dari orang kafir yang tersadar setelah membaca surat ini.

Teriwayatkan dalam banyak hadits Nabi Muhammad Saw tentang keutamaan surat al Ikhlas ini.

Rasulullah saw bersabda : 'Barangsiapa yang membaca surat al Ikhlas maka seolah olah i membaca sepertiga al Qur'an.'

Ummul Mukminin sayyidah Aisyah Rha menerangkan dari Nabi saw 'Barangsiapa membacanya sesudah sholat Jum'at,surat al Fatihah 7x al Ikhlas 7x al Falaq 7x dan an Nas 7x maka ALLAH SWT akan melindunginya dari kejahatan sampai ke hari Jum'at yang akan datang.'

Dari sayyidina Ali kwh dari Rasulullah saw 'Barangsiapa hendak pergi musafir kemudian ketika hendak meninggalkan rumahnya ia membaca surah al Ikhlas 11 kali maka Allah swt akan memelihara rumahnya sampai ia kembali.'

Banyak ulama yang menganjurkan agar jika hendak menutup pintu rumahnya dimalam hari bacalah surah al Ikhlas 3x dan sholawat Nabi saw 3x maka Allah swt akan mengutus malaikatNya untuk melindungi rumah itu dari kebakaran dan pencurian..insyaallah.

Surat ini dinamakan al Ikhlas yang artinya bersih atau lepas maka barangsiapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang tulus ikhlas maka ia akan dilepaskan dari kesusahan duniawi dan dimudahkan di dalam proses sakaratul maut serta dihindari dari kegelapan dan kegelapan kubur juga hal hal yang mengerikan di hari kiamat kelak.


Allahu a'lam.
Wassalamu'alaikum wr wb.

Keutamaan Surat Al Falaq Dan An-Naas.


Assalamualaikum wr wb,

Surat Al Falaq
1. Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai Subuh,
2. Dari kejahatan makhluknya,
3. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul
5. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

Surat An Naas
1. Katakanlah : aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia
3. Sembahan manusia
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi
5. Yang membisikan (kejahatan) kedalam dada manusia
6. Dari (golongan) Jin dan manusia.


Sayyidah Aisyah Rha menerangkan bahwa Nabi saw pada setiap malam apabila hendak tidur beliau membaca surah al Ikhlas,al Falaq dan AnNaas lalu di tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian disapulan ke seluruh tubuh dan kepalanya.

Sayyidina Ali Kwh menerangkan bahwa Rasulullah saw pernah di gigit kala,kemudian beliau mengambil air garam. Dibacakannya surat alFalaq dan AnNaas lalu disapukan ke anggota badan yang di gigit kala tadi.

Dari Uqbah bin Amir menerangkan ketika ia bersama Rasul Saw tersesat dalam suatu perjalanan maka beliau Saw membaca surat alFalaq dan an Naas dan Uqbah pun disuruh beliau Saw membacanya.

Para ulama menganjurkan,barang siapa terkena penyakit akibat perbuatan setan atau manusia maka hendaklah membaca surah alFalaq dan Annaas sebanyak 41 kali selama 3,5 atau 7 hari secara berturut turut.

Dan barangsiapa yang takut akan godaan setan atau manusia atau takut dalam kegelapan malam atau takut kejahatan manusia maka bacalah surah alFalaq dan Annaas sebanyak 100 kali.

Allahu a'lam.
Wassalamualaikum wr wb.

Syarah Makna Wirdullatif.

SYARAH RIWAYAT DAN ARTI WIRD ALLATHIF

قال : قل هو الله أحد والمعوذتين حين تمسي وحين تصبح ثلاث مرات تكفيك من كل شئ " قال الترمذي : حديث حسن صحيح.
Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg membaca Al Ikhlas dan Alfalaq dan Annaas masing masing 3X ketika sore dan pagi maka ia akan terjaga dari segala sesuatu” (Berkata Attirmidziy hadits hasan Shahih).

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ (97)
{ وَقُلْ رَّبِّ أَعُوذُ } أعتصم { بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشياطين } نزغاتهم بما يوسوسون به . وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (98)
{ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ } في أموري ، لأنهم إنما يحضرون بسوء .الجلالين

Firman Allah : “DAN KATAKANLAH WAHAI TUHAN AKU BERLINDUNG PADA MU DARI BISIKAN DAN GODAAN SYAITAN, DAN AKU BERLINDUNG DARI KEHADIRAN MEREKA” (QS Almukminun 97,98)

-وروينا في كتاب ابن السني ، عن محمد بن إبراهيم ، عن أبيه رضي الله عنه قال : وجهنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في سرية ، فأمرنا أن نقرأ إذا أمسينا وأصبحنا : (أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ، فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ، وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ، وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ) [ المؤمنون : 115 ] فقرأنا ، فغنمنا وسلمنا.

Rasul saw menasihati kami dalam suatu peperangan, maka kami diperintahkan membaca diwaktu sore dan pagi : AFAHASIBTUM ANNAMA…, maka kami membacanya, dan kami pulang dengan kemenangan dan ghanimah (HR Ibn Sunniy)

وروينا في " سنن أبي داود " عن ابن عباس رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال : " من قال حين يصبح (فسبحان الله حين تمسون وحين تصبحون وله الحمد في السموات والأرض وعشيا وحين تظهرون. يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي ويحيي الأرض بعد موتها وكذلك تخرجون) [ الروم : 17 ، 18 ] أدرك ما فاته في يومه ذلك ، ومن قالهن حين يمسي أدرك ما فاته في ليلته " لم يضعفه أبو داود ، وقد

berkata Ibn Abbas ra dari Rasulullah saw : “Barangsiapa yg berkata dipagi hari : “FASUBHANALLAHI HIINA TUMSIY… (QS Arrum 17-18), maka Allah akan mengembalikan apa apa yg hilang darinya dihari itu, dan barangsiapa yg membacanya disore hari maka Allah akan mengembalikan apa apa yg hilang darinya di malam hari (hilang darinya bisa berupa pahala yg tercabut, rizki yg tertahan dll) (HR Abu Dawud)
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " من قال حين يصبح ثلاث مرات : أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم ، وقرأ ثلاث آيات من سورة الحشر ، وكل الله تعالى به سبعين ألف ملك يصلون عليه حتى يمسي ، وإن مات في ذلك اليوم مات شهيدا ، ومن قالها حين يمسي كان بتلك المنزلة " (حسن غريب).
Dari Nabi saw yg bersabda : “Barangsiapa yg berkata dipagi hari 3X : Audzubillahissami’il’aliim minassyaythaanirrajiim, dan diteruskan dengan 3 ayat terakhir surat Alhasyr, )Law Anzalna… dst) maka Allah wakilkan baginya 70.000 malaikat yg bershalawat untuknya hingga sore, jika ia wafat dihari itu maka ia wafat sebagai syahid, barangsiapa yg membacanya di sore hari maka mendapat manzilah itu pula (hadits hasan gharib)
فمن قرأ حين خاف مضرّتهما : {سلام على نوح في العالمين إنا كذلك نجزي المحسنين إنه من عبادنا المؤمنين} ما ضرّتاه
barangsiapa yg berkata: salamun ala nuhin fil alamiin…dst, maka ia tak akan disengat kalajengking dan Ular” (Alkassyaaf wal bayaan lil Imam Attsa’labiy)
وروينا في " صحيح مسلم " عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله ما لقيت من عقرب لدغتني البارحة ؟ قال : " أما لو قلت حين أمسيت : أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق لم تضرك ".
ذكره مسلم متصلا بحديث لخولة بنت حكيم رضي الله عنها وهكذا
ورويناه في كتاب ابن السني ، وقال فيه : " أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق ثلاثا لم يضره شئ ".

Dari Abu Hurairah ra : “datang seorang lelaki kepada nabi saw dan berkata : wahai Rasulullah, aku semalam disengat kalajengking.., maka Rasul saw bersabda : Jika kau berdoa di sore hari (atau pagi) : Audzu bikalimatillahittammaati min syarri maa khalaq, maka tak akan menyakitimu” (HR Muslim), pada riwayat Ibn Sunniy dijelaskan 3X
وروينا في " سنن أبي داود " و " الترمذي " عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " ما من عبد يقول في صباح كل يوم ومساء كل ليلة : بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شئ في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم ، ثلاث مرات لم يضره شئ " قال الترمذي : هذا حديث حسن صحيح ، هذا لفظ الترمذي.
وفي رواية أبي داود : " لم تصبه فجأة بلاء ".
Diriwayatkan oleh Ibn Sunniy dan Attirmidziy, dari Utsman bin Affan ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Tiadalah seorang hamba berdoa dipagi setiap hari dan sore setiap petang : Bismillahilladzi….(dst) sebanyak 3X maka ia tak akan diganggu sesuatu” berkata Imam Tirmidziy hadits ini hasan shahih, dan ini lafadh riwayat Tirmidzy, dan pada lafadh riwayat Abu Dawud : Barangsiapa yg membacanya maka ia tak akan mendapat musibah yg datang tiba tiba/dikagetkan musibah.
من قال إذا أصبح اللهم إنى أصبحت منك فى نعمة وعافية وستر فأتم على نعمتك وعافيتك وسترك فى الدنيا والآخرة ثلاث مرات إذا أصبح وأمسى كان حقًّا على الله أن يتم عليه (ابن السنى عن ابن عباس)

Dari Ibn Abbas ra barangsiapa yg berdoa : Allahumma Inniy Ashbahtu….dst, 3X dipagi hari dan di sore hari, maka merupakan kepastian bahwa Allah swt akan menyempurnakan baginya hari itu (HR Ibnussunniy dari Ibn Abbas ra)

وروينا في " سنن أبي داود " بإسناد جيد لم يضعفه عن أنس رضي الله
عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " من قال حين يصبح أو يمسي : اللهم إني أصبحت أشهدك وأشهد حملة عرشك وملائكتك وجميع خلقك أنك أنت الله الذي لا إله إلا أنت ، وأن محمدا عبدك ورسولك ، أعتق الله ربعه من النار ، فمن قالها مرتين أعتق الله نصفه من النار ، ومن قالها ثلاثا أعتق الله ثلاثة أرباعه ، فإن قالها أربعا أعتقه الله تعالى من النار ".
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad Jayyid (baik) dan ia tidak mendhoifkannya, dari Anas ra bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yg berdoa ketika pagi atau sore : Allahumma Inniy Ashbahtu Usyhiduka…dst, maka Allah bebaskan seperempatnya dari neraka, jika ia membacanya 2X maka Allah bebaskan setengah tubuhnya dari neraka, jika ia membacanya 3X maka Allah bebaskan tiga perempat tubuhnya dari neraka, barangsiapa membacanya 4X maka Allah bebaskan ia dari neraka. (Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari)

عن محمد بن النضر قال : قال آدم : يا رب شغلتني بكسب يدي فعلمني شيئاً فيه مجامع الحمد والتسبيح . فأوحى الله إليه : يا آدم إذا أصبحت فقل ثلاثاً ، وإذا أمسيت فقل ثلاثاً . الحمد لله رب العالمين ، حمداً يوافي نعمه ، ويكافئ مزيده فذلك مجامع الحمد والتسبيح
Dari Muhammad bin Annadhr ra berkata : Berkata Adam as : “Wahai Tuhan, aku disibukkan pekerjaanku, maka ajarilah aku sesuatu yg menjadi perpaduan pujian dan tasbih”, maka Allah swt wahyukan padanya : “Wahai Adam, jika dipagi hari maka ucapkanlah 3X : Alhamdulillahi…dst. Maka Itu adalah kumpulan pujian dan Tasbih. (Addurrul Mantsur Lilhafidh Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy, dan adzkar shabah wal masa’ Linnawawiy).

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ وَإِذَا أَمْسَى رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ

Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yg berucap di pagi hari dan sore : Radhiina…, kecuali telah berhak Allah meridhoinya” (HR sunan Abu Dawud).

آمنت بالله العظيم وكفرت بالجبت والطاغوت واستمسكت بالعروة الوثقى لا انفصام لها والله سميع عليم إذا أصبحت ثلاث مرات وإذا أمسيت ثلاث مرات

Dijelaskan pada Attarghiib wattarhiib bahwa dzikir ini jika dibaca 3X dipagi hari dan sore maka akan menjaga dari gangguan Jin.

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ وَإِذَا أَمْسَى حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سَبْعَ مَرَّاتٍ كَفَاهُ اللَّهُ مَا أَهَمَّهُ صَادِقًا كَانَ بِهَا أَوْ كَاذِبًا

Dari Abu Darda ra : barangsiapa dipagi hari atau sore membaca Hasbiyallah…dst 7X, maka Allah akan melindunginya dari apa apa yg dirisaukannya, apakah ia membacanya dengan kesungguhan atau tidak dengan kesungguhan(HR Abu Dawud)

عن أنس ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يدعو بهذه الدعوات إذا أصبح وإذا أمسى : « اللهم إني أسألك من فجأة الخير ، وأعوذ بك من فجأة الشر ، فإن العبد لا يدري ما يفجؤه إذا أصبح وإذا أمسى »

Dari Anas ra bahwa Rasulullah saw berdoa dengan doa doa ini jika pagi dan sore : Allahumma inniy as’aluka…dst, sungguh seorang hamba tak tahu apa yg akan menimpanya dipagi atau sore” (Musnad Abi Ya’la Almuushiliy)

وروينا في " صحيح البخاري " عن شداد بن أوس رضي الله عنه ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " سيد الاستغفار : اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت ، خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت ، أعوذ بك من شر ما صنعت ، أبوء لك بنعمتك علي ، وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت ، إذا قال ذلك حين يمسي فمات من ليلته دخل الجنة ، أو كان من أهل الجنة ، وإذا قال ذلك حين يصبح فمات من يومه...مثله " معنى أبوء : أقر وأعترف

Diriwayatkan pada shahih Bukhari dari syaddad bin Aus ra dari nabi saw yg bersabda : “Pemimpin semua Istghfar adalah : Allahumma anta rabbiy…dst, jika dibaca saat sore lalu ia wafat di malam itu maka ia masuk sorga, jika dibaca dipagi hari lalu ia wafat hari itu maka ia masuk sorga”.
وروينا في كتاب ابن السني ، عن طلق بن حبيب قال : جاء رجل إلى أبي الدرداء فقال : يا أبا الدرداء قد احترق بيتك ، فقال : ما احترق ، لم يكن الله عز وجل ليفعل ذلك بكلمات سمعتهن من رسول الله صلى الله عليه وسلم ، من قالها أول نهاره لم تصبه مصيبة حتى يمسي ، ومن قالها آخر النهار لم تصبه مصيبة حتى يصبح : " اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت عليك توكلت وأنت رب العرش العظيم ، ما شاء الله كان ، وما لم يشأ لم يكن ، لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ، أعلم أن الله على كل شئ قدير ، وأن الله قد أحاط بكل شئ علما ، اللهم إني أعوذ بك من شر نفسي ، ومن شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها ، إن ربي على صراط مستقيم ".
ورواه من طريق آخر ، عن رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ، لم يقل : عن أبي الدرداء ، وفيه : أنه تكرر مجئ الرجل إليه يقول : أدرك دارك فقد احترقت ، وهو يقول : ما احترقت لأني سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول : " من قال حين يصبح هذه الكلمات ، لم يصبه في نفسه ولا أهله ولا ماله شئ يكرهه " ، وقد قلتها اليوم ، ثم قال : انهضوا بنا ، فقام وقاموا معه ، فانتهوا إلى داره وقد احترق ما حولها ولم يصبها شئ ".

Diriwayatkan oleh Imam Ibn Sunniy, dari Thalq bin Hubaib yg berkata : telah datang seorang lelaki kepada Abu darda ra bahwa rumahmu telah terbakar, maka berkata Abu Darda ra : rumahku tidak akan terbakar!, tiada Allah swt akan menjatuhkan hal itu karena kalimat kalimat yg kudengarkan dari Rasul saw, barangsiapa yg membacanya dipagi hari maka ia tak akan terkena musibah hingga petang, barangsiapa mengucapkannya di akhir petang maka tak akan terkena musibah hingga pagi, yaitu Allahumma anta Rabbiy…dst.
Dan diriwayatkan pada jalur lainnya dari seorang lelaki dari sahabat Nabi saw bahwa orang itu datang lagi pada Abu Darda ra dengan mengabarkan hal kebakaran rumahnya, maka Abu Darda ra menjawab : Tidak terbakar, karena Aku dengar dari Rasul saw bahwa barangsiapa yg membaca dipaginya kalimat kalimat ini maka tak akan terkena ia, tidak pula keluarganya, tidak pula hartanya, hal hal yg tak disukainya”, maka kami bersama sama menjenguk rumahnya, sungguh telah terbakar sekitar rumahnya, dan rumahnya tak disentuh api.

وروينا فيه عن أنس رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لفاطمة رضي الله عنها : " ما يمنعك أن تسمعي ما أوصيك به ؟ تقولين إذا أصبحت وإذا أمسيت : يا حي يا قيوم بك أستغيث فأصلح لي شأني كله ولا تكلني إلى نفسي طرفة عين " (حسن)

Dari anas ra : bersabda Rasulullah saw pada Fathimah Azzahra ra : kiranya tak ada yg menghalangimu dari apa apa yg kuajarkan agar kau membaca dipagi hari dan sore hari : Yaa Hayyu Yaa Qayyum…dst.(hadits hasan) (Al Adzkar Imam Nawawi)

قال : دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم المسجد ، فإذا هو برجل من الأنصار يقال له : أبو أمامة ، فقال " يا أبا أمامة ! ما لي أراك جالسا في المسجد في غير وقت صلاة ؟ " قال : هموم لزمتني وديون يا رسول الله ، قال : " أفلا أعلمك كلاما إذا قلته أذهب الله همك وقضى عنك دينك " قلت : بلى يا رسول الله ، قال : " قل إذا أصبحت وإذا أمسيت : اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن وأعوذ بك من العجز والكسل ، وأعوذ بك من الجبن والبخل ، وأعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال " قال : ففعلت ذلك ، فأذهب الله تعالى همي وغمي وقضى عني ديني (حسن).

Rasul saw masuk ke masjid, maka terlihatlah seorang lelaki dari Anshar yg bernama Abu Umamah ra, maka bersabda Rasulullah saw : Wahai Abu Umamah, mengapa kulihat maku duduk di masjid di selain waktu shalat..?”, ia menjawab : “gundah.. aku dijerat hutang wahai Rasulullah..”, maka bersabda Rasulullah saw : ”maukah kau kuajari kalimat yg jika kau ucapkan maka Allah akan menghilangkan gundahmu dan terselesaikan hutangmu?”, maka Abu Umamah ra : “ajari aku wahai Rasulullah..”, maka Rasul saw bersabda : “Jika di pagi harimu dan sore harimu ucapkanlah : Allahumma inniy…dst.
Maka berkata Abu Umamah ra : kulakukan itu maka Allah menghilangkan gundahku dan dan terselesaikan hutangku” (Hadits hasan). (Al Adzkar Imam Nawawi)

بن عمر رضي الله عنهما قال : " لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم يدع هؤلاء الدعوات حين يمسي وحين يصبح : " اللهم إني أسألك العافية في الدنيا والآخرة ، اللهم إني أسألك العفو والعافية في ديني ودنياي وأهلي ومالي ، اللهم استر عوراتي وآمن روعاتي ، اللهم احفظني من بين يدي ومن خلفي ، وعن يميني ، وعن شمالي ، ومن فوقي ، وأعوذ بعظمتك أن أغتال من تحتي " قال وكيع : يعني الخسف.
قال الحاكم أبو عبد الله : هذا حديث صحيح الإسناد.

Berkata Ibn Umar ra : bahwa Nabi saw tak pernah meninggalkan doa doa ini ketika pagi dan sore, Allahumma inniy… dst
Berkata Imam Hakim hadits ini sanadnya Shahih. (Al Adzkar Imam Nawawi)

قال سمرة بن جندب ، : ألا أحدثك حد
قال سمرة بن جندب ، : ألا أحدثك حديثا سمعت من رسول الله صلى الله عليه وسلم مرارا ، ومن أبي بكر مرارا ، ومن عمر مرارا ؟ قلت : بلى قال : « من قال إذا أصبح وإذا أمسى : اللهم أنت خلقتني ، وأنت تهديني ، وأنت تطعمني ، وأنت تسقيني ، وأنت تميتني ، وأنت تحييني ، لم يسأل شيئا إلا أعطاه الله إياه

Berkata hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, dari Samurah bin Jundub ra : maukah kukabarkan hadits dari Rasulullah saw yg kudengar berkali kali, dan dari Abubakar ra berkali kali, dan dari Umar ra berkali kali?, Barangsiapa dipagi hari membaca : Allahumma…dst. Tiadalah ia minta sesuatu pada Allah swt kecuali diberi Nya. (Ma’jamul Ausath Al Imam Tabrani)

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أصبح قال : " أصبحنا على فطرة الإسلام ، وكلمة الإخلاص ، ودين نبيا محمد صلى الله عليه وسلم ، وملة إبراهيم صلى الله عليه وسلم حنيفا مسلما وما أنا من المشركين ".

Dan bahwa Rasulullah saw jika dipagi hari berdoa : Ashbahna ala….dst. (Al Adzkar Imam Nawawi)

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه كان يقول إذا أصبح : " اللهم بك أصبحنا وبك أمسينا ، وبك نحيا ، وبك نموت ، وإليك النشور " وإذا أمسى قال : " اللهم بك أمسينا ، وبك نحيا ، وبك نموت وإليك النشور " قال الترمذي : حديث حسن.
Dan dari Nabi saw bahwa jika pagi beliau saw berdoa : Allahumma bika ….dst
وإذا أمسى قال : " اللهم بك أمسينا ، وبك نحيا ، وبك نموت وإليك النشور " قال الترمذي : حديث حسن.
Dan jika sore : Allahumma bika amsayna…dst (Berkata Imam Tirmidziy hadits hasan. . (Al Adzkar Imam Nawawi)
وروينا في " سنن أبي داود " بإسناد لم يضعفه عن أبي مالك الأشعري رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " إذا أصبح أحدكم فليقل : أصبحنا وأصبح الملك لله رب العالمين ، اللهم أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه ، وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده ، ثم إذا أمسى فليقل مثل ذلك "

Dan kami riwayatkan pada Sunan Abu Dawud dengan sanad yg tidak didhoifkannya dari Malik Al Asy’ariy ra bahwa Sungguh Rasulullah saw bersabda : Jika kalian dipagi hari maka ucapkanlah : Ashbahna….dst, dan jika sore maka ucapkanlah pula seperti itu” (Al Adzkar Imam Nawawi)

وروينا في " سنن أبي داود " بإسناد جيد لم يضعفه ، عن عبد الله بن غنام بالغين المعجمة والنون المشددة ، البياضي الصحابي رضي الله عنه ، أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال : " من قال حين يصبح : اللهم ما أصبح بي من نعمة فمنك وحدك لا شريك لك ، لك الحمد ولك الشكر ، فقد أدى شكر يومه ; ومن قال مثل ذلك حين يمسي فقد أدى شكر ليلته .

Dan kami riwayatkan oleh Sunan Abu Dawud dengan sanad baik, dan ia tak mendhoifkannya, dari Abdullah bin Ghannaam Albayadhiy ra : Sungguh Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa berdoa di pagi hari : Allahumma Maa Ashbaha biy….dst maka ia telah menunaikan syukurnya dihari itu, barangsiapa yg membacanya seperti itu disore hari maka ia telah menunaikan syukurnya dimalam itu (Al Adzkar Imam Nawawi)

عَنْ جُوَيْرِيَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا قَالَتْ نَعَمْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Dari Juwairiyah ra : Sungguh Nabi saw keluar menuju shalat subuh dan Juwayriyah berdzikir di tempat sujudnya, lalu Rasul saw pulang selepas dhuha, dan Juwairiyah ra masih duduk di tempatnya, lalu Rasul saw bersabda :”kau masih duduk disini sejak subuh tadi?”, maka Juwairiyah berkata : betul, maka Rasul saw : “Aku sudah berdzikir sesudahmu dengan hanya 4 kalimat saja 3X, jika ditimbang maka lebih berat dari semua dzikirmu sedari tadi, ucapkanlah : Subhanallah…. Dst. (Riyadhusshalihin oleh Imam Annawawiy)

من حديث أبي هريرة وقوله صلى الله عليه و سلم سبحان الله العظيم وبحمده عدد خلقه ورضاء نفسه وزنة عرشه رواه مسلم والأربعة من حديث ابن عباس رضي الله عنهما
Dari hadits abu Hurairah ra sabda Rasulullah saw : Subhanallahil ‘adhiim….dst, diriwayatkan Imam Muslim dan Imam 4 (Tirmidziy, Nasa;iy, Abu Dawud dan ibn Majah), dari hadits Ibn Abbas ra. (Ma’arijul Qabul).

عن عائشة بنت سعد بن أبي وقاص ، عن أبيها أنه دخل مع رسول الله صلى الله عليه وسلم على امرأة وبين يديها نوى ، أو حصا تسبح فقال : أخبرك بما هو أيسر عليك من هذا أو أفضل ؟ فقال : « سبحان الله عدد ما خلق في السماء ، وسبحان الله عدد ما خلق في الأرض ، وسبحان الله عدد ما بين ذلك ، وسبحان الله عدد ما هو خالق ، والله أكبر مثل ذلك والحمد لله مثل ذلك ، ولا إله إلا الله مثل ذلك ، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم مثل ذلك » أ
Dari Aisyah binti sa’ad bin Abi Waqqash ra dari ayahnya, bahwa ia masuk bersama Rasulullah saw pada seorang wanita dihadapannya terdapat banyak biji atau batu untuk menghitung berdzikir, maka Rasul saw bersabda : Kuberitahu engkau dengan yg lebih mudah dari itu/lebih afdhal?, maka ucapkanlah Subhanallah adada maa…dst, dan Allahu Akbar seperti itu pula, dan Alhamdulillah seperti itu pula, dan Laa ilaha Illallah seperti itu pula, dan Laa haula walaa quwwata illa billahil aliyyil adhim seperti itu pula” (Syi’bul iman oleh Imam Albaihaqiy).

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " من قال : لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك ، وله الحمد ، وهو على كل شئ قدير في يوم مائة مرة كانت له عدل عشر رقاب ، وكتبت له مائة حسنة ، ومحيت عنه مائة سيئة ، وكانت له حرزا من الشيطان يومه ذلك حتى يمسي ، ولم يأت أحد بأفضل مما جاء به إلا رجل عمل أكثر منه
Dari Abu Hurairah ra, Sungguh Rasulullah saw bersabda : “Laa ilaaha illallahu wahdahu…dst, dalam suatu hari 100X, maka baginya pahala membebaskan 10 orang budak, dan dituliskan 100 pahala, dan dihapus darinya 100 dosa, dan ia dijaga dari syaitan di hari itu hingga sore, dan tiadalah orang lain yg mempunyai amal lebih darinya di hari itu kecuali yg beramal lebih banyak dari itu” (Shahih Bukhari dan shahih Muslim)

Dalam dzikir ini Imam Haddad meringkasnya 1X saja namun diakhiri dg kalimat : “adada kulli dzarrah alf marrah” (sebanyak setiap debu, 1000X).

----


Teks Wirdhullatif.


TEKS ARAB DAN ARTI WIRD ALLATHIF.

HUJJATUL ISLAM AL IMAM ABDULLAH BIN ALWIALHADDAD


Beliau adalah seorang pakar hadits termasyhur dan telah mencapai gelar Hujjatul Islam, dan gelar hujjatul islam hanya diberikan pada mereka yg telah hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya.




بسم الله الرحمن الرحيم

سُوْرَةُ اْلاِخْلاَصِ ( 3x)
Surat Al Ikhlas
1. Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa,
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadnya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
اَلْمُعَوِّذَتَيْنِ ( 3x)

Surat Al Falaq
1. Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai Subuh,
2. Dari kejahatan makhluknya,
3. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul
5. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

Surat An Naas
1. Katakanlah : aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia
3. Sembahan manusia
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi
5. Yang membisikan (kejahatan) kedalam dada manusia
6. Dari (golongan) Jin dan manusia.

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (ثلاثا)
Dan katakanlah wahai Tuhan aku berlindung pada-Mu dari bisikan dan godaan syaitan, dan aku belindung dari kehadiran mereka (3x).

اَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَاَنَّكُمْ اِلَيْنَالاَ تُرْ جَعُوْنَ
Apakah kalian mengira sesungguhnya kalian ini diciptakan dengan sia-sia dan sungguh apakah kalian mengira kalian tidak akan dikembalikan kepada kami.

فَتَعَالَىاللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ َلاَاِلَهَ اِلاَّهُوَرَبُّ الْعَرْشِ اْلكَرِيْمِ *
Maka maha luhurlah Allah, maha Raja, Maha Benar, tiada Tuhan selain-Nya, Maha pemilik Arsy yang agung.

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ اِلَهًا اَخَرَلاَ بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَاِنَّمَا حِسَا بُهُ عِنْدَرَبِّهِ اِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَا فِرُوْنَ
Dan barang siapa yang menyeru oleh selain Allah SWT berupa Tuhan yang lain maka dia tidak akan mendapatkan petunjuk dan kemuliaan dan sungguh perhitungannya kelak disisi Allah SWT, sungguh Dia Allah tidak akan membuat orang-orang kafir mendapat keberuntungan.

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ *
Dan katakanlah wahai Tuhanku ampunilah dan kasihanilah kami dan Kau lah sebaik-baik yang menyayangi.

فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوَنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ *
Maka Maha Suci Allah SWT mulai sore hari hingga malam hari.

وَلَهُ اْلحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ *
Dan milik-Nya lah segala puji disetiap tingkatan-tingkatan langit dan bumi sepanjang petang dan ketika kalian dimunculkan.

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ اْلمَيِّتِ وَيُخْرِجُ اْلمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي اْلاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُوْنَ
Allah SWT mengeluarkan dari yang mati, mengeluarkan kehidupan dari kematian dan mengeluarkan kematian dari kehidupan, dan menghidupkan bumi setelah kematiannya, dan demikianlah mereka akan dikeluarkan kelak dihari Kiamat.

اَعُوْذُبِا للهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ (ثلاثا)
Aku berlindung kepada Allah SWT yang Maha mendengar dan Maha mengetahui daripada syetan yang terkutuk (3x).

لَوْاَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَاَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وِتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ *
Kalau sekiranya kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

هُوَاللهُ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَعَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ * هُوَاللهُ الَّذِيْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلاَمُ اْلمُؤْمِنُ اْلمُهَيْمِنُ اْلعَزِيْزُاْمجَبَارُ اْلمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّايُشْرِ كُوْنَ *
Dia-lah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha pemurah lagi Maha penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha suci, Yang Maha sejahtera, Yang mengaruniakan keamanan, Yang memelihara, Yang Maha perkasa, Yang Maha kuasa, Yang memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.

هُوَاللهُ اْمخَالِقُ اْلبَارِئُ اْلمُصَوِّرُلَهُ اْلاَسْمَاءُ اْمحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وِاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُاْمحَكِيْمِ*
Dia-lah Allah yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk Rupa, Yang mempunyai nama-nama, Yang paling baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada dilangit dan dibumi. Dan Dia-lah yang Maha perkasa lagi maha bijaksana.

سَلاَمُ عَلَى نُوْحٍ فِى اْلعَالَمِيْنَ *
Salam sejah terah atas Nabi Nuh dialam semesta.

اِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ *
Sungguh demikianlah kami memberi balasan kemuliaan kepada orang-orang yang beramal baik.

اِنَّهُ مِنْ عِبَادِ نَا اْلمُؤْ مِنِيْنَ *
Dan sungguh Nabi Nuh as itu adalah diantara hamba- hamba kami yang beriman.

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّا مَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (ثلاثا)
Aku berlindung dengan kalimat Allah swt yang Sempurna dari keburukan-keburukan ciptaannya.

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُرُّمَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَفِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (ثلاثا)
Dengan nama Allah yang tiada akan membawa mudhorot dosa apapun yang ada dilangit dan dibumi dan Dialah yang Maha mendengar dan Maha mengetahui (3x).

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَصْبَحْتُ مِنْكَ فِى نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ فَاَ تْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِى الدُّ نْيَاوَاْلاَ خِرَةِ (ثلاثا)
Wahai Allah sungguh aku melewati pagi ini dariMu dalam kenikmatan, dalam kesembuhan dan afiah, dalam perlindungan maka sempunkanlah nikmatan-Mu atasku dan kesembuhanmu yang Kau berikan kepadaku dan lindungilah aku didunia dan akhirat.

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَصْبَحْتُ اُشْهِدُكَ وَاُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ اِنَّكَ اَنْتَ اللهُ َلاِ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ وَحْدَكَ لاَسَرِيْكَ لَكَ ، وَاَنَّ سَيِّدَ نَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ (x4)
Wahai Allah sungguh aku melewati pagi ini disaksikan oleh-MU dan disaksikan oleh para penopang ArsyMu dari pada para Malaikat dan seluruh MalaikatMu dan seluruh ciptaanMU, mereka semua menyaksikan aku, bahwa sungguh Engkau adalah Allah yang tiada Tuhan selainMu yang Maha Tunggal dan tiada sekutu bagiMu, Dan sungguh Sayyidina Muhammad adalah hambaMu dan RasulMu. (mengucapkan syahadat disaksikan oleh seluruh Malaikat dan seluruh makhluk).

اَلْحَمْدُالِهَِat رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ حَمْدًا يُوَ افِىنِعَمَهُ وَيُكَا فِى مَزِيْدَهُ (ثلاثا) *
Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam, pujian yang mencakup seluruh kenikmatannya dan mencakup seluruh kelebihan kenikmatan (3x).

اَمَنْتُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ , وَكَفَرْتُ بِاْلجِبْتِ وَالطَّا غُوْتِ وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَانْفِصَامَ لَهَاوَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ (ثلاثا)
Segala Puji bagi Allah yang Maha Agung, dan aku berpaling dari pada semua kejahatan dan sesembahan selain Allah dan aku berpegang teguh dengan tali yang erat, dan Allah Maha mendengar dan Maha mengetahui (3x).

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلاِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً (ثلاثا)
Aku ridho dengan Allah sebagai Tuhan dan Islam sebagai agama dan Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul (3x).

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْ شِ الْعَطِيمِ (7x)
Cukuplah bagiku Allah, Tiada Tuhan selain-Nya, kepada-Nya aku bertawakal dan Dialah pemilik Arsy yang Agung.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ (10x)
Ya Allah limpahkanlah sholawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dan sahabatnya dan limpahkan baginya salam.

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ مِنْ فُجَاةِ الْخَيْرِ ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فُجَاَةِ الشَّرِّ ،
Wahai Allah sungguh aku minta kepadaMU kejutan kebaikan dan aku berlindung kepada-Mu dari kejutan- kejutan yang buruk.

اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَاَنَا عَبْدُكَ وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ اَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَاَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَاِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَ اَنْتَ *
Wahai Allah Engkaulah Tuhanku tiada Tuhan selai-Mu, Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu dan aku berada dalam perjanjian-Mu dan ikatan kesetiaanku pada-Mu semampuku, aku berlindung dari buruknya perbuatanku dan aku sadar kenikmatan-kenikmatanMu padaku dan aku sadar atas dosa-dosaku, dan ampunilah aku maka sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ، مَا شَآءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ * أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، وَأّنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا * اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَآبَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ، إِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
Wahai Allah sungguh Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selai-Mu, pada-Mu aku bertawakal dan Engkaulah pemilik Arsy yang Agung, apa-apa yang dikhendaki Allah SWT akan terjadi dan yang tidak yang dikehendaki Allah tidak akan terjadi, tiada daya dan upaya selain dengan kekuatan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung, aku tau sungguh Allah itu berkuasa atas segala sesuatu dan sungguh Allah itu meliputi segala sesuatu dengan pengetahuannya (Maha tahu atas segala sesuatu). Wahai Allah aku sungguh aku berlindung dari buruknya diriku dan dari kejahatan semua makhluk dan ciptaan-Mu sungguh Engkau mengenggam semua ubun-ubun mereka (kepala), sungguh Tuhanku berada pada jalan yang benar.

ياَ حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَ حْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ وَمِنْ عَذَابِكَ اَسْتَخِيْرُاَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ اِلَى نَفْسِيْ وَلاَ اِلَى اَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ . اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ *
Wahai yang Maha hidup dan Maha berdiri sendiri aku beristighotsah dan mohon bantuan pada Rahmat-Mu, Dan aku berlindung kepada-Mu dan mohon dijauhkan dari siksa, perbaikilah keadaanku semuanya, dan janganlah Engkau palingkan aku pada diriku dan jangan Kau palingkan aku pada ciptaan-ciptaanMu sekejappun selalulah aku didalam khusyuk kepadamu. Wahai Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-MU dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan sifat kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari terjebak oleh hutang-hutang dan didholimi oleh penguasa.

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ اْلعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ ،
Wahai Allah sungguh aku meminta kepadamu kesembuhan dan afiah, dunia dan akhirat.

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ اْلعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَاَهْلِيْ وَمَالِيْ ،
Wahai Allah sungguh aku meminta kepadamu maaf-Mu, dan afiah-Mu dan atas segala yang mengganggu kita jasad kita dan ruh kita dan penjagaan dan pemeliharaan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, hartaku.

اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ *
Wahai Allah tutupilah auratku dan kejahatan- kejahatanku dan jagalah aku Dari apa yang kurisaukan.

اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ ، وَعَنْ شِمَالِيْ ، وَمِنْ
فَوْقِيْ . وَاَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ اَنْ اُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ *
Wahai Allah jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku ,dari atasku dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari pada kejahatan yang datang dari bawahku (fitnah dari bumi/ sihir).

اَللَّهُمَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَاَنْتَ تَهْدِ يْنِيْ وَاَنْتَ تُطْعِمُنِيْ وَاَنْتَ تُسْقِيْنِيْ وَاَنْتَ تُمِيْتُنِيْ وَاَنْتَ تُحْيِيْنِيْ وَاَنْتَ عَلَىكُلِّ شَيِءٍ قَدِ يْرُ *
Wahai Allah sungguh Engkaulah yang menciptakan aku dan Engkau yang memberi aku hidayah, Engkau yang memberiku makanan, Engkau yang memberiku minuman dan Engkaulah yang menghidupkan aku dan engkaulah yang mematikanku dan Engkaulah yang berkuasa ats segala sesuatu.

اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلاِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلاِخْلاَصِ وَ عَلَىدِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ اَلِهِ وَسَلَّمَ ،
Aku lewati pagi ini dengan kesucian islam dan kulewati pagi ini dalam kalimat yang ikhlas pada agama Nabi Muhammad saw.

وَعَلَىمِلَّةِ اَبِيْنَ اِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ *
Dan atas tuntunan tauhid dari Ayah kami (Ayah para Nabi/ Nabi Ibrahim) yang berada dalam kelembutan seorang muslim dan Nabi Ibrahim itu bukan orang-orang yang musrik.

اَللَّهُمَّ بِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ ،
Wahai Allah bersama-Mu kami melewati pagi ini dan bersama-Mu kami melewati sore ini dan denganmu kami hidup dan denganmu pula kami wafat.

وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ وَاِلَيْكَ النُّشُوْرُ *
Dan kepada-Mu kami bertawakal dan kepadamu pula kami akan kembali.

اَصْبَحْنَا وَاَصْبَحَ اْلمُلْكُ لِهََُِ وَالْحَمْدُلِهَِ ك رَبِّ اَلعَالَمِيْنَ *
Kami melewati pagi ini dan kami lewati pagi ini sedangkan kerajaan alam semesta tetap milik Allah dan segala puji untuk Allah.

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ خَيْرَ هَذَا اْليَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ
Wahai Allah sungguh aku meminta kebaikan hari ini, kemenangannya, pertolongannya, cahayanya, keberkahannya, dan petunjuk hidayahnya yang ada di hari ini .

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ خَيْرَ هَذَا اْليَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ وَخَيْرَمَا قَبْلَهُ وَ خَيْرَمَا بَعْدَهُ ،
Sungguh Allah aku meminta kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan yang apa-apa tersimpan hari ini dan kebaikan pada hari yang lain dan kebaikan yang ada pada hari esok.

وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذَااْليَوْمِ ، وَشَرِّمَا فِيْهِ وَشَرِّمَا قَبْلَهُ وَشَرِّمّا بَعْدَهُ
Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang pada hari ini dan keburukan yang tersimpan pada hari ini dan keburukan atau kejahatan yang ada pada hari yang lain dan yang ada pada hari esok.

اَللَّهُمَّ مَا اَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ اَوْبِاَ حَدٍمِنْ خَلْقِكَ . فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَشَرِ يْكَ لَكَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذَلِكَ * ( 1)
Wahai allah apa-apa yang kutemukan dipagi ini dari kenikmatan datang dari salah satu ciptaan-Mu maka itu adalah hakekatnya dari-Mu Tunggal, tiada sekutu atas-Mu dan atas-Mulah segala pujian dan bagimulah segala terimakasih atas segala nikmat yang datang pada hari ini.
(1) Ketika sore kata Subuh diganti Masa' dan Al-yaum dengan Lail dan an-Nusyur dengan Al-Masir

سُبْحَانَ اللهِ وَبِِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَى نَفْس&
Maha Suci Allah Swt dan Maha Tinggi, sebanyak makhluq ciptaanNya dan yang meridhoi setiap jiwa.

Jumat, Juni 18, 2010

Haul di Kota Malang 2010.


Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Semoga saudaraku selalu dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT setiap detiknya...Amiin.

Alhamdulillah alfaqir dapat hadir memenuhi undangan yang Mulya AlMusnid alhafidz alHarb alhabib Prof.Dr Abdullah ibn Abdul Qadir Bil Faqih Ra dalam haulnya dimalang tgl 13 Juni lalu.

InsyaAllah keberkahan didapat kita semua karena saat menziarahi maqam beliau alfaqir sertakan antuma semua dalam berdoa di dpn maqam orang yang dimulyakan Allah Swt tersebut.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam diatas kereta Matarmaja akhirnya kami tiba distasiun Kota Baru Malang dan langsung bergegas ke penginapan yang jaraknya tidak jauh dari PonPes Darul Hadist AlFaqihiyyah.

Setelah beristirahat,ba'da Ashar kami beserta ribuan jamaah lainnya mengadakan Ziarah kubro yang dipimpin oleh Habib sepuh,saat pembacaan tahlil selesai diikuti pembacaan doa,rahmat Allah Swt pun turun dengan derasnya,sementara jamaah berdesak2an hendak berdoa didalam maqam yang hanya dipasang tenda 2 lokal ditengah guyuran hujan lebat.Sebagian jamaah pun memilih segera balik ke penginapan masing2.

Alhamdulillah disaat mulai berkurangnya jamaah alfaqir dapat dengan mudah memasuki kubah maqam yg luasnya +- 3x3 meter tsb yang dihuni 5 maqam yaitu Habib Abdullah Ra,Habib Abdul Qadir Ra,Habib Muhammad bin Abdul Qadir (wafat masih kecil) dan 2 syarifah. walau hanya diperbolehkan sebentar sekedar mendoakan shohibul maqam,maqam2 tsb begitu indah bersih dan bersinar dgn nur keberkahan,hingga alfaqir merasa terharu dan betah tak mau keluar lagi rasanya,tapi apadaya jamaah masih mengantri di luar.

Ba'da Maghrib,hujan masih mengguyur walau rintik2.Kami bergegas ke kediaman Muallim Abdul Muiz yang searah dengan PonPes,Beliau sudah sepuh dan termasuk pendamping Al Imam Al Habr Habib Abdullah Ra.Nasi kebuli dan macam2 kue pun disuguhkan oleh penerima tamu sementara Muallim duduk bersandar dengan tenang sambil mempersilahkan kami melahap kebuli hangat.setelah itu kami bercengkrama dgn sedikit senda gurau menanyakan keadaan masing2 dan kegiatan sehari2 para alumni didaerah masing2.

Waktu pun berlalu,kami pun berpamitan dan langsung menuju PonPes yang sedang berlangsung acara khataman dan pembacaan Maulid,sesaat sebelum Mahalul Qiyam kami pun tiba dan langsung bergabung bersama ribuan jamaah.terasa sekali suasana khusyu penuh keberkahan dibawah tenda yg panjangnya kira2 500 meter membentang, hujan pun terus mengguyur walau tidak terlalu lebat.

Tibalah waktunya tausyiah yang disampaikan oleh Al Habib Muhammad bin Abdullah Ra,beliau banyak mengisahkan karomah2 ayahanda yang sekaligus gurunya tsb dengan penuh haru,mengurai beberapa hadist2 yang didapatnya dari ayahnya beserta membacakan sanad2nya hingga Rasul Saw,seperti :
'Orang Muslim yang menjalankan perintah Allah Swt & RasulNya maka wajahnya akan bersinar dengan nur ilahiyyah'.

Beliaupun berpesan agar para alumni dan jamaah yang hadir jangan sampai terpengaruh apalagi berpindah aqidah mengikuti aliran2 baru yang bermunculan akhir2 ini.Dan mengatakan bahwa harus punya 4 hal dalm menuntut ilmu yaitu Tahu,Mau,jalankan dan biasakan terhadap ilmu yang didapat oleh para santri agar tidak mudah hilang ilmu tsb dan melekat didalam diri,acarapun akhirnya ditutup doa dan pembagian makan malam berupa nasi kembuli.

Malam pun tiba,namun suasana kota malang malam itu bak kota santri yang berlalu lalangnya orang dengan sarung dan berbaju koko.Seolah tak mau kehilangan waktu walau lelah kami pun berkeliling kota Malang yang sejuk,singgah ke Masjid Agung Malang melaksanakan qodho atau qoshor sholat dan kemudian berputar2 di alun2 kota sambil melihat2 pedagang dan tukang obat yang menjajakan dagangannya hingga sampailah dikedai dan menikmati STMJ setelah itu kembali ke penginapan.

Pagi pun tiba,saat waktu dhuha digelarlah acara puncak Haul al Imamain alHabib Abdul Qadir Ra dan alHabib Abdullah bilFaqih didepan PonPes namun sayang guru mulya kita tidak bisa hadir,demikian juga Habib Lutfi bin Yahya dan Habib Ali Abdurrahman Assegaf. walau demikian acara berlangsung khidmat dengan pembacaan Qasidah Favorite Habib Abdullah Ra yang dihadiahi oleh sahabatnya,yang dibacakan oleh anak beliau AlHabib Abdillah dengan penuh haru membuat hadirin pun menangis mengenang jasa2 kedua matahari dunia tersebut.Sungguh dua pendidik yang handal dan lembut bagi para santrinya hingga amat sangat terasa kedekatan Beliau dengan Alumni2 santrinya,hampir tiap alumni merasakan betapa bangganya mereka berkesempatan belajar disana dan diajar oleh orang2 mulya,Hampir setiap alumni mempunyai kesan yang mendalam dan kisah2 karomah beliau2 ada pada masing2 alumni. yang paling berbekas adalah pesan beliau bahwa santri yang sempat belajar dipesantren Darul Hadits akan merasakan sukses,entah dalam masalah dunia atau agamanya. maka sangat beruntunglah mereka karena mengenyam pendidikan agama ditempat munculnya matahari dunia..Subhanallah.

Demikian yang dapat alfaqir sampaikan,mohon maaf.

Wassalam.

Fatimah Az Zahrah Ra ha.

Rintihan Suci Putri Nabi : Maqtal Fathimah az Zahra

(Oleh: Ust. Fuad al Hadi)


Salam atasmu duhai putri sebaik baiknya makhluk, salam atasmu wahai putri nabi, salam atasmu wahai istri al-washi, salam bagimu duhai ibu al-Hasan dan al-Husain, salam atasmu wahai wanita suci yang dizhalimi dan diambil haknya, salam bagi ruh dan jasadmu yang suci nan semerbak dari lisan yang penuh dengan dosa ini,

Salam bagimu.....

Tepat pada tanggal 20 Jumadil Tsani, di hari Jumat yang suci, dua tahun setelah bi’tsah Rasul saw, Sayyidah Khodijah melahirkan seorang putri yang telah dipersiapkan untuk mengemban tugas yang teramat berat. Sosok yang kelahiran sampai akhir hayatnya kelak dipenuhi dengan berbagai derita dan cobaan yang akan menimpanya.

Dengan didampingi oleh empat wanita suci Assayyidah Khodijah melahirkan bayi suci yang namanya telah dipersiapkan oleh penciptanya sebelum kelahirannya tiba. Fathimah adalah nama yang dihadiahkan Tuhan untuk putri Nabi ini.

Pada usia yang masih sangat belia Fathimah Azzahra harus berpisah dengan ibundanya yang tercinta. Khodijah wanita suci yang selalu mendampingi Nabi dalam suka dan duka telah dipanggil pencipta untuk selama lamanya. Nabi bersedih atas kepergian istri yang teramat dicintainya, begitu pula Fatimah turut dalam kesedihan yang teramat sangat. Sepeninggal Khodijah perhatian Fathimah kepada ayahnya semakin bertambah. Peran ibundanya sekejap ia letakkan diatas pundaknya. Fathimah berupaya menghibur ayahnya atas kepergian sang istri tercintanya.

Ketika Nabi di Thaif, sekelompok anak anak kecil dan juga orang dewasa berlomba menimpuki Nabi dengan batu dan kotoran unta, Fathimah yang masih sangat belia tampil dengan perangai seorang ibu yang cemas dengan putranya. Dibersihkan kotoran dan darah yang berada pada pada wajah ayahnya. Air mata nabi tak mampu beliau sembunyikan ketika melihat putri tercintanya. Seorang anak yang sepatutnya sedang asyik bermain dengan teman seusianya sekarang justru berada dipangkuan ayahnya, menghalangi siapapun yang akan melukai rasulnya. Fathimahpun menangis melihat keaadan ayahnya, dengan suara bergetar penuh keharuan nabi meyeka tiap butiran air mata yang mengalir dipipi mungil putrinya sambil berkata, ' habibati Fathimah la tabki',' belahan jiwaku Fathimah janganlah engkau menangis'. Begitulah ucapan Nabi ketika tangan suci putrinya menyeka darah yang mengalir dikeningnya. Ummu Abiha, ibu dari ayahnya adalah gelar yang Rasulullah peruntukkan kepada putrinya. Satu satunya gelar yang belum pernah ada dalam sejarah kecuali untuk Fathimah Azzahra as.

Duka dan kesedihan selalu mengiringi kehidupan keluarga nabi, akan tetapi Fathimah senantiasa menyembunyikan kedukaannya selama sang ayah berada disampingnya. Kecintaan assayyidah Fathimah begitu tinggi terhadap ayahnya dan begitu pula Rasul saaw kepada putrinya hingga beliau bersabda, “Fathimah adalah belahan jiwaku, siapapun yang mencintai Fathimah berarti dia mencintaiku.”

Saat yang membahagiakanpun tiba, Fathimah dinikahkan dengan putra pamannya, seorang yang tak pernah meninggalkan nabi dalam perang apapun, putra Abu Thalib yang kelahirannya dibaitullah dengan segala keajaibannya, dialah Ali bin Abi Tholib yang tanpa keberadaannya tak akan mungkin ada manusia yang layak meminang Fathimah dan menikah dengannya. Pernikahan yang dirayakan tidak hanya oleh penduduk bumi, para malaikat dan bidadari dilangitpun sibuk menyambutnya. Jibril as meyampaikan pesan Tuhan kepada Rasul ketika merayakan pernikan al Batul Fathimah dengan al Wusul Ali bin Abi Tholib, yang berbunyi,
“Al Hamdu adalah selendang-Ku, keagungan adalah kebesaran-Ku, segala makhluk adalah hamba-Ku, Aku menuikahkan Fathimah hamba-Ku dengan Ali pilihan-Ku, saksikanlah wahai para malaikat-Ku. ..” Sementara di bumi Rasul saaw bersabda, “Sungguh aku manusia seperti kalian menikah ditengah kalian dan menikahkan kalian, kecuali Fathimah putriku yang pernikahannya turun dari langit.”
Ketika Rasulullah menyuruh para wanita keluar dari kamar putrinya pada saat malam pernikahan, Asma' bintu Unmais salah seorang yang berkhidmat kepada keluarga nabi tetap tak melangkah kakinya, hingga Rasulpun bertanya kepada Asma’, “Bukankah aku telah menyuruhmu untuk meninggalkan kamar putriku ini wahai Asma’ ?” Ia menjawab, “Betul wahai Rasul, semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. saya tak bermaksud untuk melanggar perintahmu akan tetapi wasiat Khadijahlah yang menyuruhku untuk berada di kamar ini. Di saat-saat terakhirnya beliau mewasiatkan kepadaku untuk mendampingi putrimu di saat seperti ini, karena setiap wanita pasti akan mengharapkan kehadiran ibundanya untuk berada di sampingnya ketika hendak menikah.” Rasulpun bersedih bersama putrinya ketika mendengar Asma’ bercerita tentang Khadijah .

Madinah 28 Shofar tahun ke-11 H adalah tahun yang paling menyedihkan bagi keluarga Nabi terutama Fathimah. Lembaran kedukaan yang teramat sangat mulai tampak dirumah arrasul. Semua orang menatap sedih melihat kondisi Nabinya. Satu persatu keluarga beliau dipanggilnya, dimulai dari al Hasan sampai kepada Azahra yang terus menerus menangis dalam pelukan ayahnya. Nabi memeluk erat putrinya seakan beliau tak ingin melepaskannya begitu pula Fathimah. Hingga Rasul saaw membisikkan pesan terahirnya barulah Fathimah tersenyum keluh, senyuman pertanda ia adalah orang pertama yang akan menyusul ayahnya.

Fiddhoh seorang kepercayan azzahra bercerita tatkala Rasulullah saaw meniggal dunia berdukalah yang kecil dan yang besar, dan bertambah benyaklah tangisan dukapun menjadi besar atas kerabat, sahabat, kekasih dan orang-orang kesayangan, juga orang asing yang tak memiliki nasab dengan beliau. Yang terlihat hanyalah orang yang menangis, baik laki laki maupun perempuan. Begitu banyak orang yang menangis dan berduka tetapi kesedihan para penghuni bumi tiada sebanding dan melebihi duka Sayyidah Fathimah as, setiap hari kesedihannya bertambah begitu pula tangisannya bertambah keras lalu ia berdiam diri selama tujuh hari. Ketika Fathimah menangis setiap tangisannya lebih besar dari sebelumnya. Pada hari kedelapan ia menampakkan kesusahan yang dipendamnya, saat itu Azzahra berteriak histeris sambil menangis lalu memanggil-manggil ayahnya, “Wa abatah....wa Muhammadah. Wahai ayah....wahai Muhammad. Duhai tempat berlindungnya para janda dan anak yatim, siapa lagi milik putrimu yang sangat mencintai dan kehilangannmu ini.”

Dan beliaupun sering tak sadarkan diri, ketika Bilal mengumandangkan azan, saat terdengar nama ayahnya disebut “Asyhadu anna Muhammadar Rasululullah” . Kembali Fathimah menangis seraya berkata, “ismuka ‘alal mana’ir wa rosmuka fil maqobir (namamu menghiasi menara-menara masjid, sementara jasadmu terbujur di dalam kubur).” Ali berlari memeluk istri tercintanya dan memberikan baju nabi yang dipintanya, lalu Fathimah menciumi baju Nabi sampai terjatuh ke tanah, sambil berlinang air mata Azzahra berjalan menuju pusara ayahnya. Ketika berada di depan kubur ayahnya, Fathimah mengambil segenggam tanah dari makam ayahandanya, beliau ciumi tanah suci nabi sambil berkata, “Madza ‘ala man syamma turbata Ahmadin, ala yasyummu madazamani ghowaliya, syubbat alayya masho’ibun laula annaha, syubbat ‘alal ayyami sirna layaliya (…kalau saja penderitaanku ditimpakan pada siang, maka ia akan menjadi malam)”

Tak ada lagi senyuman yang terpancar dari Fathimah setelah kepergian nabi. Hari demi hari pendertitaan datang silih berganti. Seakan ujian enggan menjauhinnya. Para sahabatpun memiliki andil besar dalam menambah kesedihan untuk putri kesayangan nabi ini. Setelah mereka mengambil hak suaminya, Ali dan tanah fadaqpun dirampasnya sebagai milik negara oleh penguasa. Tidak berhenti sampai di situ penderitaan Fathimah putri nabi semakin menjadi ketika sekumpulan manusia lapar kekuasaan mengepung rumahnya. Rumah tempat turunnnya risalah, rtumah yang dindingnya adalah nubuwah dan atapnya adalah arsynya Allah, sekarang sedang dikelilingi oleh orang yang mengaku tonggaknya agama dan kebenaran. Teriakan bengis yang tak patut mereka lontarkan, sampai ancaman pembakaran. Pintu rumah pertemuan antara nubuwah dan imamah didobrak paksa, pintu yang di baliknya terdapat wanita tanpa daya. Di balik pintu itu ada Fathimah. Mereka terus memaksa masuk. Pemandangan apakah yang terjadi setelahnya. Az-Zahra jatuh terhuyung ke tanah rumahnya. Lalu api mereka sulut dan lemparkan. Fathimah terluka, tulang rusuk dan lengannya pun patah. Putra beliau (Muhsin) syahid karena keguguran. Lengkaplah kesedihan putri nabi dengan apa yang diterimanya dari orang yang mengaku para sahabat pembela ayahnya. Hal ini mengingatkan kita akan syair yang layak melekat pada mereka, “Lau ahabbu abaaki haqqon ahabbuki (Kalaulah benar mereka mencintai ayahmu, pasti mereka akan mencintaimu) .”

Hari demi hari dilaluinya dengan penderitaan yang tak kunjung berakhir, badan putri nabi ini semakin teriris pedih dan tubuhnyapun semakin tak berdaya. Ketika kekuatan fisiknya semakin melemah dikarenakan sakit yang dideritannya. Azzahra berupaya memandikan putranya Al-Hasan dan Al-Husain, menggantikan pakaian mereka, kemudian mengirim mereka kepada sepupunya, walaupun demikian ia berupaya menyembunyikan rasa sakitnya di hadapan kedua anakanya.

Kemudian Azzahra memanggil suami tercintanya ke sisinya seraya berkata, “Ali suamiku yang tercinta, anda sangat mengetahui mengapa saya lakukan semua itu. Maafkan segala kesalahan saya, mereka telah demikian menderita bersama saya selama sakit saya, sehingga saya ingin melihat mereka bahagia pada hari terakhir hidupku. Wahai Ali andapun tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir saya. Saya gembira tetapi juga bersedih. Saya senang bahwa penderitaan saya akan segera berakhir dan saya akan bertemu dengan ayah saya, dan sedih karena harus berpisah denganmu. Mohon wahai Ali catatlah apa yang akan saya katakan dan kerjakanlah apa yang saya inginkan. Sepeninggal saya anda boleh menikahi siapa saja yang anda sukai tetapi hendaklah anda nikahi Yamamah sepupuku, ia mencintai anak-anakku, dan Husain sangat dekat kepadanya. Wahai Ali kuburkan saya di malam hari dan jangan biarkan orang-orang yang telah sedemikian kejam kepada saya turut menyertai penguburan saya. Jangan biarkan kematian saya mengecilkan hatimu. Anda harus melayani Islam dan kebenaran untuk waktu yang lama. Janganlah penderitaanku memahitkan kehidupanmu. Berjanjilah pada saya wahai Ali.” Dengan berlinang air mata, Ali menjawab, “Ya wahai istriku tercinta, aku berjanji.”

Fathimah lalu berkata lagi, “Ali, saya tahu betapa engkau sangat mencintai anak-anak saya. Namun, sangatlah berhati-hati dengan Husain, ia sangat mencintai saya dan ia akan sangat sedih kehilangan saya. Jadilah ibu baginya. Hingga menjelang sakit saya ini, ia biasa tidur ke dada saya, dan sekarang ia kehilangan itu.”

Ali sedang mengelus-elus tangan yang patah itu, tak kuasa menahan airmatanya hingga tetesannya terjatuh ke tangan istrinya. Fathimah mengangkat wajahnya seraya berkata, “Jangan menangis wahai suamiku, saya tahu dengan wajah lahirmu yang tampak kasar betapa lembut hatimu, engkau telah menderita terlalu banyak dan masih akan menderita lebih banyak lagi.”

Di malam terakhir kehidupunnya didunia yang fana ini, sambil menahan rasa sakit yang menimpanya, Sayyidah Fathimah Azzahra menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdoa untuk pengikut dan pencinta setia keluarga Nabi. Dengan menyebut ayah, suami, dan putra-putranya beliau memohon kepada Allah Jalla wa 'Ala', “Wahai Tuhan-ku, sungguh aku memohon kepada-Mu melalui Muhammad al-Musthofa dan kerinduannya kepadaku, melalui suamiku Ali al-murtadho serta dukanya terhadapku, melalui al-Hasan al-Mujtaba dan tangisannya atasku, melalui putraku al-Husain As Syahid dan kedukaannya terhadapku, melalui putri-putriku dan duka mereka semua atasku. Sungguh Engkaulah yang paling pengasih dari segala yang mengasihi. Tuhanku, Penghuluku, aku bermohon kepada-Mu melalui orang orang pilihan-Mu dan tangisan putra-putraku karena berpisah denganku, agar Engkau mengampuni para pendosa dan ahli maksiat dari pengikut keturunanku.”

Madinah, 3 Jumadil Tsani 11 H. Saat saat yang memilukan semakin mendekati keluarga nabi dan pencintanya. Asma’ binti Umais dengan diselimuti kegundahan berada di depan pintu kamar Azzahra. Suara lantunan al-Quran dan doa dalam sholat Fathimah masih mampu didengarnya, akan tetapi tak lama kemudian suara itu lenyap tak terdengar lagi. Asma' pun memanggil, “Ya Zahra .....ya Zahra ....... ya Zahra”, tetapi tidak tak ada jawaban. Hingga ia pun memberanikan diri untuk memasuki kamar putri nabi, dan didapatinya tubuh suci putri nabi di atas sajadah dalam keadaan sujud tertutupi rida'-nya. Lalu dibukanya rida’ (kain penutup) itu, dan tampak wajah penuh bercahaya memancar dari paras suci Azzahra as. Belum usai tangis Asma’, ia sudah dikejutkan oleh suara salam anak kecil dari balik pintu, yang tak lain adalah suara Al-Hasan dan Al-Husain yang baru usai sholat berjamaah dengan ayahnya.

Segera mereka bertanya tentang keberadaan ibu mereka. Asma' mengatakan bahwa ibunda mereka sedang tertidur, lalu menyuruh putra Zahra ini untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Tetapi apa jawab Al-Husain, “Saat ini adalah saat ibu kami beribadah dan kami tidak pernah menikmati hidangan tanpa ibu di samping kami.” Asma tak mampu menyembunyikan tangisnya, Al-Husain segera berlari menuju ke kamar ibundanya, ia mendapati ibunya sudah tak bernyawa. Sambil berteriak dan menangis, Al-Husain menciumi kaki ibunya, Al-Hasan meletakkan pipinya di wajah ibunya, “Ya ummah kallimini... ..ummah kallimini ..... ana ‘azizuki al-Husain (wahai ibu, bicaralah kepadaku…bicaralah kepadaku…aku putera kesayanganmu al-Husain).”

Ali pun jatuh tersungkur tak sadarkan diri di perkarangan masjid Madinah, ketika mendengar kepergian Fathimah. Kaki yang tegap ketika di Badar, tubuh yang kekar ketika di Khaibar, akhirnya tak kuasa menahan derita perpisahan dengan semerbak wewangian surga Fathimah al-Kautsar. Beliau berkata, “Aro ‘ilaluddunya alayya katsirotan wa shohibuha ba’dal mamati ‘alilun”. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Fathimah hanya meminta Ali menyolatkan dan menguburkannya, dikarenakan beliau telah membersihkan dirinya dan telah menyuruh Asma' mengkafaninya, dikarenakan kasih sayang Fathimah kepada Ali suaminya, agar beliau tak melihat bekas luka dirusuknya yang patah. Beliau khawatir Ali semakin bertambah kesedihannya.

Malam pun tiba, sekelompok kecil orang yang diizinkan Fathimah berjalan mengusung jenazah putri nabi. Alipun meminta Abu Dzar untuk mengusungnya karena beliau tak mampu berjalan dengan keranda Sayyidatun Nisa’ di pundaknya. Usai pemakaman Ali meminta Abu Dzar membawa pulang kedua putranya dan meninggalkan dirinya sendiri di pusara istrinya. Ketika tak seorangpun berada di kubur Fathimah, Ali menghadap ke kubur Rasulullah seraya berkata, “Assalamu ‘alaika ya Rasulullah. Salam atasmu wahai Nabi Allah, aku dan putrimu sekarang berada di pekaranganmu. Tak lama lagi putrimu akan bertemu denganmu, wahai junjunganku. Sahabatmu yang tulus ini masih mampu bersabar berpisah dengannya, namun yang membuat aku lemah kelak putrimu akan memberitahukan kepadamu tentang penyelewengan umatmu dan tindakan mereka yang menyakiti putrimu. Tak lama lagi ia akan menemuimu untuk menceritakannya kepadamu. Salam sejahtera dariku, seorang yang amat mencintaimu.”

Teks Qasidah Sholaatun..

Teks Qasidah Sholaatun.

صلاةبالسلام المبين*
Sholaatun bissalaamil mubiini

لنقطةالتعيين ياغرامي.
Linuqthotitta yiini yaa ghoroomii.

نبي كان أصل التكوين* من عهدكن فيكن ياغرامي.
Nabiyyun kaana ashlattakwiini * min ahdi kun fayakun yaa ghoroomi.

أيا من جائناحقا نذير* مغيثامسبلا سبل الرشاد.
Ayyaa man jaa anaa haqqon nadziiri mughiitsan musbilaan subularrosyaadi.

رسول الله ياضاوي الجبين* ويامن جاءبالحق المبين.
Rosulallaahi yaa dhoowiljabiini * wa yaa man jaa a bil haqqil mubiini.

صلاةلم تزل تتلي
عليك* معطارالنسيم تهدي إليك
Sholaatullam tazal tutlaa alayka mi thoorin nasiimi tuhdaa ilayka.

Makna nya :

Salawat serta salam yang nyata ku persembahkan kepadamu wahai kekasihku

sebagai bukti keteguhanku wahai Nabi kekasihku

Kaulah sebenar-benarnya pemberi peringatan di zamanmu wahai kekasihku

Wahai Rasulullah yang bersinar wajahnya penunjuk jalan kebenaran

Tak lekang shalawat tercurah kepadamu wahai pembawa kebenaran

Laksana hembusan angin yang kencang.

Kamis, Mei 20, 2010

Demi Masa.


Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Mengumpulkan kita untuk bisa turut berkumpul di dalam perkumpulan, yang mengikatkan kita kepada para Shalihin yang bagaikan rantai mata rantai yang bertalian dan bersangkutan satu sama lain, mata rantai yang jika di perguncang satu mata rantai maka berguncang seluruh mata rantai hingga ujungnya Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Inilah rantai kemuliaan mahabbah, inilah silsilatul mahabbah, inilah rantai cinta dari Ummat kepada guru, dari guru kepada guru, dari guru kepada guru hingga Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah subhanahu wata'ala berfirman :

وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ( العصر: 1-3 )

" Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran". ( Qs. Al Ashr: 1-3 )

Demi masa demi zaman, Allah bersumpah demi masa dan zaman, semua yang terjadi sepanjang masa waktu dan zaman musibah dan kenikmatan, kegembiraan dan kesedihan, perpisahan dan pertemuan, yang kesemua itu adalah gelombang kehidupan yang selalu ada sepanjang zaman, Demi seluruh kejadian itu yaitu masa, sesungguhnya seluruh manusia didalam kerugian, kecuali mereka-mereka yang beriman kepada Allah yang beramal shaleh dan mereka yang saling menasehati di dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Demi masa seluruh gelombang kejadian, kesedihan dan kegembiraan kekayaan dan kemiskinan, keberhasilan dan kegagalan, kehidupan dan kematian, semua di dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah, tidak akan pernah rugi, yang beramal shaleh tidak akan rugi orang-orang yang saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk tabah dan sabar, tidak akan merugi, semoga Allah subhanahu wata'ala mengumpulkan kita kedalam kelompok yang tidak akan rugi, ini sumpahnya Allah, dari masa generasi ke generasi melewati permukaan bumi dalam kehidupan dan di antara mereka yang merugi dan di antara mereka yang beruntung pastikan wahai Allah nama kami di dalam kelompok orang-orang yang beruntung dan bukan orang yang merugi di dunia dan akhirah.

Allah, seraya berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ ( الزمر : 30 )

"Sungguh Engkau wahai Muhammad akan wafat dan semua merekapun( manusia ) akan wafat". ( QS . Az Zumar: 30 )

Wahai Muhammad engkau pasti akan menemui kewafatan dan semua orang pun akan menjumpai kewafatan. Beruntung mereka yang wafat di dalam Khusnul khatimah, merugi mereka yang wafat di dalam Su’ul khatimah, kehadiranku dan kalian di malam ini menuntun kita kepada Khusnul khatimah, menjauhkan kita dari Su’ul khatimah, Khusnul Khatimah adalah wafat dalam keluhuran, su’ul khatimah adalah wafat dalam kehinaan dan kegelapan, pastikan seluruh nama kami semua yang hadir akan wafat dalam khusnul khatimah, ya Allah.

Allah subhanahu wata'ala berfirman :

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ، يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ، وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ، وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ، لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ، وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ، ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ، وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ، تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ، أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ ( عبس : 33-42 )

" Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya, setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan, mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka" ( Qs. 'Abasa: 33-42)

Ketika telah datang waktunya sangkakala terakhir, hancur leburlah seluruh alam semesta, hari di mana manusia melarikan diri dari saudara dan temannya, suami berpisah dengan istrinya, istri berpisah dari suaminya, semua tidak ingin saling dekat karena tidak ingin di tuntut satu sama lain. Seseorang lari dari ayah dan ibunya, takut di tuntut karena pernah tidak berbakti kepada ayah dan bunda, ayah dan bundapun lari dari anaknya takut di tuntut kurang memberi bimbingan yang luhur di dunia, suami melarikan diri dari istrinya takut dituntut oleh istrinya dari hak-hak atas belum ditunaikan, istri melarikan diri dari suaminya takut di tuntut atas hak-hak suami yang belum ditunaikan. Pada saat itu masing-masing orang berada di dalam kesibukan dirinya.

Di saat itu ada wajah-wajah mulia, di saat itu ada wajah-wajah yang senang dan gembira, dan ada wajah-wajah yang cemberut dan kusam dan gelap, dan di saat itu ada wajah-wajah masing-masing sibuk dengan permasalahannya, ada wajah-wajah yang gembira karna dia telah mendapat khusnul khatimah dan mendapat perjumpaan dengan para kekasihnya para shalihin dan para pemimpin shalihin sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan di saat itu juga ada wajah-wajah yang terlihat kusam dan gelap mereka dalam penyesalan yang abadi mereka adalah orang-orang yang menolak tutunan Ilahi dan tuntunan Sayyidina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Semoga Allah Swt memberikan anugerah kepada yang beriman dan yang tidak beriman, yang berdosa dan yang tidak berdosa, yang shalih dan yang tidak shalih, semuanya dilimpahi rahmat dan kasih sayang Allah dan kenikmatan, dan Allah siap memberikan kenikmatan yang abadi untuk mereka yang beriman. Semoga aku dan kalian termasuk di dalam kelompok mereka... Amin Allahumma amin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Beribadah sesuai kesanggupan.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di riwayatkan di dalam Sahih Al Bukhari:

قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

( صحيح البخاري )

" Sungguh agama islam ini mudah, dan tiadalah yg memaksakan dirinya kecuali akan kesulitan sendiri, maka merapatlah untuk terus membenahi, mendekatlah, dan saling memberi ketenangan kabar gembiralah, dan selalulah mohon perlindungan pd Allah pagi dan sore dan sedikit waktu dilarut malam". ( Shahih Al Bukhari )


Sungguh agama ini adalah kemudahan, kemudahan yang membawa kemudahan pula, dan tiada orang yang memaksakan dirinya kecuali dia akan hancur sendiri dan akan kalah sendiri oleh keinginannya yang berlebihan.

Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari bisharah Shahih Bukhari mensharahkan makna kalimat ini:

وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَه

Bahwa jangan sampai manusia itu memaksakan diri lebih dari kemampuannya tetapi benahilah diri kita dari segala hal-hal yang kurang sempurnakan semampunya, dan jangan paksakan diri lebih dari kemampuannya,

Berkata Hujjatul Islam wabarakatul ‘anam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam fathul Baari bisharah Shahih Al Bukhari makna kalimat فَسَدِّدُوا ini adalah jangan sampai kita mengutamakan hal-hal yang sunah hingga membuat hal yang fardhu tertinggalkan.

Misalnya, seorang yang semangat besar untuk melakukan shalat tahajjud, ia lakukan mulai tengah malam sampai dekat subuh sudah kelelahan karna berjam-jam melakukan shalat tahajjud ingin mengikuti sunah, akhirnya sebelum adzan subuh dia tergeletak tidur dan dia lewatkan shalat subuhnya yang fardhu sampai terbitnya matahari, demikian yang dikatakan oleh Al Imam ibn Hajar didalam fathul Baari yaitu jangan berlebih-lebihan jangan pula kekurangan, sudah kita jangan banyak beribadah yang sunah dengar hadits ini sudah jangan paksakan diri, kita memaksakan diri kita terus berbuat dosa, kapan kita berusaha membenahi diri kita untuk mendapatkan pahala dan ibadah, kadang-kadang kita tidak ingin berbuat dosa tapi terus diri kita memaksakan lebih dari kemampuan untuk berbuat dosa bagaimana dengan mendekat kepada Allah subhanahu wata'ala.

Dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam meneruskan sabdanya وَقَارِبُوا yaitu berkata Al Imam ibn Hajar Asqalaniy didalam fathul Baari makna kalimat ini adalah: kalau kau tidak mampu beramal yang tidak mampu kau lakukan sebagaimana orang-orang mulia yang kau jadikan panutan maka dekatkan kepada amal itu walaupun tidak sepertinya.

Kita dengar Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Shalat malam sampai bengkak kakinya, kita tidak mampu itu paling tidak mengikuti beliau shalat malam walaupun beberapa menit semampu kita, demikian pula amal shaleh lainya, kalau tidak mampu yang sempurna yang baik maka dekatkan semampu kita kepada yang paling baik menurut kemampuan kita, maka dengan perjuangan itu kabar gembira bagi kalian kata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ

Dan perbanyaklah do’a untuk memohon pertolongan di pagi hari, di sore hari maksudnya pagi hari itu saat waktu kita beraktifitas, banyak-banyak bedo’a kepada Allah supaya aktifitas kita di limpahi keberkahan, kesuksesan, keberhasilan dunia dan akhirah dan juga di sore hari selesai aktifitas kita kerdo’a kepada Allah barangkali tadi banyak dosa yang kita kerjakan supaya di ampuni Allah barangkali dari tadi banyak perbuatan-perbuatan yang buruk yang bisa membawa musibah di masa mendatang agar di ampuni Allah

وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ

Dan di sedikit waktu diwaktu malam yang gelap, malam yang gelap adalah malam yang gelap yaitu di tengah malam atau di akhir malam demikian di jelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari bisharah Shahih Bukhari.

Dan beliau menjelaskan bahwa hadits ini juga memberikan gambaran kepada kita, bahwa Allah subhanahu wata'ala, tidak memaksakan lebih dari kemampuan kita dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kemuliaan tuntunan kemuliaan dan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam kelak akan memberikan syafa’ah bagi ummatnya di hari kiamat.

Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata'ala:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ ( الأنعام : 82 )

" Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk ". ( QS. Al An'am : 82 )

Maka di riwayatkan di dalam Shahih Al bukhari ketika ayat ini turun orang-orang yang beriman yang tidak menyatukan iman mereka dengan perbuatan dholim, maka berkata para sahabat “siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa, bagaimana ini bisa kita lakukan ayat ini, betapa beratnya, maka turun firman Allah subhanahu wata'ala, yang selanjutnya menjawab kerisauan para sahabat itu dengan firman-Nya:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيم ( لقمان : 13 )

" Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar" ( QS. Luqman: 13 )

Al Imam bin Hajjar mensyarahkan makna ayat ini adalah bahwa Allah subhanahu wata'ala menjawab kerisauan para sahabat, mereka risau dengan turunnya ayat ini siapa diantara kita yang tidak berbuat dosa, lalu bagaimana dengan ayat orang-orang yang beriman yang tidak tercampur iman mereka dengan dosa, yaitu suci dari dosa, siapa yang diantara kita suci dari dosa, maka Allah beri ketenangan mereka dengan ayat ini, yang dimaksud adalah orang yang menyekutukan Allah subhanahu wata'ala tapi mengaku beriman, yaitu para munafikin lisannya muslim tetapi hati sanubarinya memusuhi dan menghancurkan islam, ini ada di masa sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan hingga saat inipun ada.


Berkata Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari bisharah Shahih Bukhari mensyarahkan hadits ini bahwa tiadalah seseorang yang beriman kecuali pasti sampai kepada surganya Allah subhanahu wata'ala, walaupun mereka pendosa dan melewati siksa mungkin di dunia mungkin di barzakh, mungkin di neraka, namun ayat ini merupakan jaminan juga bahwa tidak ada satu orangpun yang beriman kekal di dalam neraka tentunya dengan syafa’at Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Jadi kita ini sudah tidak menyekutukan Allah, sudah mengakui Nabi Muhammad utusan Allah, sudah cukup tidak perlu beramal karna sudah pasti masuk surga,tentunya tidak demikian maka berhati-hati dengan perbuatan dosa yang meninggalkan perintah Allah dan melakukan larangannya karna perbuatan dosa seperti itu hanyalah menambah musibah kita di dalam kehidupan dunia, di alam barzakh dan di hari kiamat, makin banyak dosa kita, makin banyak kesalahan kita makin banyak musibah yang kita datangkan sendiri dengan perbuatan kita sendiri di dunia dan di akhirat, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita... Amiin Amiin Amiin Allahumma Amiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mencintai Nabi Muhammad Saw.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Maha Raja penguasa tunggal sepanjang waktu dan zaman, Maha memandang setiap getaran perasaan, Maha mengubah ketentuan yang akan datang pada hamba-hamba-Nya, Maha menawarkan perubahan yang indah dan lebih luhur di masa-masa mendatang sang hamba, tiada kehidupan yang lebih cerah dan lebih mngharapkan akan mendapatkan kemuliaan, melebihi kehidupan hamba-hamba yang cerah dengan cahaya Allah. Hamba-hamba yang menginginkan Allah, hamba-hamba yang mendambakan Allah, hamba-hamba yang mengagungkan Allah ,

مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا كَثُرَ ذِكْرَهُ

" Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka banyak menyebutnya"

Alangkah indah bibir yang banyak menyebut nama Allah, adakah bibir yang lebih agung sepanjang Allah mencipta alam hingga akhir keturunan Adam, adakah bibir yang lebih bercahaya dari bibir yang paling banyak menyebut nama Allah, adakah bibir yang lebih agung dan lisan yang lebih suci dari yang memanggil nama-Nya, adakah tangan yang lebih terhormat dari tangan yang terangkat memohon kepada-Nya, adakah perasaan yang lebih tenang dan sejuk dari perasaan para pendoa kehadirat-Nya?!.

Rasulullah Saw bersabda :



قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ

( صحيح البخاري )

" Demi dzat ( yang ) jiwaku berada di genggaman-Nya, belum (sempurna) iman seorang diantara kalian sampai aku lebih dicintainya dari orangtuanya dan anaknya ". (Shahih Al Bukhari )

Maka kenalkanlah dan ajaklah keluarga di rumah kalian untuk mencintai Nabi Saw, dsn hendaklah kalian mengamalkan sunnah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam walaupun satu dari sunnah-sunnah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Jika kalian hendak tidur, maka amalkanlah satu atau tiga sunnah yang diajarkan oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Jika kita dalam hidup ini melakukan sunnah-sunnah nabi Muhammad dalam segala segi kehidupan kita, maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam akan rindu kepada kita.

Dan Rasulullah pernah suatu saat berkata dihadapan para sahabat: " Alangkah rindunya aku kepada para saudaraku", maka para sahabat berkata: " bukankah kami ini semua adalah saudaramu wahai Rasulullah", maka Rasulullah menjawab : " kalian adalah sahabatku ", lalu para sahabat berkata : " kalau begitu, siapa saudara-saudaramu itu wahai Rasulullah? ", maka Rasulullah menjawab: " Mereka adalah kaum yang datang setelah aku, mereka berangan-angan memandang wajahku, walaupun harus mengorbankan diri mereka dan keluarga mereka ".

Apabila kita berkeinginan untuk memandang wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan betul-betul tulus dalam keinginan itu maka ketahuilah bahwa nabi juga akan rindu kepada kita. Maka jika kalian berwudhu kemudian bershalawat kepada nabi Muhammad dan mengerjakan shalat dua rakaat sebelum tidur dan engkau berkeinginan untuk melihat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, apabila engkau tidak melihatnya di malam itu maka janganlah bersedih, karena engkau telah berkeinginan berjumpa dengannya, maka rasul pun berkeinginan untuk berjumpa dengan orang yang merindukannya.

Terkadang keinginan kita bertemu dengan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ditunda oleh Allah subhanahu wata'ala sebagai ujian seberapa besar kejujuran untuk berjumpa dengan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dunia dan seisinya tidak sebanding dengan kerinduan kepada sayyidina Muhammad. Semoga Allah menghidupkan hari-hari kita dengan kehidupan yang baik... Amiin ya Robbal alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tuntunan Sayyidina Muhammad Saw membawa kita pada Pengampunan Allah Swt.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ الْجَلْسَةِ اْلكَرِيْمَةِ

Limpahan puji kehadirat Allah Maha Raja langit dan bumi, Maha Penguasa setiap keadaan dan kejadian, Maha Ada sepanjang masa, sebelum masa dicipta, setelah masa dicipta dan setelah masa tiada, selama perhitungan siang dan malam ada, sebelum siang dan malam ada, hingga siang dan malam tiada, Allah Maha Ada, Sang pencipta siang malam dan masa, Sang Pencipta zaman Maha ada sebelum adanya zaman, dan Maha ada setelah zaman tiada, dan Maha menyiapkan anugerah yang kekal untuk hamba-hamba-Nya keturunan Adam, bagi mereka kebahagiaan atau kehinaan, beruntunglah yang memilih kebahagiaan yang dihantarkan oleh utusan Allah, pembawa kebahagiaan dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad. Pembawa keluhuran dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad. Pembawa kedamaian dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad. Pembawa kemuliaan dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad Saw.

Menuntun hamba-hamba Allah ke jalan keluhuran, ke jalan kedamianan, ke jalan kebahagiaan, ke jalan kemuliaan dunia dan akhirah, beruntunglah para pengikut sayyidina Muhammad, beruntunglah para pencinta sayyidina Muhammad, beruntunglah yang bershalawat kepada sayyidina Muhammad, beruntunglah yang merindukan sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Swt berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ

( الأنبياء : 107 )

" Tiadalah kami mengutusmu ( Muhammad ) melainkan ( untuk ) menjadi rahmat bagi semesta alam " ( QS. Al Anbiyaa: 107)


Rahasia keluhuran yang ditumpah ruahkan oleh Allah sepanjang kehidupan kita ditawarkan bagi yang menghendakinya hingga setiap nafasnya menjadi berlian-berlian yang membawa keluhuran di masa mendatang dan di hari esoknya dalam kehidupan dunia, barzakh dan akhirah, itulah makna kebangkitan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,

Semua tuntunan beliau Saw, semua bimbingan beliau, semua ucapan beliau adalah mutiara-mutiara kebahagiaan dunia dan akhirah. Semoga Allah senantiasa menerangiku dan kalian dengan cahaya keluhuran dunia dan akhirah, cahaya kebahagiaan dunia dan akhirah, wahai Yang Maha memiliki kebahagiaan dunia dan akhirah. Allah subhanahu wata'ala memerintahkan sedemikian banyak perintah, dan melarang sedemikian banyak larangan, namun walaupun Allah subhanahu wata'ala mempunyai sifat murka dan benci terhadap perbuatan dosa akan tetapi Allah juga mempunyai sifat kasih sayang, yang masih menyayangi dan memperhatikan para pendosa agar dilimpahi pengampunan.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

( فصلت: 30 )

" Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". ( QS. Fusshilat: 30 )

Mereka yang mengatakan :"sungguh Tuhan kami adalah Allah, lalu beristiqamah ", apa itu istiqamah? Yaitu berusaha semampunya untuk menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah dan berusaha semampunya untuk melakukan hal-hal yang diperintah oleh Allah. Usaha untuk mencapai istiqamah adalah istiqamah dan mendapatkan pahala istiqamah. Usaha seseorang untuk mencapai istiqamah maka ia sudah mendapatkan pahala kemuliannya, karena niat seseorang telah mendapatkan pahalanya, dan jika ia melakukannya maka pahalanya dilipatgandakan 10 hingga 700 kali. Maka berniatlah kita semua untuk menjadi ahlul istiqamah yaitu seorang yang selalu menjauh dari hal-hal yang dilarang Allah dan selalu berbuat hal yang disukai oleh Allah, yang dengan itu terbuka rahasia kelembutan Ilahi yang lebih berlimpah, menyingkirkan segala kesulitan dan musibah dan membuat kita seakan-akan di sorga sebelum sampai ke sorga, karena Allah memanjakan kita dengan kemuliaan dan kedamaian di dunia ini, demikian keadaan orang-orang yang dicintai Allah.


Kebahagiaan dunia , barzakh dan akhirah semoga terlimpah kepada kita dan terjauhkan kita dari api neraka...Amiin ya Robbal alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, Mei 17, 2010

Status Motivasi Islami.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Mengumpulkan kita untuk bisa turut berkumpul di dalam perkumpulan, yang mengikatkan kita kepada para Shalihin yang bagaikan rantai mata rantai yang bertalian dan bersangkutan satu sama lain, mata rantai yang jika di perguncang satu mata rantai maka berguncang seluruh mata rantai hingga ujungnya Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Inilah rantai kemuliaan mahabbah, inilah silsilatul mahabbah, inilah rantai cinta dari Ummat kepada guru, dari guru kepada guru, dari guru kepada guru hingga Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Berikut alFaqir rangkumkan status FaceBook Motivasi Islami yang ada di akun ana,semoga menjadi bahan penyemangat kita dalam beribadah kepada Allah Swt dan menambah kecintaan kita pada Baginda Nabi Muhammad Saw.


.. Hadiah terindah dari Allah Swt adlh wujud&cahaya tuntunan Nabi Muhammad Saw yg merupakan petunjuk dari kegelapan,penghias bumi dgn segala kemewahannya, pelebur bencana dan menenangkan hati yg khusyu beribadah kpd Allah Swt maka wajiblah bagi umat bershalawat dan mensyukurinya ..


.. Man Jadda Wa Jadda,barangsiapa yang bersungguh2 maka ia akan berhasil maka tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat dan terimalah nasehat yang baik walau dari budak yang hitam legam,hargailah guru dan amalkanlah ilmu. Sukses itu penting namun sukses,selamat dan bahagia jauh lebih penting ..


.. orang tua dapat menjadi jalan ke surga atau neraka bagi kita.. maka Berbaktilah pada kedua orang tua,niscaya Allah Swt akan jadikan anak keturunan kita kelak berbakti pada kita .. insyaAllah...Amiin.


.. Jika kita sudah meraih kesuksesan dunia atau sukses dgn hajat&cita2 tetaplah kepada kegiatan dalam keluhuran, mengabdilah pada Allah & RasulNya , bantu syiar agamaNya,janganlah berlalai2 dalam kegiatan dunia yang hanya menyita waktu,menghabiskan sisa usia kita dlm hal yang sia2 .. Naudzubillah.


.. jangan sekali2 kita tertipu,walau kita sdh bertaqwa menjalankan perintah Allah&RasulNya tetaplah ingat2 akan dosa dan kesalahan kita yang tlah lalu agar kita terus terpacu meningkatkan derajat ketaqwaan kita hingga ALLAH Swt ridho dan selalu mengarahkan kita pada hal2 yang mulya .. insyaAllah..Amiin.


.. Wahai sdr ku sekalian yang selalu dalam kemulyaan jalin&rekatkanlah selalu hubungan kalian dengan orang2 sholeh yang selalu menepati janjinya pada Allah Swt dan membantu dakwah Sayyidina Muhammad Saw,jadikanlah itu kenikmatan&anugerah termulya yang Allah limpahkan yang akan mengubah kesulitan menjadi kemudahan serta...


. Assalamualaikum wr wb .. sdr/i ku Sungguh, cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis,Debuberalih emas,Keruh menjadi bening,Sakitmenjadi sembuh,Penjara berubah menjadi telaga,Derita menjadi nikmat dan amarah menjadi
rahmat,Cintalah yang mampu meluluhkanbesi,Menghancurkan
batu karangserta membuat budak menjadi pemimpin..Mari kita saling cinta krn Allah&RasulNya ..


.. ALLAHUMMA INNA NAS'ALUKA NAFSAN MUTH'MAINATAN TU'MINU BILIQAA'IKA WA TARDHAA BIQADHAA'IKA WA TAQNA'U BI'ATHAA'IKA .. Artinya : Wahai Allah,sesungguhnya kami memohon kepada Engkau jiwa yang tenang,yang meyakini perjumpaan dengan Engkau,ridho terhadap ketentuan Engkau dan merasa puas dengan pemberian Engkau...Amiin.


.. Assalamualaikum wr wb , Jagalah diri kita krn dunia semakin renta dgn bermacam kerusakan didlmnya,ketentramanpun semakin langka maka sucikanlah diri kita dgn bertaubat dan menyesali dosa2,berlarilah mendekat kepada Tuhan kita Allah Swt yang menguasai alam semesta agar kita termasuk orang2 yang beruntung didunia dan akhiratnya .. Insyaallah..Amiin.


.. ASSALAMUALAIKUM WR WB , Cahaya kelembutan kasih sayang ALLAH Swt,semoga slalu menaungi hari2 kita semua..Amiin. Sabda Rasulullah Saw 'Tetaplah bertaqwa pada ALLAH,karena sesungguhnya itu adlh pokok segala urusan dan tetaplah dgn membaca alQur'an krn itu adlh cahaya bagimu didunia dan dilangit menjadi simpanan untukmu'. (HR.Ibnu Hibban)


Dari Ibn Abbas ra berkata : diantara doa Nabi saw : “Wahai Allah jadikanlah pada hatiku cahaya, dan pada penglihatanku cahaya, dan pada pendengaranku cahaya, dan di kananku cahaya, dan dikiriku cahaya, dan diatasku cahaya, dan dibawahku cahaya, dan didepanku cahaya, dan di belakangku cahaya, dan jadikan untukku cahaya” (Shahih Bukhari)


.. ASSALAMUALAIKUM WR WB , sdr/i ku yang dirahmati ALLAH SWT,Rasulullah Saw bersabda : 'Sesungguhnya kekayaan adalah kecukupan hati dan kefaqiran adalah faqirnya hati. Barangsiapa yg kaya hatinya maka hartanya tak akan membahayakan baginya dan barangsiapa merasa faqir hatinya maka harta yg bykpun tak akan mencukupinya,...akan tetapi justru akan membahayakan dirinya karena kikirnya.' (HR.Ibnu Hibban)



.. Allahumma sholli afdhalashshalaati alaa as'adi makhluwqatika badrid dujaa sayyidana wa mawlaanaa Muhammadin wa alaa aalihiy wa shahbihiy wa sallim,adada ma'lumaatika wamidaada kalimaatika kullamaa dzakarakadzdzaa kiruwna wa ghafala'an dzikrikal ghafiluwna wasalim waradhiyallaahu ta'aalaa 'an saadaatinaa ashhaabi rasulillaahi ajmain ..


.. Hidup emang nikmat jika kita taat..! ingat kita lagi nunggu giliran dijemput malaikat apalagi sampe ninggalin sholat,bahaya dihari kiamat..! jadi mari kita jaga sholat agar selamat dunya akherat.. Amiin.