Jumat, Mei 15, 2009
Kaum ad dan Tsamud.
[11.50] Dan kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.
[11.51] Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini, Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan (nya)?"
[11.52] Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."
[11.53] Kaum Ad berkata: "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.
[11.54] Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab: "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,
[11.55] dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.
[11.56] Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus."
[11.57] Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan) nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.
[11.58] Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari 'azab yang berat.
[11.59] Dan itulah (kisah) kaum Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).
[11.60] Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Ad (yaitu) kaum Hud itu.
[11.61] Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Saleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."
[11.62] Kaum Tsamud berkata: "Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami."
[11.63] Saleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain daripada kerugian.
[11.64] Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat."
[11.65] Mereka membunuh unta itu, maka berkata Saleh: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."
[11.66] Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Saleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
[11.67] Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
[11.68] Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.
[11.69] Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Salaman" (Selamat). Ibrahim menjawab: "Salamun" (Selamatlah), maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.
[11.70] Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Lut."
[11.71] Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Yakub.
[11.72] Istrinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.
[11.73] Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah."
[11.74] Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Lut.
[11.75] Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka kembali kepada Allah.
[11.76] Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.
[11.77] Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lut, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit."
[11.78] Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Lut berkata: "Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"
[11.79] Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki."
[11.80] Luth berkata: "Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)."
[11.81] Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".
[11.82] Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.
Demikian sebagian kaum yang menentang Allah swt binas tak tersisa,Naudzubillah.
Wassalamualaikum wr wb.
AlQur'an Dari Allah swt.
Al Qur'an,Surat HUD.
11.1] Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
[11.2] agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya,
[11.13] Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".
[11.14] Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): "Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?"
[11.17] Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur'an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur'an itu. Sesungguhnya (Al Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
Wassalamualaikum wr wb.
Kisah Nabi Nuh.
[11.36] Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.
[11.37] Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang lalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
[11.38] Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).
[11.39] Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal."
[11.40] Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.
[11.41] Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[11.42] Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir."
[11.43] Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
[11.44] Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," Dan air pun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang lalim."
[11.45] Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya."
[11.46] Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan."
[11.47] Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi."
[11.48] Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami."
[11.49] Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Wassalamualikum wr wb.
Senin, Mei 11, 2009
KAROMAH HABIB MUNZIR AL MUSAWA.
Assalamualaikum wr wb,
Limpahan puji syukur kehadirat Allah swt yang selalu menjaga umat Islam dengan mengutus waliNya di muka bumi agar selalu terpelihara umat ini hingga akhir zaman,shalawat dan salam semoga Allah swt limpahkan kepada junjungan Agung Sayyidina Muhammad saw yang diutus dan dibekali ilmu langsung dariNya untuk diajarkan kepada seluruh manusia agar terhindar dari kemusyrikan dan godaan setan yang lilaknat.
Sekilas kami akan menyajikan tentang karomah/keutamaan2 Guru kami Habibunal mahbub al Habib Munzir Bin Fuad AlMusawa yang kami rangkum dari orang terdekat beliau,agar menjadi pelajaran bagi kita dan makin yaqinnya kita sebagai murid2nya dalam mengikuti arahan beliau.
Pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung menangis.. dan berkata : WAHAI MUHAMMAD...! (saw), maka Hb Munzir berkata : saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata : ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam... lalu ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib Abdulqadir almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta, bahkan sampai ke pedalaman irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yg sudah ratusan tahun belum dijamah para da'i, ratusan orang yg sudah masuk islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul saw selalu hadir di majelisnya,
Bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu mimpi Rasul saw, ia sudah bai'at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di Majelis Hb Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw..
maka berkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah syeikh Futuh ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar benar dicintai oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan beliau hanya menunduk malu..
"Beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya".
bukan orang yg sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan gaibnya ke khalayak umum
ketika orang ramai minta agar Hb Umar maulakhela didoakan karena sakit, maka beliau tenang tenang saja, dan berkata : Hb Nofel bin Jindan yg akan wafat, dan Hb Umar Maulakhela masih panjang usianya.. benar saja, keesokan harinya Hb Nofel bin Jindan wafat, dan Hb Umar maulakhela sembuh dan keluar dari opname.., itu beberapa tahun yg lalu..
ketika Hb Anis Alhabsyi solo sakit keras dan dalam keadaan kritis, orang orang mendesak hb munzir untuk menyambangi dan mendoakan Hb Anis, maka beliau berkata pd orang orang dekatnya, hb anis akan sembuh dan keluar dari opname, Insya Allah kira kira masih sebulan lagi usia beliau,..
betul saja, Hb Anis sembuh, dan sebulan kemudian wafat..
Ketika gunung papandayan bergolak dan sudah dinaikkan posisinya dari siaga 1 menjadi "awas", maka Hb Munzir dg santai berangkat kesana, sampai ke ujung kawah, berdoa, dan melemparkan jubahnya ke kawah, kawah itu reda hingga kini dan kejadian itu adalah 7 tahun yg lalu (VCD nya disimpan di markas dan dilarang disebarkan).
Demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yg terkenal dg sihir dan dukun dukun jahatnya., maka selesai acara hb munzir malam itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitya, ia berkata : saya ingin jumpa dg tuan guru yg semalam buat maulid disini..!, semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak mau dekat dg ulama dan sangat ditakuti, ketika ditanya kenapa??, ia berkata : saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap., lalu subuh tadi saya lihat mereka (Jin jin khodam itu) sudah pakai baju putih dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk islam, dan jadi begini??, maka jin jin ku berkata : apakah juragan tidak tahu?, semalam ada Kanjeng Rasulullah saw hadir di acara Hb Munzir, kami masuk islam..!
Kejadian serupa di Beji Depok seorang dukun yg mempunyai dua ekor macan jadi jadian yg menjaga rumahnya, malam itu Macan jejadiannya hilang, ia mencarinya, ia menemukan kedua macan jadi2an itu sedang duduk bersimpuh didepan pintu masjid mendengarkan ceramah hb munzir..
Demikian pula ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan Cirebon, daerah yg terkenal ahli santet dan jago jago sihirnya, maka hb munzir menepuk bahu muridnya dan berkata : MA'ANNABIY.. !, berangkatlah, Rasul saw bersama kalian..
maka saat mereka membaca maulid, tiba tiba terjadi angin ribut yg mengguncang rumah itu dg dahsyat, lalu mereka mnta kepada Allah perlindungan, dan teringat hb munzir dalam hatinya, tiba tiba angin ribut reda, dan mereka semua mencium minyak wangi hb munzir yg seakan lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola bola api diluar rumah yg tak bisa masuk kerumah itu..
ketika mereka pulang mereka cerita pd hb munzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu..
Demikian pula pedande pndande Bali, ketika Hb Munzir kunjung ke Bali, maka berkata muslimin disana, habib, semua hotel penuh, kami tempatkan hb ditempat yg dekat dengan kediaman Raja Leak (raja dukun leak) di Bali, maka hb munzir senyum senyum saja, keesokan harinya Raja Leak itu berkata : saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini semalam..
Bukankah kita lebih senang guru yg mengajar syariah namun tawadhu, tidak sesohor, sebagaimana Rasul saw yg hakikatnya sangat berkuasa di alam, namun membiarkan musuh musuhnya mencaci dan menghinanya, beliau tidak membuat mereka terpendam dibumi atau ditindih gunung, bahkan mendoakan mereka.
Demikian pula ketika hb munzir dicaci maki dg sebutan Munzir ghulam ahmad..!, karena ia tidak mau ikut demo anti ahmadiyah, beliau tetap senyum dan bersabar, beliau memilih jalan damai dan membenahi ummat dg kedamaian daripada kekerasan, dan beliau sudah memaafkan pencaci itu sebelum orang itu minta maaf padanya, bahkan menginstruksikan agar jamaahnya jangan ada yg mengganggu pencaci itu,kemarin beberapa minggu yg lalu di acara Masjid alMakmur tebet hb munzir malah duduk berdampingan dg si pencaci itu, ia tetap ramah dan sesekali bercanda dg Da'i yg mencacinya sebagai murtad dan pengikut ahmadiyah..
Demikian sekilas tulisan yang kami dapat sampaikan kepada para pembaca yang budiman agar dapat mengambil hikmah yang tersirat dalam kisah2 tadi,bukan maksud sombong dalam menyampaikan kisah2 tadi namun semoga kita dapat Istiqomah dalam mengikuti Beliau.
Mohon Maaf
Wassalamualaikum wr wb.
Senin, Mei 04, 2009
Mengatasi Masalah Dalam Islam dan BerMazhab.
Limpahan puja-puji syukur kita kepada Allah swt yang telah mengutus Nabi Muhammad saw tuk menyempurnakan akhlaq seluruh manusia semoga shalawat dan salam selalu tercurah limpahkan kepada Beliau saw.
Islam mempunyai 2 pondasi penting dalam mengatasi permasalahan seputar agama Islam yaitu maslah USHUL(prinsip) dan FURU'(cabang).Dalam maslah USHUL(prinsip) seluruh umat Islam di dunia sudah sepekat tidak dapat ditawar2 lagi karena ini menjadi ciri umat Islam seperti ber syahadatain,rukun Islam dan rukun Iman.
Sejak diutusnya Nabi Muhammad saw oleh Allah swt ke dunia untuk menyampurnakan akhlaq manusia rukun2 tsb sudah jelas dan baku dengan berdasarkan keterangan2 yang ada di AlQur'an dan Hadist Nabi saw yang menjadi pegangan seluruh Umat Islam sampai hari kiamat.
Setiap Individu muslim wajib menjalankan hukum2 tsb tidak boleh melanggarnya kalau seorang muslim berani melanggarnya maka ia telah murdad sehingga jatuh lah sebutan KAFIR kepada orang tersebut dapat dicontohkan sbb:
Apabila seorang muslim mengakui Tuhan yang selain Allah swt atau mengingkari seorang Nabi/Rasul yang diutus Allah dengan keterangan yang sudah jelas dalam Qur'an dan Hadist berarti ia nya telah MURTAD.
Namun dalam masalah FURU'(cabang) umat Islam dianjurkan lebih mengutamakan toleransi agar tidak terjadi perpecahan diantara mereka.
Namun hendaknya setiap individu muslim harus pandai beradaptasi dengan wilayah yang ia tinggal atau disinggahi agar tidak menimbulkan fitnah diantara mereka karena setiap muslim wajib mengutamakan kemaslahatan umat.
Perbedaan dalam masalah menjalankan satu Ibadah asalkan ada dalil atau keterangan yang jelas dalam Qur'an dan Hadist atau hukum ibadah tsb telah di kesepakati mayoritas Ulama maka muslim tsb tidak boleh mengatakan bahwa itu bid'ah bahkan lebih parah lagi dengan mengkafirkan muslim yang menjalankan Ibadah tsb,contoh:
Seorang Muslim yang memilih mazhab Maliki saat ia berada di suatu wilayah muslimin yang mayoritas bermazhab Syafe'i hendaklah tidak bersikeras dengan menjalankan mazhab yang ia yakini dan ikuti maka hendaklah ia mengikuti mazhab mayoritas diwilayah tsb agar tidak menimbulkan FITNAH sehingga tidak terjadi perdebatan2 yang tidak penting.
MAZHAB.
Memang hukum bermazhab tidak diwajibkan dalam agama Islam namun sudah menjadi kesepakatan Ulama Fiqih bahwa hendaklah setiap muslim mengikuti salah satu dari empat mazhab yang termasuk dalam Ahlussunnah wal Jamaah yaitu,
1.Imam Maliki
2.Imam Hanafi
3.Imam Syafei
4.Imam Hambali
yang mereka ini telah di akui dan disepakati mayoritas ulama karena keilmuan mereka sudah tidak diragukan lagi mereka lah ahlinya dalam masalah agama Islam.
Dalam Islam kita mengenal kaidah fiqih,yaitu 'Setiap hal yang menunjang ibadah wajib maka hukumnya menjadi wajib' contoh :
Hukum membeli air mubah saja tetapi apabila kita hendak berwudhu tapi tidak ada air kecuali hanya didapat dengan cara membeli maka hukum yang tadinya mubah otomatis berubah menjadi wajib,karena berwudhu dengan air lebih utama(afdhol).
Karena Syariah Islam ini luas dan,ulama mendapati banyak riwayat dalam menjalankan satu ibadah saja dengan keterangan dari sahabat Nabi saw apalagi kita yang hidup jauh setelah Muhammad Rasulullah wafat maka ulama menganjurkan agar kita mengikuti salah satu dari fatwa empat Imam yang telah disepakati tadi dengan maksud agar lebih tertib dan Istiqomah dalam menjalankan satu ibadah,sehingga tidak rancu dalam menjalankan ibadah,contoh ;
Sebagaimana mungkin seorang Muslim mengerjakan shalat dengan berwudhu mengikuti Imam Syafei yang fatwa beliau sah wudhu walau hanya mengusap air di anggota wudhu dan batal wudhu bila bersentuhan dengan wanita yg bukan mahramnya namun Shalat mengikuti pendapat Imam Maliki yang berfatwa wudhu harus menggosokkan air ke anggaota wudhu dan tidak batal wudhu bila bersentuhan dengan wanita yg bukan mahramnya bila tidak diikuti nafsu.
Lalu kelak siapa yang akan bertanggung jawab dengan ibadah yang dikerjakan Muslim tersebut..?
Oleh karena itu hendaklah kita bermazhab kepada salah satu Imam tersebut yang masuk dalam kelompok Ahlussunnah waljamaah, sesuai sabda Nabi saw "Diakhir zaman Umat ku akan terpecah dalam 73 golongan semua mereka masuk neraka kecuali mereka yang masuk dalam golongan Ahlussunnah wal jamaahh" inilah yang diikuti ulama2 pendahulu kita agar kelak semua Ibadah yang kita lakukan ada yang bertanggung jawab dan kita akan berdiri dibelakang bendera imam2 tsb sehingga kita selamat dan masuk ke dalam surganya Allah swt dengan RAHMATNya..Aamiin.
Wallahu a'lam bissawab.
Wassalamualaikum wr wb.
Jumat, Mei 01, 2009
ASMAUL HUSNA.
dibaca 500 kali setiap setelah sholat wajib lima waktu akan menuntun mkita menjadi berkasih sayang,hati tenang dan tidak pelupa.
2.YAA RAHIM = MAHA PENYAYANG
dibaca 100 kali menjadikan kita bersifat kasih sayang dan orang lain menyayangi kita dan diberi kemudahan2.
3.YAA MALIK = MAHA RAJA
dibaca 121 kali setiap pagi membuat kita di hargai orang dan hidup kita berkecukupan.
4.YAA QUDDUUS = MAHA SUCI
dibaca 100 kali setelah matahari tergelincir maka hati akan bersih dari sifat sombong,iri,serakah dan dengki.
5.YAA SALAM = MAHA MENYELAMATKAN
dibaca 136 kali maka setiap penyakit yang kita derita akan sembuh,apabila menengok orang sakit di baca 136 kali InsyaAllah akan sembuh.
6.YAA MU'MIN = MAHA MENGAMANKAN
dibaca 136 kali akan aman dari perbuatan jahat.
7.YAA MUHAIMIN = MAHA MEMELIHARA
dibaca selalu kita akan di pelihara dan hati bersih terang.
8.YAA AZIIZ = MAHA BERKUASA
dibaca 40 kali selama 40 hari berturut turut kita akan dapat pertolongan Allah swt.
9.YAA JABBAR = MAHA PERKASA
dibaca 226 kali pagi dan petang,orang2 yang memusuhi kita akan tunduk tidak berdaya atas izin Allah swt.
10.YAA MUTAKABIR = MAHA MEMILIKI KEBESARAN
dibaca sebanyak-banyaknya kita akan diunggulkan dari musuh-musuh kita .dibaca sesaat sebelum berhubungan intim dengan suami/istri,InsyaAllah dikarunia anak sholeh/hah.
11.YAA KHALIQ = MAHA PENCIPTA
dibaca 5.000 kali semalam barang/keluarga hilang,InsyaAllah kembali.
12.YAA BAARI = MAHA PEMBUAT
dibaca 100 kali saat menunggu shalat jum'at,InsyaAllah dosa2 terdahulu akan diampuni Allah swt.
13.YAA MUSHAWWIR = MAHA PEMBENTUK
dibaca 21 kali tiap berbuka puasa sunnah istri 7 hari suami 3 hari insyaAllah dikaruniakan anak bagi yg belum.
14.YAA GHAFFAAR = MAHA PENGAMPUN
dibaca 100 kali saat menunggu shalat jum'at,InsyaAllah dosa2 terdahulu akan diampuni Allah swt.
15.YAA QAHHAR = MAHA PEMAKSA
dibaca tiap malam sebanyak2nya,insyaAllah mendapatkan ketenangan batin dan bebas dari hidup sukar dan kesalahan.
16.YAA WAHHAAB = MAHA PEMBERI
dibaca 300 kali tiap hari setelah shalat fardhu atau 100 kali setelah shalat Tahajjud tga atau tujuh malam berturut-turut akan terkabul permohonan doa kita.
17.YAA RAZZAAQ =MAHA PEMBERI REZEKI
dibaca sebanyak-banyaknya InsyaAllah akan dikarunikan rezeki yang berkecukupan.
18.YAA FATTAAH = MAHA PEMBUKA
dibaca sebanyak2nya tiap hari setelah shalat shubuh,InsyaAllah dibuka hati dan pikirannya dan mudah menghadapi masalah.
19.YAA 'ALIIM = MAHA TAHU
dibaca 100 kali setiap selesai shalat fardhu akan dikaruniakan ilmu makrifat sempurna.
20.YAA QAABIDH = MAHA MENAHAN
dibaca sebanyak2nya akan terhindar dari ancaman kejahatan dan cukup sandang pangan.
21.YAA BASITH = MAHA MELAPANGKAN
dibaca 10 kali setelah shalat dhuha Allah swt akan mengaruniakan rezeki yang tak putus2 dan ditambah ilmu kita.
22.YAA KHAAFIDH = MAHA MERENDAHKAN
dibaca 500 kali dengan khusyu dan tawaddu akan dilindungi dari perbuatan jahat dan hajat kita dikabul.
23.YAA RAAFI' = MAHA MENINGGIKAN
dibaca 199 kali setiap hari dapat meninggikan martabat dan kehdupan kita berhasil.
24.YAA MU'IZ = MAHA MEMULYAKAN
dibaca 140 kali seusai shalat isya setiap malam selasa & jum'at terus menerus agar timbul rasa takut kepada Allah wst dan dihormati.
25.YAA MUDZIL = MAHA MENGHINAKAN
dibaca 73 kali terus menerus,InsyaAllah akan mendapat perlindungan dari perbuatan jahat.
26.YAA SAMI' = MAHA MENDENGAR
dibaca 100 kali tiap hari kamis setusai shalat dzuhur tanpa setahu orang lain akan terkabul permohonan kita.
27.YAA BASHIIR = MAHA MELIHAT
dibaca 100 kali sebelum shalat jum'at .Allah akan membuka mata hati ,pikiran,dan martabat kita menjadi tinggi.
28.YAA HAKAM = MAHA MEMITUSKAN
dibaca sebanyak2nya setiap hari,InsyaAllah dimulyakan tiap orang dan Allah swt melimpahkan karunia yang tak putus2.
29.YAA 'ADL = MAHA ADIL
dibaca 100 kali tiap usai shalat fardhu,InsyaAllah akan dikarunikan sifat adil dan diperlakukan adil oleh orang lain.
30.YAA LATIIF = MAHA LEMBUT
dibaca 100 kali seusai shalat sunnah ,Alla swt akan mengabulkan permohonannya.
31.YAA KHABIIR = MAHA MENGETAHUI
dibaca sebanyak2nya,InsyaAllah dihindarkan dari perbuatan orang dzolim dan diperbaiki dari sifat buruk.
32.YAA HALIIM = MAHA PENYANTUN
dibaca sebanyak2nya tiap hari ba'da shalat fardhu,InsyaAllah akan terhindar dari bencana alam dan di kukuhkan kita.
33.YAA 'AZHIIM = MAHA AGUNG
dibaca tiap hari sebanyaknya,InsyaAllah dihindarkan dari orang zolim dan diperbaiki sifat2 buruk.
34.YAA GHAFUUR = MAHA PENGAMPUN
dibaca tiap malam sebanyak2nya,insyaAllah dilenyapkan kesukaran dan dihapuska n dosa2nya setelah bertaubat.
35.YAA SYAKUUR = MAHA MENERIMA SYUKUR
dibaca setiap hari sebanyak2nya,insyaAllah hati kita dijernihkan dan disembuhkan dari penyakit yang diderita.
36.YAA ALIY' = MAHA TINGGI
dibaca dengan kerndahan hati ,insyaAllah akan dicerdaskan dan ditambah keyakinannya pada Allah swt.
37.YAA KABIIR = MAHA BESAR
dibaca 100 kali setiap hari akan mendapatkan penghormatan dari orang lain.
38.YAA HAFIIZH = MAHA PENJAGA
dibaca 16 kali tiap hari,insyaAllah akan terlindungi dari marabahaya.
39.YAA MUQIIT = MAHA PEMELIHARA
Fadilahnya memperbaiki sifat buruk keluarga kita dan memperkuat kepribadian.
40.YAA HASIIB = MAHA PENGHITUNG
dibaca tiap hari,insyaAllah akan terhindar dari marabahaya dan bebas dari rasa takut.
41.YAA JALIIL = MAHA AGUNG
dibaca tiap hari pagi dan petang dan tengah malam,insyaAllah akan memperbaiki kehidupan pribadi.
42.YAA KARIIM = MAHA PEMURAH
dibaca 280 tiap hari menjelang tidur akan mendapat kemuliyaan dan kehormatan dalam hidup.
43.YAA RAQIIB = MAHA PENGAWAS
dibaca dengan keikhlasan aka dijaga dari marabahaya yang akan menimpa harta dan keluarga kita.
44.YAA MUJIIB = MAHA MENGABULKAN
dibaca 55 kali tiap subuh Allah akan mengabulkan permohonan kita.
45.YAA WAASI' = MAHA LUAS
dibaca 127 kali setiap hari akan di anugerahi kehidupan yang cukup serta jalan keluar dari kesulitan hidup.
46.YAA HAKIIM = MAHA AGUNG HIKMAH-NYA
dibaca dibiasakan ,insyaAllah akan dikaruniakan hidup berhasil dan terlepas dari kesulitan.
47.YAA WADUUD = MAHA MENCINTAI
dibaca 1000 kali tiap hari istiqomah akan berkembang rasa kasih kita kepada sesama dan dikasihi orang lain.
48.YAA MAJIID = MAHA LUHUR
dibaca biasakan Allah akan memberikan kemulyaan ,kehormatan,kesejahteraan dan kesehatan.
49.YAA BAA'ITS = MAHA MEMBANGKITKAN
dibaca 100 kali sambil meletakan tangan keatas dada ,khusyu dan rendah hati Allah akan memberikan terang hati dan ilmu hikmah.
50.YAA SYAHIID = MAHA MENYAKSIKAN
Fadilahnya melembutkan hati anggota keluarga yang membangkang.
51.YAA HAQQ = MAHA BENAR
dibaca sebanyak2nya,InsyaAllah kita diberi ketaatan kepada Allah swt.
52.YAA WAKIIL = MAHA PEMELIHARA
dibaca 1000 kali akan meredakan hujan badai yang berangin topan dan Allah swt bukakan pintu rezeki.
53.YAA QAWIYY = MAHA KUAT
dibaca 1000 kali tiap malam akan dibugarkan kondisi yang lemah.
54.YAA MATIIN = MAHA KOKOH
dibaca sebanyak2nya ,insyaAllah kesulitan akan lenyap.
55.YAA WALIYY = MAHA MELINDUNGI
dibaca rajin membaca dzikir ini akan selau dalam lindungan illahi.
56.YAA HAMIID = MAHA TERPUJI
membiasakan dzikir ini akan Allah swt jadikan kita bermoral baik dan dikasihi sesama.
57.YAA MUHSHI = MAHA MENGHITUNG
dibaca Allah swt akan mempermudah kita dihari perhitungan.
58.YAA MUBDI = MAHA MEMULAI
dibaca 470 kali setiap hari dengan khusyu Allah akan membuat hati kita jernih ,cerdas dan kreatif.
59.YAA MU'IID = MAHA MENGEMBALIKAN
dibaca 124 kali tiap usai shalat fardhu malam keluarga yg pergi tanpa pamit akan kembali dengan selamat.
60.YAA MUHYII = MAHA MENGHIDUPKAN
dibaca setiap hari Allah akan menghidupkan hati kita dan memulyakan kita dunia dan akhirat.
61.YAA MUMIIT = MAHA MEMATIKAN
dibaca agar Allah swt menolong kita memperoleh kemenangan atas musuh.
62.YAA HAYYU = MAHA HIDUP
dibaca selalu agar dihindari dari musyrik dan munafik dan panjang umur.
63.YAA QAYYUUM = MAHA BERDIRI SENDIRI
dibaca sebanyak2nya agar terhindar dari marabahaya.
64.YAA WAAJID = MAHA KAYA
dibaca untuk menambah kekayaan batin dan kemantapan jiwa.
65.YAA MAAJID = MAHA MULIA
dibaca 400 kali setiap hari diulang2 akan menjernihkan hati dan pikiran.
66.YAA WAAHID = MAHA TUNGGAL
dibaca agar diberi kemenangan dan membebaskan kita dari rasa takut.
67.YAA AHAD = MAHA ESA
dibaca 1000 kali diulang Allah akan membukakan rahasia2 tertentu bagi kita.
68.YAA SHAMAD = MAHA DIBUTUHKAN
dibaca rajin untuk kita dibebaskan dari sandang papan dan akan diberi momongan bagi yang belum.
69.YAA QADIIR = MAHA KUASA
dibaca 305 kali setiap hari diulang agar hajat2 terkabul.
70.YAA MUQTADIR = MAHA BERKUASA
dibaca 554 kali tiap hari ,insyaAllah maksud kita yang baik terkabul.
YAA MUQADDIM = MAHA MENDAHULUKAN
YAA MUAKHIR = MAHA MENGAKHIRKAN
YAA AWWAL = MAHA PERMULAAN
YAA AAKHIR = MAHA AKHIR
YAA ZHAAHIR = MAHA NYATA
YAA BAATHIN = MAHA GAIB
YAA WAALI = MAHA PENGUASA
YAA MUTA'ALI = MAHA TINGGI
YAA BARR = MAHA DARMAWAN
YAA TAWWAB = MAHA PENERIMA TAUBAT
YAA MUNTAQIN = MAHA PENYIKSA
YAA 'AFUW = MAHA PEMAAF
YAA RA'UUF = MAHA PENGASIH
YAA MALIKUL MULK = MAHA BERDAULAT
YAA ZALJALLI WAL IKRAAM = MAHA MEMILIKI KEBESARAN-KEMULYAAN
YAA MUQSIT = MAHA ADIL
YAA JAAMI' = MAHA MENGUMPULKAN
YAA GHANIY = MAHA KAYA
YAA MUGNI = MAHA MENCUKUPKAN
YAA MAANI' = MAHA MENCEGAH
YAA DHAAR = MAHA PENGHUKUM
YAA NAAFI' = MAHA PEMBERI MANFAAT
YAA NUUR = MAHA BERCAHAYA
YAA HAADII = MAHA PETUNJUK
YAA BADII' = MAHA PENCIPTA
96.YAA BAAQI' = MAHA KEKAL
97.YAA WAARITS = MAHA PEWARIS
mengulang ulang dzikir ini akan dikaruniakan panjang umur san hidup berhasil.
98.YAA RASYID = MAHA PANDAI
dibaca 1000 kali antara magrib dan isya terus menerus,insyaAllah akan di jadikan orang yang pandai dan dibebaskan dasi kesulitan
.
99.YAA SHABUUR = MAHA SABAR
Di baca 3000 kali akan dibebaskan Allah dari kesulitan.
Selasa, April 28, 2009
Kisah Mauliddurrasulullah saw.
Dalam Maulid Addhiyaullamy Habib Umar bin Hafidz mengisahkan, “Dan ketika Aminah mengandung Nabi, ia tidak pernah merasa sakit sebagaimana lazimnya wanita yang tengah hamil.” Sementara Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’i memilih penggambaran yang gempita dan agung, dengan sajak-sajak yang berakhiran huruf ra berharakat fathah.
Fahtazzal ‘arsyu tharaban was-tibsyâra
Waz-dâdal kursiyyu haibatan wa waqâra
Wam-tala-atis samâwâtu anwâra
wa dhaj-jatil mala-ikatu tahlîlan wa tanjîdan was-tighfâra
(Maka Arsy pun berguncang
penuh suka cita dan riang gembira.
(Sementara) Kursi Allah bertambah wibawa dan tenang.
Langit dipenuhi berjuta cahaya.
Dan bergemuruh suara malaikat
membaca tahlil, tamjid (pengagungan Allah), dan istighfar.)
Detik-detik kelahiran Nabi dilukiskan sebagai peristiwa luar biasa yang sarat kemukjizatan. Para penyusun Maulid pun berlomba mengabadikannya dengan rangkaian kalimat indah yang tak terhingga nilainya, misalnya untaian puisi dalam Maulid Diba’ seperti berikut:
Wa lam tazal ummuhû tarâ anwâ’an min fakhrihî wa fadhlihî,
ilâ nihâyati tamâmi hamlih
Falammâsy-tadda bihâth-thalqu bi-idzni rabbil khalqi,
wadha’atil habîba shallallâhu ‘alaihi wa sallama sâjidan syâkiran hâmidan ka-annahul badru fî tamâmih
(Dan sang ibunda tiada henti melihat bermacam tanda kemegahan dan keistimewaan sang janin,
hingga sempurnalah masa kandungannya.
Maka ketika sang bunda telah merasa kesakitan,
dengan izin Tuhan, Sang Pencipta makhluk, lahirlah kekasih Allah, Muhammad SAW,
dalam keadaan sujud, bersyukur, dan memuji,
dengan wajah yang sempurna, laksana purnama).
Sementara Simthud Durar menggambarkannya dengan untaian kalimat yang tak kurang indah...
“Maka dengan taufik Allah,
hadirlah Sayyidah Maryam dan Sayyidah Asiyah,
yang diiringi bidadari-bidadari surga
yang beroleh kemuliaan agung
yang dibagi-bagikan Allah
atas mereka yang dikehendaki
Dan tibalah saat yang tlah direncanakan Allah
bagi kelahiran ini
Menyingsinglah fajar keutamaan nan cerah
Terang benderang menjulang tinggi
Dan terlahirlah insan nan terpuji
Tunduk khusyu’ di hadapan Allah
Terang benderang menjulang tinggi.....”
Dalam Maulid-maulid itu juga diriwayatkan, Rasulullah SAW dilahirkan dalam keadaan telah terkhitan, mata beliau indah bercelak, tali pusarnya telah bersih terpotong – berkat kuasa kodrat Ilahi.
Habib Ali juga menukil periwayatan Abdurahman bin ‘Auf, yang bersumber dari pengalaman ibu kandungnya, Syaffa’, yang berkisah, “Pada saat Rasulullah SAW dilahirkan oleh Aminah, ia kusambut dengan kedua telapak tanganku. Dan terdengar tangisnya pertama kali. Lalu kudengar suara, ‘Semoga rahmat Allah atasmu.’ Dan aku pun menyaksikan cahaya benderang di hadapannya, menerangi timur dan barat, hingga aku dapat melihat sebagian gedung-gedung Romawi.”
Cerita kehadiran Sayyidah Maryam (ibunda Nabi Isa AS) dan Sayyidah Asiyah (istri Firaun yang juga ibu angkat Nabi Musa) saat kelahiran Rasulullah SAW, dikisahkan dalam Maulid Barzanji. Dilukiskan pula berbagai peristiwa ganjil yang menghiasi malam kelahiran beliau, seperti retaknya Istana Kerajaan Persia, banjir bandang yang melanda Lembah Samawah di Gurun Sahara, padahal sebelumnya belum pernah ditemukan air setetes pun; serta cahaya terang benderang di atas kota Makkah dan sekitarnya.
Lebih lanjut Al-Barzanji juga menceritakan kondisi bayi Muhammad sesaat setelah kelahirannya, “Nabi lahir ke dunia dalam keadaan meletakkan kedua tangannya ke bumi seraya menengadahkan wajahnya ke arah langit yang tinggi sebagai penanda ketinggian kedudukannya dan keluhuran budinya.”
Demikianlah berbagai ungkapan keindahan pada detik-detik kelahiran Rasulullah SAW dalam puisi Maulid karya ulama shalih dari zaman ke zaman. Meski tiada kata yang cukup mewakili untuk menggambarkan keluhurannya, dengan segala keterbatasannya para ulama penyair itu berusaha merangkumnya dalam serangkaian puisi indah.
Betapa beruntung orang-orang yang mencintainya dengan cara apa pun, sebagaimana ungkapan Imam Bushairi dalam Maulid Burdah-nya, “Dialah sosok yang sempurna makna dan bentuknya, yang kemudian dipilih menjadi kekasih Sang Penghembus Angin Sepoi. Pengungkapan kebaikannya terjaga dari kemusyrikan, maka mutiara keindahannya tak terbagi. Tinggalkanlah apa yang dikatakan kaum Nasrani tentang nabinya, dan pujilah ia (Rasulullah) semaumu asal masih dalam batasan hukum itu. Maka nisbatkanlah kemuliaan dan keagungan apa pun yang kau kehendaki kepadanya.”
Rasulullah SAW memang manusia biasa, namun beliau telah dipilih oleh Allah SWT untuk dianugerahi berbagai keistimewaan, yang menjadikan posisi beliau di antara umat manusia bak permata diantara bebatuan...
Wassalamualaikum wr wb.
Sanad Bukhari.
Sanad Hadits Soheh Bukhari Yang Menjadi Panutan Kami Majelis Rasulullah SAW Langsung Bersambung Kepada Imam Bukhari :
01. Hb.Munzir Bin Fuad Almusawa
02. Hb Umar bin Hafidh, Alhafidh,
03. Hb Ibrahim bin Umar bin Agil bin Yahya, Alhafidh,
04. Hb Ali bin Muhammad Alhabsyi Kwitang, Alhafidh,
05. Hb Umar bin Idrus Alhabsyi sohibul Yawagiit, Alhafidh,
06. Hb Abdullah bin Husein bin Thahir sohib Masiilah, Alhafidh,
07. Hb Umar bin Segaf Assegaf Sohibul Waadiy, Alhafidh,
08. Hb Segaf bin Muhammad bin Umar Assegaf, Alhafidh,
09. Hb Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih, Alhafidh,
10. Hb Abdullah bin Alwi Alhaddad, Alhafidh,
11. Hb Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad Baharun, Alhafidh,
12. Hb Abubakar bin Abdurrahman bin Shihabuddin, Alhafidh,
13. Hb Abdurrahman bin Shahabuddin Ahmad, Alhafidh,
14. Hb Muhammad bin Ali Khird, Alhafidh,
15. Hb Muhammad bin Abdurrahman Al Asqa' Balfaqih, Alhafidh,
16. Hb Abdullah Alaydrus Al Akbar, Alhafidh,
17. Hb Umar Almuhdhor, Alhafidh,
18. Al Imam Abdurrahman Assegaf, Alhafidh,
19. Al Imam Muhammad bin Alwi Shohib Amaa'im, Alhafidh,
20. Al Imam Abdullah bin Alwi, Alhafidh,
21. Al Imam Alwi bin Faqihil Muqaddam, Alhafidh,
22. Al Imam Faqihil Muqaddam, Alhafidh,
23. Al Imam Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Jadiid, Alhafidh,
24. As syeikh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Ibn Abisshaif Alyamaaniy, Alhafidh,
25. Assyeikh Abulhasan Ali bin Humaid Al Athrabalsiy, Alhafidh,
26. Syeikh Abu Maktum Isa bin Abu Dzarr Alharawiy, Alhafidh,
27. Syeikh Abu Dzarr AL Harawiy, Alhafidh,
28. Al Hafidh Abu Ishaq Ibrahim Al Balakhiy, Almustamalliy, Alhafidh,
29. A Hafidh Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf Al Firabriy, Alhafidh,
30. Hujjatul Islam wa Barakatul Anaam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhariy.
Kamis, April 23, 2009
Mengatasi Sifat Sombong.
limpahan puji kepada Allah swt yang menegakkan langit tanpa tiang yang kuasa menancapkan gunung dengan kokohnya tiada yang dapat menyerupakaNya.
Shalawat dan salam keatas Baginda Agung Sayyidul wujud Muhammad saw yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia untuk seluruh manusia.
Untuk mengobati penyakit sombong,manusia hendaklah banyak mengingat dari mana ia berasal dari apakah Allah swt menciptakannya melainkan dari air yang menjijikan(nuftah) dan pada akhir hidupnya ia akan mati menjadi seonggok bangkai santapan cacing tanah.
Allah swt berfirman:
Artinya "Binasalah manusia,alangkah amat sangat kekafirannya.Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani Allah menciptakannya kemudian Dia memudahkan jalannya kemudian Dia mematikannya dan memasukannya ke dalam kubur" (Qs.Abasa:17-21)
Setiap manusia harus menyadari bahwa ia diciptakan dari ketiadaan.Kemudian ia diciptakan dari tanah lalu dari setetes air mani berikutnya menjadi segumpal daging tiada mempunyai mata,kaki,telinga dll tiada berkekuatan apa-apa semua itu Allah awali dangan kondisi belum sempurna sampai Allah yang Maha berkehendak menyempurnakan bentuk mereka.
Apalah yang hendak di sombongkan manusia ,ia hanyalah tempat kotoran yang tiap 2 kali sehari dibuang lalu dibersihkannya dengan kedua tangannya sementara selalu ada kotoran dalam perutnya yang dibawa kemana saja ia pergi,Patutkah manusia sombong? Tidak malukah kepada Allah yang selalu memperhatikan gerak geriknya setiap saat? Hanya Allah swt yang Maha Suci.
Bila seseorang mau merenung dan memperhatikan secara seksama tentu mereka tidak akan berlaku sombong dan akan tunduk kepala Allah swt yang telah menciptakannya.Mari kita perbaiki diri kita agar selalu dalam bimbingan Allah sehingga kita terhindar dari sifat sombong.
Wassalamualaikum wr wb.
Sombong Sifat Tercela.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air yang hina yang terus meperhatikan hamba-hambaNya yang mengiringi dua malaikat pada setiap manusia yang ditugaskan mencatat amal perbuatan dengan amat sempurna.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan nan agung alMusthofa Rosulillah Muhammad bin Abdillah yang mengajarkan kepada kita umatnya dengan doa-doa yang mendekatkan kita kepada Robbulalamin Allah jalawaala.
Takabur/Sombong adalah sifat yang dibenci Allah swt karena bagi manusia tidaklah patut bersifat sombong walau bagaimanapun keadaan orang tersebut,demikianpun dengan manusia tidak akan menyukai sifat sombong.
Dalam AlQur'an surat alMukmin Allah berFirman, yang artinya 'Demikian Allah mengunci mati orang-orang yang sombong dan sewenang-wenang'
Di ayat lain Allah berfirman, 'Maka neraka jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang yang menyombongkan diri'
Nabi bersabda, 'Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan di hatinya walau sebiji sawi'
Nabi bersabda, 'Ya,Allah aku berlindung kepada Mu dari perasaan sombong'
sombong adalah pengikut syaiton yang dengan sombongnya syaiton tidak mau menuruti perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam as sehingga terusirlah syaiton dari surga.Sedemikian buruknya sifat sombong di sisi Allah dan juga di mata manusia.Dalam nasehatnya Nabi Muhammad saw kepada sahabatnya Bilal 'sesungguhnya di neraka jahannam terdapat sebuah lembah bernama HABBAH, sudah menjadi hak Allah jika orang yang sombong/Diktator dimasukkan ke lembah itu'.wahai Bilal janganlah kamu termasuk orang yang tinggal di lembah itu..Naudzubillah.
Pembaca yang Budiman janganlah kita sersifat sombong baik kepada manusia apalagi kepada Allah swt dengan tidak mau bersujud menyembahNya dan menentang perintahNya swt juga melanggar laranganNya.
Sombong hanya untuk Allah dalam Hdist Qudsi Allah menjelaskan "Keagungan itu sarungKu,kebesaran itu selendangKu,maka siapa yang menariknya dariKu,Aku akan menghancurkannya"
Demikian
Wassalamualaikum wr wb.
Rabu, April 22, 2009
Sabtu, April 18, 2009
Subhanallah wa bihamdih..
Senin, 2 Maret 2009
قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ (صحيح البخاري
Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg membaca SUBHANALLAHI WABIHAMDIH 100X pada harinya, maka berjatuhanlah dosa dosanya walau sebanyak buih di lautan” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Mencintai hamba – hamba Nya melebihi cinta hamba-Nya satu sama lain. Yang tiada satu makhluk bisa melebihi cintanya Allah kepada seorang hamba-Nya dan yang paling mencintai adalah Allah, cinta Nya (kepada kita) yang utama dan muncul dan jelas adalah anugerah kehidupan, yang itu merupakan cinta yang tidak bisa ditandingi oleh semua cinta dan kasih sayang yang lainnya. Dialah (Allah) yang memberi kita kehidupan, yang memanjakan kita dengan kemanjaan dalam kehidupan di dunia, yang memberikan kepada kita jamuan jamuan kemanjaan matahari dan bulan dan seluruh panca indera yang dari dasar keagungan kasih sayang Illahi sehingga seakan – akan hal itu terjadi tanpa ada yang memberi.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Sampailah kita pada hadits agung yang disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw “man qaala subhanallahi wabihamdih fi yaumin mi’at marrah, huththat khathaayaahu wa in kaanat mitsla zabadilbahr, barangsiapa yang di harinya membaca SUBHANALLAH WABIHAMDIH (100X) maka berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan”.
Kita bertanya untuk apa Sang Nabi saw mengucapkan hadits ini? untuk apa Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? untuk apa Allah menginginkan Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? karena telah di firmankan oleh Allah “tiadalah Nabi saw itu bicara dari apa yang ia inginkannya saja dari hawa nafsunya terkecuali ucapan Sang Nabi itu adalah yang di wahyukan oleh Allah”. Kenapa Allah menghendaki Sang Nabi berbicara seperti itu?
Barangsiapa yang mengucap satu harinya “Subhanallahi Wabihamdihi sebanyak 100X berjatuhanlah dosa – dosanya sebanyak buih di lautan”. Subhanallah artinya Maha Suci Allah. Orang yang mensucikan Allah Swt berarti ia mengagungkan Allah, berarti ia menjadikan Nama Allah itu agung dan suci di hatinya. Allah tidak perlu disucikan karena sudah Maha Suci tapi ucapan itu menunjukkan kesetian hamba dan cinta hambanya pada Allah. Wabihamdihi artinya dan banyaknya puji untuk-Nya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Sampailah kita pada hadits agung yang disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw “man qaala subhanallahi wabihamdih fi yaumin mi’at marrah, huththat khathaayaahu wa in kaanat mitsla zabadilbahr, barangsiapa yang di harinya membaca SUBHANALLAH WABIHAMDIH (100X) maka berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan”.
Kita bertanya untuk apa Sang Nabi saw mengucapkan hadits ini? untuk apa Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? untuk apa Allah menginginkan Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? karena telah di firmankan oleh Allah “tiadalah Nabi saw itu bicara dari apa yang ia inginkannya saja dari hawa nafsunya terkecuali ucapan Sang Nabi itu adalah yang di wahyukan oleh Allah”. Kenapa Allah menghendaki Sang Nabi berbicara seperti itu?
Barangsiapa yang mengucap satu harinya “Subhanallahi Wabihamdihi sebanyak 100X berjatuhanlah dosa – dosanya sebanyak buih di lautan”. Subhanallah artinya Maha Suci Allah. Orang yang mensucikan Allah Swt berarti ia mengagungkan Allah, berarti ia menjadikan Nama Allah itu agung dan suci di hatinya. Allah tidak perlu disucikan karena sudah Maha Suci tapi ucapan itu menunjukkan kesetian hamba dan cinta hambanya pada Allah. Wabihamdihi artinya dan banyaknya puji untuk-Nya.
Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan hadits ini bahwa kalimat “Subhanallah Wabihamdihi” juga teriwayatkan di dalam Shahih Muslim “ahabbul kalimah ilallah, kalimat yang paling dicintai oleh Allah adalah Subhanallah Wabihamdihi”. Al Imam Ibn Hajar “afdholul kalimah laa ilaha illallah, seagung – agung kalimat adalah Lailahailallah”.
Berkata Imam Ibn Hajar menukil satu pendapat dari para muhadditsin bahwa kalimat “Subhanallah Wabihamdihi” sudah terangkul didalamnya kalimat Lailahailallah. Karena “Lailahailallah” mentauhidkan Allah dari segala sesembahan selain Allah sedangkan kalimat Maha Suci Allah dan segala puji tentunya salah satu bentuk dari kesempurnaan pemahaman kalimat Lailahailallah. Ketika seseorang memahami kalimat Lailahailallah dan mendalami hakikat maknanya bahwa tiada yang patut disembah selain Allah maka sampailah ia kepada samudera cinta kepada Allah maka ia selalu mensucikan dan memuji Allah. Dalam keadaan seperti itu orang yang mempunyai bibir dan sanubari yang mensucikan dan memuji Allah 100X dengan kalimat ini dalam harinya, pupus dan berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan.
Apa itu dosa? Dosa adalah perbuatan yang tidak disenangi oleh Allah. Itu berjatuhan dengan perasaan cintamu kepada Allah yang terbuahkan dengan kalimat Subhanallah Wabihamdihi.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kalimat Subhanallahi Wabihamdihi ini kalimat yang sangat agung diajarkan oleh Sang Nabi saw kepada kita karena besarnya keinginan Sang Nabi saw agar kita dekat kepada Allah, agar kita dicintai oleh Allah, agar kita tidak terjebak dengan terjauhnya dari Allah sebab dosa – dosa kita. Teriwayatkan di dalam hadits Shahih hal – hal yang menghapus dosa tentunya hal – hal yang fardhu dan hal – hal yang sunnah namun ini salah satu daripada beribu – ribu gerbang kasih sayang Illahi yang ditawarkan kepada kita setiap siang dan malam. Dalam munajat, dalam dzikir, dalam doa, dalam perbuatan baik, dalam perbuatan meninggalkan kemunkaran, memerintahkan pada kebaikan, dalam segala hal itu terdapat gerbang – gerbang kasih sayang Illahi dan salah satunya adalah Subhanallahi Wabihamdihi. Ini jika di amalkan, kalimat ini juga membawa ketenangan hati.
Dikutip dari; ceramah Hb.Munzir bin Fuad alMusawa.
Wassalamualaikum wr wb.
Jumat, April 17, 2009
Jadwal Habib Umar bin Hafidz.

Limpahan Puji kehadirat Allah swt.
Sholawat dan Salam Keatas Nabi Muhammad saw.
Bumi Indonesia kembali di datangi Guru Mulya Al Imam Al alamah Al Musnid Al Hafidz AL Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz dari Yaman tarim Hadramaut guru besar pengasuh PonPes Darul Mustafa yang telah banyak berjasa dalam dunia Islam dengan mencetak Ulama2 besar yang tersebar di Indonesia dan seluruh dunia seorang guru yang patut untuk di tiru dalam keseharian Beliau tak lepas dari sunnah Rosulallah saw yang mengajarkan dengan kelembutan tak pernah marah namun terus mengayomi muridnya dengan penuh kasih sayang demikian kenang guru kami AlHabib Munzir bin Fuad alMusawa yang menjadi salah satu muridnya, Bulan ini Beliau berkunjung kembali ke Indonesia,Berikut jadwal Beliau:
Jadwal kegiatan Habib Umar bin Hafidz selama di Indonesia yang ke-2 sebagai berikut :
Rabu 15/04/09 :
Tiba di Jakarta
Kamis 16/04/09 :
Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dDi Solo
Jumat 17/04/09 :
Maulid di Solo
Jumat 17/04/09 :
- Sholat Jumat di Masjid Agung Semarang
- Ijtima’ Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus)
Sabtu 18/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Tengah di Semarang (undangan khusus)
Ahad 19/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Timur di Batu - Malang (undangan khusus)
Senin 20/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Timur di Batu - Malang (undangan khusus)
Senin 20/04/09 :
Haul Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi di Surabaya
Selasa 21/04/09 :
Ijtima’ Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus)
Rabu 22/04/09 :
Ijtima’ Ulama Kalimantan di Banjarmasin (undangan khusus)
Kamis 23/04/09 – Ahad 26/04/09 :
Haul dan Maulid di Singapura
Ahad 26/04/09 :
Maulid Di Masjid Istiqlal di Jakarta
Senin 27/04/09 :
Ijtima’ Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus)
Selasa 28/04/09 :
Ijtima’ Ulama Sumatera di Palembang (undangan khusus)
Rabu 29/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus)
Kamis 30/04/09 :
Ijtima’ Ulama Jawa Barat di Ciater (undangan khusus)
Kamis 30/04/09 :
Perjalanan Ke Australia Ijtima’ di Sydney
Demikian,
Wassalamualaikum wr wb.
Mauliddurrasul saw.
PERINGATAN MAULID NABI SAW
Ketika kita membaca kalimat diatas maka didalam hati kita sudah tersirat bahwa
kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya
akan meringkas penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar’an, (logika dan syariah).
Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yang membuat mereka gembira, apakah keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya, mereka merayakannya denganpesta, mabuk mabukan, berjoget bersama, wayang, lenong atau bentuk pelampiasan kegembiraan lainnya, demikian adat istiadat diseluruh dunia.
Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas kelahiran Rasul saw.
Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
# Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33)
# Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya,
dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15)
# Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain haditsno.4177)
# Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw,ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia(ibu utsman) melihat bintang bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhurjuz 6 hal 583)
# Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)
# Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yang terang benderang hingga pandangannya menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
# Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang1000 tahun tak pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?
Kejadian kejadian besar ini muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran Muhammad Rasulullah saw di Alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada kelahiran Nabi nabi sebelumnya.
Wassalamualaikum wr wb.
BID'AH.
Penjelasan Habib Munzir AlMusawa,
BID’AH
Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah.
Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan
tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw : “Barangsiapa membuat
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yangmengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuatbuat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yangmengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim haditsno.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan BaihaqiAlkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan
makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.
Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan?, maksudnya bila kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan baru yang membuat kebaikan atas Islam maka perbuatlah.., alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapiribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematianulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal hal yang barudemi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan, demikianlah bentukkesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir zaman, inilahmakna ayat :
“ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM...”, yang artinya “hari ini
Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, kusempurnakan pula kenikmatan
bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian”,
Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi
memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam
kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan rasul Nya, alangkah sempurnanya islam.
ُ
Wassalamualaikum wr wb.
Kamis, April 16, 2009
Raja Heraklius Mengakui KeNabian Muhammad saw.
Dalam Hadist Sahih Bukhari yang cukup panjang,Seorang Sahabat Nabi saw mengisahkan:
Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud menyatakan bahwa Abdullah
bin Abbas memberitahukan kepadanya bahwa Abu Sufyan bin Harb,
Menceritakan kepadanya bahwa Heraklius mengharap kedatanganya bersama
rombongan dagang Quraisy di Syam pada masa Rasulullah saw. membuat
gencatan senjata terhadap Abu Sufyan dan kafir Quraisy. Maka mereka
(rombongan itu) datang kepada Heraklius di Ilia, lalu Heraklius
bertanya: "Siapakah di antara kalian yang paling dekat nasabnya dengan
laki-laki yang mengaku bahwa dirinya Nabi?"
Abu Sufyan menjawab: "Sayalah yang paling dekat di antara mereka".
Heraklius berkata (kepada penerjemahnya) : "Dekatkanlah dia kepadaku,
dan dekatkanlah teman-temannya, lalu jadikanlah mereka di
belakangnya" . Kemudian ia berkata kepada penterjemahnya: "Katakanlah
kepada mereka bahwasanya saya bertanya kepada orang ini tentang
laki-laki itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka dustakanlah ia".
(Abu Sufyan berkata}: Demi Allah seandainya aku tidak malu karena
mereka menganggap saya berdusta, niscaya saya berdusta tentang ia
(Muhammad). Yang pertama kali ditanyakan kepada saya tentang dia
adalah: "Bagaimana nasabnya di antara kalian?"
Saya menjawab: "Di kalangan kami, dia orang yang bernasab (bangsawan)" .
Ia bertanya: "Pernahkah ada seorang di antaramu orang yang mengatakan
perkataan ini sebelummu?"
Saya menjawab: "Tidak."
Ia bertanya: "Apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja?"
Saya jawab: "Tidak."
Ia berkata: "Pengikutnya orang-orang mulia atau orang-orang lemah di
antara mereka?"
Saya jawab: "Orang-orang lemah."
Ia berkata: "Apakah mereka bertambah-tambah atau berkurang?"
Saya jawab: "Bahkan mereka bertambah."
Ia berkata: "Apakah ada seseorang di antara mereka yang benci kepada
agamanya sesudah ia memasukinya? "
Saya berkata: "Tidak ada."
Ia berkata: "Apakah dia berkhianat?"
Saya menjawab: "Tidak, dan kami dalam masa gencatan di mana kami tidak
mengetahui apa yang ia lakukan dalam masa ini, dan tidak mungkin bagi
saya untuk memasukkan kalimat sedikitpun selain kalimat ini."
Ia berkata: "Apakah kalian memeranginya? "
Saya menjawab: "Ya."
Ia berkata: "Bagaimanakah peperanganmu terhadapnya? "
Saya jawab: "Peperangan di antara kami dan dia silih berganti, ia
menang atas kami dan kami menang atasnya."
Ia berkata: "Apakah yang ia perintahkan kepadamu?"
Saya jawab: "Ia berkata: 'Sembahlah Allah sendiri dan jangan
menyekutukan- Nya dengan sesuatu, dan tinggalkanlah apa yang dahulu
selalu disembah oleh nenek moyangmu. Ia menyuruh kami untuk shalat,
jujur, menjaga diri dan menyambung (persaudaraan) .'"
Kemudian ia berkata kepada juru bahasanya: "Katakanlah kepadanya:
'Sesungguhnya saya bertanya kepadamu tentang nasabnya (keturunanya) ,
lalu kamu menyebutkan bahwa dia di kalanganmu orang yang bernasab
(bangsawan), dan demikianlah para Rasul itu diutus di kalangan
orang-orang yang bernasab di kaumnya. Lalu saya bertanya kepadamu:
Apakah ada seorang di antaramu yang mengatakan perkataan ini
sebelumnya? Lalu kamu sebutkan bahwa tidak ada. Dan saya katakan
seandainya ada seseorang yang mengatakan perkataan ini sebelumnya,
niscaya saya katakan (dia) seorang laki-laki yang menghibur dengan
kata-kata yang diucapkan oleh orang sebelumnya. Saya bertanya
kepadamu, apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja, lalu kamu
sebutkan bahwa tidak ada. Saya katakan seandainya dari nenek moyangnya
ada yang menjadi raja, maka saya katakan (dia) seorang laki-laki yang
menuntut kerajaan nenek moyangnya. Saya bertanya kepadamu, apakah
dahulu kamu menuduh ia berdusta sebelum mengatakan apa (kenabian) yang
di katakannya, lalu kamu menjawab bahwa tidak, maka saya tahu bahwa
dia tidak layak meninggalkan dusta atas manusia yang berdusta atas
Allah. Saya bertanya kepadamu, pengikutnya orang-orang mulia ataukah
orang-orang lemah di antara mereka, lalu kamu menyebutkan bahwa
pengikutnya adalah orang-orang yang lemah diantara kaumnya, dan itulah
pengikut para rasul. Saya bertanya kepadamu apakah mereka
(pengikut-pengikut itu) berkurang ataukah bertambah lalu kamu
menyebutkan bahwa mereka bertambah, dan memang demikianlah urusan iman
sehingga sempurna.
Saya bertanya kepadamu apakah ada salah seorang yang murtad karena
benci kepada agamanya setelah ia memasukinya. Lalu kamu sebutkan bahwa
tidak ada, dan memang demikianlah iman ketika bercampur dengan
kelapangan hati. Saya bertanya kepadamu apakah dia berkhianat, lalu
kamu sebutkan tidak, dan memang demikianlah, para rasul tidak
berkhianat. Dan saya bertanya kepadamu dengan apakah ia menyuruh kamu,
lalu kamu menyebutkan bahwa ia menyuruh kamu untuk menyembah Allah
semata dan janganlah mempersekutukan- Nya dengan sesuatu. Dan ia
melarang kamu untuk menyembah berhala dan menyuruh kamu dengan shalat,
jujur dan menjaga diri. Jika apa yang kamu katakan itu benar, maka ia
akan menguasai tempat dua telapak kakimu, dan saya mengetahui bahwa
dia (Nabi) telah muncul, padahal saya tidak menduga bahwa dia (Nabi)
itu dari padamu. Seandainya saya mengetahui bahwa saya sampai
kepadanya niscaya saya senang bertemu dengannya. Seandainya saya di
sisinya niscaya saya mencuci telapak kakinya".
Selanjutnya ia minta didatangkan surat Rasulullah SAW. Surat itu
dibawa oleh Dihyah yang diutus oleh Rasulullah SAW. untuk disampaikan
kepada pembesar Bushra, lalu pembesar Bushra itu menyerahkanya kepada
Heraklius. Surat itu dibacanya dan isinya adalah: "Dengan nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad, hamba dan
utusan Allah kepada Heraklius pembesar Rumawi. Kesejahteraan atas
orang yang mengikuti petunjuk. Adapun selanjutnya, maka sesungguhnya
saya mengajak kepadamu dengan panggilan Islam. Masuk Islamlah, maka
kamu selamat. Allah memberikan pahala kepadamu dua kali lipat. Jika
kamu berpaling, maka atasmu dosa para pengikut Arius. Wahai Ahli
Kitab, marilah kepada kalimat yang sama antara kami dan kamu, bahwa
tidak kita sembah selain Allah, dan tidak kita sekutukan Dia dengan
sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain
sebagai Tuhan selain dari pada Allah. Jika mereka berpaling maka
katakanlah: 'Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah
diri (kepada Allah)'".
Ia (Ubaidullah) berkata: Abu Sufyan berkata: Ketika ia mengatakan apa
yang telah dikatakannya itu dan selesai membaca surat sehingga di
tempatnya, banyak kegaduhan dan suara-suara keras, lalu kami
dikeluarkan. Maka aku berkata kepada teman-temanku: 'Sungguh urusan
putera Abi Kabsyah (gelar ayah Nabi) telah menjadi besar. Sesungguhnya
ia ditakuti oleh raja Bani Ashfar (Rumawi) dan saya senantiasa
meyakinkan bahwa dia (Nabi) akan menang sampai Allah memasukkan Islam
atas saya".
Ibnu Nathur pemilik (gubernur) Iliad dan Heraklius sampai pada
orang-orang Nashrani di Syam menceritakan bahwa ketika Heraklius tiba,
dia menjadi buruk jiwanya, lalu sebagian penghuninya berkata: "Kami
telah mengingkari peri keadaan tuan".
Ibnu Nathur berkata: "Heraklius itu seorang dukun yang mengarahkan
pandanganmu ke bintang-bintang. Ia berkata kepada mereka ketika mereka
bertanya: 'Sungguh saya tadi malam, ketika saya melihat bintang, saya
berpendapat bahwa raja yang berkhianat telah muncul'. Siapakah orang
yang berkhianat dari umat ini? Mereka menjawab: 'Yang berkhianat
hanyalah orang-orang Yahudi'. Urusan mereka janganlah menggelisahkanmu
dan tulislah ke kota-kota kerajaanmu, lalu mereka membunuh orang-orang
Yahudi yang ada di kalangan mereka. Ketika mereka mengurusi urusan
mereka, didatangkan pada Heraklius seorang laki-laki yang diutus oleh
Raja Ghassan yang memberitakan tentang berita Rasulullah SAW. Ketika
Heraklius bertanya kepadanya, maka ia menjawab: "Pergilah, dan
lihatlah apakah dia berkhianat atau tidak? Maka mereka melihatnya dan
mereka membicarakanya bahwa Rasulullah SAW. berkhianat. Dan ia
bertanya tentang bangsa Arab, lalu ia menjawab: "Mereka berkhianat".
Lalu Heraklius berkata: "Inilah (Muhammad) raja umat ini telah muncul".
Kemudian Heraklius menulis surat kepada temannya di Rumiah dan ia
adalah orang yang menyamainya dalam bidang ilmu. Heraklius pergi ke
Himsha dan ia tidak bermaksud ke Himsha sehingga datang surat kawannya
yang menyetujui pendapat Heraklius atas munculnya Nabi SAW. Dan
sesungguhnya dia itu Nabi. Lalu Heraklius memberi ijin kepada para
pembesar Rumawi di istananya di Himsha, kemudian ia mengatur
pintu-pintunya, lalu pintu-pintu itu ditutup dan diapun menampakkan
diri seraya berkata: "Wahai golongan orang-orang Rumawi. Apabila kamu
ingin berbahagia dan mendapat petunjuk serta tetap kerajaanmu, maka
baiatlah laki-laki ini (Muhammad)".
Maka mereka lari seperti larinya keledai liar ke pintu-pintu dan
mereka dapati pintu-pintunya telah tertutup. Ketika Heraklius melihat
larinya mereka dan putus asa dari iman mereka, maka ia berkata:
"Kembalikanlah mereka ke padaku." Dan ia berkata: "Tadi saya katakan
perkataanku itu untuk menguji kekokohan agamamu, dan saya telah
melihatnya".
Wassalam.
Syafaat Rosulallah saw.
Nabi Muhammad saw diberi keistimewaan pada Hari yang tiada naungan dihari tersebut kecuali naungannya Allah swt yaitu Hari Kiamat,keistimewaan yang di maksud adalah memberi Syafaat kepada Umatnya terutama yang berdosa besar.
Di kisahkan pada hari itu seluruh manusia dari yang awal diciptakan sampai yang terakhir di ciptakan dikumpulkan oleh Allah pada padang yang sangat luas (Mashyar),pada saat itu keadaan manusia bermacam-macam sesuai amal perbuatannya di dunia Matahari dekat diatas kepala keringat banjir memenuhi padang seluruh manusia kehausan.
Keadaan manusia benar-benar kacau dan gelisah tak menentu pada saat itu juga manusia bergerombol mencari perlindungan mereka berduyun-duyun datang ke para Nabi yang berbaris di depan dari Nabi Adam as sampai yang terakhir Nabi Isya as mereka belum juga mendapat perlindungan.
Melihat keadaan itu,Sayyidina Muhammad Rosulallah saw merasa terpanggil untuk menyelamatkan manusia akhirnya Beliau menghadap Robbul alamin Allah jala wa ala dengan bersujud memohon diberi izin untuk memberi Syafaat kepada manusia dan hasilnya Beliau diberi Izin oleh Allah yang Maha Pemurah.
Diperkuat dengan Hadist ini;
Dari Anas ra, dia berkata:”Aku pernah mendengar Nabi saw bersabda:”Pada hari kiamat kelak aku diberi kesempatan menolong. Aku berkata:”Wahai Tuhanku, masukkanlah ke Sorga orang-orang yang didalam hatinya (terdapat iman) seberat biji sawi”. Mereka lalu berbondong-bondong masuk. Berikut aku berkata lagi:”Wahai Tuhanku, masukkanlah ke Sorga orang-orang yang di dalam hatinya (terdapat iman) seberat sesuatu yang paling ringan”. Lebih lanjut Anas berkata:”Seolah aku seperti melihat jari-jari Rasulullah saw”.(Sahih Bukhari)
Demikian besar cintanya Nabi kita Muhammad saw kepada kita umatnya oleh karena itu mari kita buktikan cinta kita kepadanya dengan menerjakan perintah Allah swt dan RosulNya dan mari kita perbanyak bershalawat kepada Nabi saw karena dalam hadist nya pula,Beliau saw bersabda: "seutama utama manusia yang paling dekat denganku adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku".
Sholu ala Nabi Muhammad saw...
Wassalam.
Iman,Islam,Ihsan & Kiamat
Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. terlihat di kalangan manusia,
lalu seorang laki-laki datang seraya berkata: "Apakah iman itu?"
Beliau bersabda:"Iman adalah kamu percaya kepada Allah, malaikat-Nya, bertemu dengan-Nya, (iman kepada) rasul-rasul-Nya dan kamu beriman kepada hari kebangkitan".
Ia berkata: "Apakah Islam itu?"
Beliau bersabda: "Islam itu adalah kamu menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, kamu mendirikan shalat, memberikan zakat yang difardhukan dan puasa Ramadhan."
Ia berkata: "Apakah Ihsan?"
Beliau bersabda : "Kamu menyembah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."
Ia berkata: "Kapankah kiyamat itu?"
Beliau bersabda: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya, dan akan saya beritahukan kepadamu tanda-tandanya, yaitu: Apabila amat (budak perempuan) melahirkan tuannya, para penggembala unta berlomba dan bermegah-megah dalam bangunan, dalam lima hal yang hanya diketahui oleh Allah ta'ala".
Kemudian beliau membaca ayat "INNALLAHA 'INDAHU 'ILMUS SAA'ATI " (Sesungguhnya Allah, disisi-Nya pengetahuan hari kiamat) Selanjutnya beliau berpaling lalu bersabda: "Suruh kembali lagi dia". Namun mereka (orang banyak) tidak melihat sesuatu.
Maka beliau pun bersabda: "Dia adalah Jibril, yang datang untuk mengajar manusia akan agama mereka".
Pembukaan.
Limpahan puji kepada Allah SWT.
Sholawat dan Salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ahlan wa sahlan wa Marhaban..
Selamat datang para pengunjung Blog Majelis ta'lim AlKhairiyyah semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt dan kelak di yaumil kiamah mendapat syafaat dari Baginda Nabi saw.
Puja dan puji syukur kami ucapkan kepada Allah swt yang telah memudahkan kami sehingga selesai dan terbitnya Blog ini.
Harapkan kami,mudah-mudahan dengan hadirnya Blog ini dapat bermanfaat untuk kita semua khususnya pencerahan dalam masalah Agama Islam.
Sebelum dan sesudahnya kami minta dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya apabila dalam penulisan atau pembahasan kami ada kekurangan-kekurangan.
Demikian,Wassalallahu ala Sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sohbihi ajmain.
Wassalamualaikum Wr Wb.


