Rabu, Juli 29, 2009

FIQH IMAM SYAFI'I (5)
Oleh: Alhabib Shodiq bin Abubakar Baharun


BAB PUASA

Bismillahirrahmanir rahiim

Allah berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
(QS. Al Baqarah:183)

Ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa’i dan Al Baihaqi dari Abu Huroiroh, yang artinya:
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa pada-Nya. Sepanjang bulan Ramadhan itu dibuka segala pintu syurga dan ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan…”.



Pengertian Puasa

Puasa artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Waktu diwajibkannya berpuasa pada tahun ke-2 hijriyah yaitu pada bulan Sya’ban dan Rasulullah s.a.w berpuasa selama 9 kali Ramadhan.



Puasa Wajib

Puasa bulan Ramadhan, puasa kifarat, puasa nadzar, puasa qodo’ dan puasa haji serta umroh untuk menggantikan dari fidyah.



Puasa Sunat

1. Puasa 6 hari ba’da bulan Syawal (harus urut, boleh di awal, tengah atau di akhir).

2. Puasa Hari Arafah (tanggal 8 atau 9 Dzulhijjah).

3. Puasa Hari Asyura pada 10 Muharam dan 9 Muharam.

4. Puasa bulan Sya’ban (afdolnya 1 bulan penuh atau beberapa hari saja).

5. Puasa Isnin dan Khomis (Senin dan Kamis).

6. Puasa tengah bulan yaitu 13, 14, 15 pada bulan qamariah (tahun Hijriyah).

7. Puasa tanggal 1 – 9 bulan Dzulhijjah.



Puasa Makruh

1. Puasa yang terus-menerus sepanjang masa (kalau tidak ada amalan).

2. Puasa hari Sabtu tanpa dibarengi dengan hari Jum’at atau hari Ahad.



Puasa Haram

1. Dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha)

2. Hari tasyriq 11, 12, 13 Dzulhijjah.

3. Hari syak (Ragu) yaitu tanggal 30 akhir bulan Sya’ban.



Pekerjaan yang Makruh di Bulan Puasa

1. Sikat gigi setelah subuh sampai terbenam matahari (apabila dilakukan dan sampai masuk tenggorokan, maka puasanya batal).

2. Buang air besar setelah subuh sampai terbenam matahari (apabila dilakukan sewaktu membuang hajat sebelum tuntas keluar dan sisa kotoran itu masuk lagi ke lubang dubur, maka puasanya batal).



Syarat Syahnya Berpuasa

1. Islam

2. Aqil (berakal)

3. Bersih dari haid dan Nifas (suci)

4. Mengetahui tentang waktunya berpuasa, waktunya dari terbitnya Fajar Shodiq (awal waktu shubuh) sampai terbenamnya matahari (bulatannya) secara menyeluruh (awal waktu maghrib).



Syarat Wajib Berpuasa

1. Islam (maka kafir tidak wajib berpuasa).

2. Taklif / baligh dan berakal (maka anak kecil dan orang gila tidak wajib berpuasa).

3. Mampu dhohir dan bathin (maka orang yang berumur tua kurang lebih 70 tahun atau orang yang sakit yang kata dokter tidak bisa sembuh tidak wajib puasa).

4. Sehat jasmani.

5. Orang yang bermukim (kalau musafir / orang yang berpergian melebihi 82 km) maka tidak wajib berpuasa asalkan dalam berpergian tidak niat maksiat.



Rukunnya Berpuasa

1. Niat berpuasa setiap hari waktunya dari habis maghrib sampai imsak (sebelum adzan shubuh) dan niatnya:
“Nawaitu souma ghodin ‘an adai fardli syahri romadhona hadhihi sanati Lillahi ta’ala”

Menurut Madzhab Syafi’i:
“Kita dianjurkan niat satu bulan penuh di tanggal satu Ramadhan untuk menghindari kalau kita lupa niat puasa dihari-hari berikutnya, tapi kita diwajibkan berniat puasa di setiap hari kalau kita ingat. (satu bulan penuh ghadin diganti syahrakulahaa) .

2. Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa dalam keadaan sadar dan mengetahui tentang yang membatalkan puasa.

3. Orang yang berpuasa (dirinya sendiri).



Yang Membatalkan Puasa

1. Makan dan minum dengan sengaja.

2. Jimak dengan disengaja dan sadar.

3. Murtad (keluar dari Islam).

4. Haid (darah yang keluar seteiap bulan untuk kaum wanita).

5. Nifas (darah yang keluar setelah melahirkan).

6. Melahirkan (walaupun segumpal darah atau daging / keguguran).

7. Gila (hilang ingatan) walaupun sebentar.

8. Pingsan dan ayan (kurang lebih 5 jam).

9. Mabuk (kurang lebih 5 jam).

10. Suntik / injeksi pada bagian tubuh di atas pusar.



Macam-macam Hukum untuk Membatalkan Puasa

Wajib :
Untuk wanita haid dan nifas dan melahirkan (wiladah).

Jaiz atau diperbolehkan :
Untuk orang yang berpergian luar kota dengan niat tidak untuk berbuat maksiat dan sakit dan jarak berpergiannya 82 km.

Tidak wajib dan tidak jaiz :
Untuk orang gila.

Haram :
Seperti orang yang mempunyai hutang puasa di tahun yang telah lewat dan mampu untuk mengqodho puasa tapi tidak berpuasa sampai datangnya bulan Ramadhan lagi.



Macam-macam Qodho dan Fidyah (denda) untuk Orang yang Berpuasa

Yang pertama.
Wajib mengqodho puasa dan membayar fidyah / denda (hanya berupa beras 1 mud (dua tangan digabung) kurang lebih ¾ kg dan diberikan kepada fakir miskin:

1. Berbuka puasa karena takut / mengkhawatirkan keadaan orang lain seperti menyelamatkan hewan / orang yang tenggelam dan wanita yang menyusui atau wanita hamil. Jika karena takut / mengkhawatirkan diri sendiri maka hanya diwajibkan mengqodho saja, sedangkan kalau takut keduanya (dirinya dan orang lain) maka wajib mengqodho dan bayar fidyah / denda.

2. Orang yang mempunyai hutang puasa di tahun yang telah lewat dan mampu mengqodho puasa tapi tidak berpuasa sampai datangnya bulan Ramadhon lagi.

Mabuk dengan cara bermaksiat.


Yang kedua:
Wajib mengqodho tanpa mengeluarkan fidyah:

1. Seperti orang pingsan dan ayan.

2. Meninggalkan niat puasa tanpa sengaja dan lupa niat 1 bulan penuh.

3. Yang sengaja membatalkan puasa (asalkan tidak melakukan maksiat)


Yang ketiga:
Diwajibkan mengeluarkan fidyah tanpa mengqodho puasa bagi orang tua yang berumur kurang lebih 70 tahun ke atas dan tidak mampu berpuasa. Bagi orang sakit yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya.


Yang keempat:
Yang tidak diwajibkan mengqodho puasa dan mengeluarkan fidyah bagi orang gila yang tidak bisa diharapkan sembuh.



Bab yang Tidak Membatalkan Puasa Apabila Masuk Dilubang Tubuh

1. Yang masuk dilubang tubuh dalam keadaan lupa (tanpa sengaja).

2. Bodoh (tidak mengetahui hukum tentang berpuasa dan jauh dari para ulama’).

3. Dipaksa (apabila dia tidak mampu melawan, tidak ada yang membantu dan tidak ada pilihan lain).

4. Ketelan sisa-sisa makanan yang ada disela-sela gigi dengan syarat dia sudah membersihkannya.

5. Masuknya debu jalanan dan debu tepung ke dalam hidung dan mulut walaupun banyak.

6. Membuka mulut sehingga kemasukkan lalat dan sejenisnya, tapi seukuran lalat atau lebih kecil disengaja atau tidak disengaja walaupun banyak.



Bab yang Menghilangkan Pahala Puasa

1. Berbohong

2. Mengadu domba

3. Membicarakan aib orang lain

4. Semua perbuatan dosa kecil maupun besar

5. Jika seseorang mempunyai hutang puasa tapi belum ada kesempatan untuk mengqodho (membayar) kemudian dia meninggal, maka walinya diperbolehkan untuk mengqodho (membayar) atau menggantikan dengan mengeluarkan 1 mud (2 tangan digabungkan) kira-kira ¾ kg. (Seperti yang tertera di kitab taqrirot assadinah)

6. Tidak boleh makan atau minum tatkala adzan shubuh, maka puasanya batal dan wajib mengqodho karena adzan shubuh yang ada disekitar kita itu sendiri sudah melebihi waktu fajar.



Sunnah Berpuasa Ramadhan, diantaranya:

1. Mempercepat berbuka (yaitu ketika yakin terbenamnya matahari /mendengar adzan langsung berbuka walaupun sekedarnya).

2. Sahur walaupun dengan seteguk air.

3. Mengakhirkan sahur (yaitu makan dan minum sebelum adzan shubuh kurang lebih ½ jam).

4. Berbuka dengan sesuatu yang manis.

5. Berbuka dengan kurma dan jumlahnya ganjil.

6. Berdoa tatkala berbuka.

7. Memberi makanan / minuman untuk orang yang berpuasa.

8. Beramal sholeh.




Artikel sebelumnya tentang Fiqh Imam Syafi'i:

a. Seri 1
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqh-imam-syafii-1.html

b. Seri 2
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqh-imam-syafii-2.html

c. Seri 3
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqih- imam-syafii-3.html

d. Seri 4
http://madadunnabaw iy.blogspot.com/2009/ 07/fiqh-imam-syafii-4.html
__._,_.___

Menagih hutang kepada Rasulullah.

Assalamualaikum wr wb,

Dalam perjuangan dakhwah,dan untuk itu memenuhi kebutuhan keluarga,Rasulullah saw terkadang berhutang kepada seseorang.pada suatu hari,sebuah daerah yang sebagian besar penduduknya adalah umat islam yang mengalami paceklik.demi menolong mereka dan memperkuat iman yang baru tumbuh tersebut,rasulullah saw berhutang 20 sho' kurma kepada seorang yahudi yang bernama zaid bin sa'iyyah dan mengirimkan kurma tersebut kepada mereka yang kelaparan.tiga hari sebelum batas waktu pelunasan tiba,si yahudi mencari nabi saw untuk menagih hutangnya.

hari itu rasulullah saw sedang melayat jenazahseorang sahabat anshar barnama sayyidinaabu bakar,umar,utsman,dan sejumlah sahabat lainnya.selepas sholat jenazah,rasul saw berjalan ke sebuah tembok dan duduk di dekatnya,si yahudi yang menyaksikan rasul lagi duduk beristirahat,penuh dengan emosi,ia mencengkeram baju nabi saw dan menariknya dengan keras sembari berkata:

"Hai muhamad,apakah kamu tidak mau melunasi hutangmu kepadaku.
sungguh,selama ini aku tidak pernah melihat keluarga Abdul muththalib
terlambat membayar hutangnya .Aku sudah lama bergaul dengan kalian."

Sayyidina Umar yang menyaksikan peristiwa ini tak kuasa menahan diri,beliau memandang tajam yahudi tersebut dan barkata:

"Hai musuh Allah,apakah ucapan yang kudengar tadi benar-banar kau tunjukan kepada Rasulullah saw? apakah perbuatanmu kepada beliau yang baru saja kusaksikan benar-benar terjadi? Demi Allah yang telah mengutusnya dengan benar,andaikata aku tidak marasa khawatir akan merusak perjanjian damai antara muslimin dengan kaummu,maka pasti telah kupenggal kepalamu."

lain halnya dengan rasul saw,kendati diperlakukan dengan kasar beliau tetap tenang dan ramah.beliau memandang sayyidina umar dan tersenyum kepadanya sembari berkata:

"Duhai umar,sesungguhnya aku dan dia{si yahudi} membutuhkan darimu perlakuan yang lebih baik dari ini.seharusnya kamu perintahkan aku untuk melunasi hutangku dengan baik dan kamu perintahkan dia untuk menagih pula hutangnya dengan baik pula.sekarang antarkan dia dan tambahkan lagi 20 sho' khurma sebagai ganti atas perlakuan kasarmu tadi kapadanya."

sayyidina umar pun melaksanakan perintah rasul saw tersebut.

menyaksikan ini semua,si yahudi itu berkata kepada sayyidina umar:

''Duhai umar,ketahiulah semua ciri-ciri kenabian telah kusaksikan pada wajah rasul saw ketika aku memandangnya.hanya saja masih ada dua hal yang belum kuuji,yaitu kesantunanya mengungguli ketidakramahannya dan ketidakramahan seseorang kepadanya justru membuatnya semakin santun.sekarang aku telah menguji dan membuktikannya secara langsung.maka,saksikanlah bahwa aku talah rela Allah sebagai tuhanku,islam sebagai Agamaku,dan Muhammad saw sebagai Nabiku."{H.R.Ibnu hiban}

keindahan budi di dalam berhutang dan melunasi hutang telah terkikis pada umat ini.mereka kini telah jauh dari ajaran nabinya,mereka tidak mengenal bagaimana kehidupan Rasulullah saw.


Catatan Aisyah Ali.


Wassalamualaikuim wr wb.

Rabu, Juli 22, 2009

Jawaban Habibana Munzir tentang pertanyaan CAPRES.



Saudaraku yg kumuliakan,
maaf saya lama tidak online karena di Madinah selama beberapa hari yg lalu, memang diantara dua capres, keduanya muslim, pria, dan keduanya tidak terlalu banyak berbeda, namun Yusuf Kalla lebih menyolok dalam keperduliannya terhadap islam, dan beliau selalu hadir di event besar majelis Rasulullah saw tanpa diundang, beliau lihat baliho di jalan lalu langsung perintahkan sekprinya untuk menghubungi sekertariat MR apakah beliau boleh hadir?, maka kita menyambut hangat niat mulia seorang wapres yg demikian itu,

kejadian itu jauh sebelum pemilu, sekitar 2 tahun yg lalu.. dan saya sendiri melihat akhlah mulia beliau dan penghormatannya yg belum pernah saya lihat pejabat apalagi tingkat Ring 1 sampai sedemikian santunnya,

beliau makan bersama murid murid saya, anak anak yatim, anak anak papua, makan dari makanan kotak berisi makanan sederhana, duduk bersama kita dg sendok plastik dan aqua plastik, sama rata dg para fuqara, dan terlihat tidak dibuat buat.

beliau tidak suka protokoler, dan beliau menyesuaikan diri dg kita, sebagaimana acara acara kita di Istiqlal, monas yg beberapa kali dihadiri beliau, para paspampres dan sekpri nya mengajukan aturan acara, harus mulai jam sekian, harus selesai jam sekian, wapres sambutan jam sekian..

semua saya tolak, saya katakan kalau beliau mau hadir ikuti acara kami, saya mulai jam sekian, selesai jam sekian, sambutan beliau jam sekian, jika beliau berkenan hadir jam berapa saja silahkan, jika akan meninggalkan majelis maka mesti selepas maulid dan ceramah saya, jika tidak berkenan karena ada skedul lain, maka baiknya hadir di event lainnya.

maka ketika hal itu diajukan pada beliau, beliau malah ikut saja dan setuju, dan beliau datang di awal acara dan keluar saat selesai acara.

maka saya menyenangi beliau..

namun saudaraku, secara fikiran yg bijaksana, tidak mustahil SBY pun demikian, namun karena saya belum mengenalnya dg dekat saja, bisa saja SBY tidak seperti yusuf kalla, tapi bisa saja sama seperti JK, atau mungkin lebih santun lagi, saya tidak bisa mengambil kesimpulan mana yg lebih baik kecuali jika telah jumpa dg keduanya.

maka memang selama ini MR condong pada JK, karena belum mengenal SBY.

namun jika Allah menghendaki SBY sebagai presiden kembali, kita doakan saja semoga kebaikannya yg masa lalu tetap terjaga, dan kesalahannya yg masa lalu diperbaiki oleh Allah swt.

dan kita tidak berfihak dg mutlak kpd salah satu, siapapiun yg memimpin negara ini selama ia muslim maka ia pemimpin kita

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

Hadith Nabi Mengharuskan Talqin


Mari kita singkap hadith Nabi Muhammad sendiri menyuruh amalan talqin yang diriwayatkan oleh Imam At-Tobarony dalam Mu’jam Sighir dan Mu’jam Kabir daripada Abi Umamah Al-Bahily berkata :

[إذا أنا مت فاصنعوا بي كما أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نصنع بموتانا، أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: إذا مات أحد من إخوانكم فسويتم التراب على قبره فليقم أحدكم على رأس قبره ثم ليقل: يا فلان ابن فلانة فإنه يسمعه ولا يجيب، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يستوي قاعداً، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يقول أرشدنا يرحمك الله ولكن لا تشعرون، فليقل: اذكر ما خرجت عليه من الدنيا شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً عبده ورسوله وأنك رضيت بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد نبياً وبالقرءان إماماً فإن منكراً ونكيراً يأخذ كل واحد منهما بيد صاحبه ويقول: انطلق بنا ما يقعدنا عند من لُقّن حجته، قال [أي أبو أمامة]: فقال رجل: يا رسول الله فإن لم يُعرف أمه، قال: ينسبه إلى أمه حواء، يا فلان ابن حواء" .

Yang bermaksud : "Apabila aku mati nanti, lakukan padaku sepertimana yang disuruh oleh Rasulullah agar dilakukan kepada mayat, Rasulullah telah memerintah kita dengan sabda baginda: “ Apabila matinya seorang daripada kalanganmu, maka tanahlah dan berdirilah seorang dikalangan kamusemua pada bahagian kepala dikuburnya kemudian katakan Wahai si fulan anak si fulanah, orang itu mendengarnya tetapi dia tidak akan menjawab, kemudian katakan Wahai fulan anak fulanah maka dia duduk, kemudian katakan Wahai fulan anak fulanah maka dia berkata semoga Allah merahmati kamu tetapi kamu semua tidak merasai (apa yang telah berlaku pada si mayat), maka hendaklah dikatakan : Ingatlah apa yang telah menyebabkan kamu dilahirkan kedunia iaitu syahadah tiada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu hambaNya dan rasulNya dan engkau telah meredhoi dengan allah sebagai tuhanmua dan islam itu agamamu dan Muhammad itu nabimu dan al-quran itu petunjukmu maka malaikat mungkar dan nakir akan mengambil tangannya lantas berkata Ayuh bersama kami bawakan kepada siapa yang telah ditalqinkan hujahnya”

Abu Umamah bertanya kepada Rasulullah Wahai Rasulullah!bagaiman a sekiranya tidak diketahui nama ibunya? Rasulullah menjawab “Maka hendaklah dinasabkan kepada ibu manusia iaitu Hawwa dengan mengatakan Wahai si fulan anak Hawwa.” ( hadith riwayat Imam Al-Hafiz Tobarony Dalam kitabnya Mu'jam Soghir Wal Kabir).

Hadith yang mengharuskan talqin diatas telah disolehkan sanadnya (ulama hadith menyatakan hadith itu boleh digunakan) oleh Imam Muhaddith dari kalangan ulama hadith iaitu Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitab beliau berjudul At-Talkhis Al-Habir sepertimana yang juga dibawah Kitab Al-Majmuk oleh Imam Nawawi pada jilid 5 muksurat 243 :

وإسناده صالح وقد قواه الضياء في أحكامه

Yang bermaksud : “ Sanad hadith ini adalah boleh digunakan dan hadith ini telah dikuatkan oleh Imam Al-Hafiz Ad-Dhiya dalam kitab Ahkam”.

Maka hadith Nabi Muhammad ini jelas mengharuskan amalan talqin sepertimana jua para ulama salafussoleh berpegang dengan hukum mengenainya.

Kenyataan Mazhab Al-Hanafi Mengharuskan Talqin


1-Berkata As-Syeikh Al-Alim Abdul Al-Ghony Al-Ghonimy Ad-Dimasyqy Al-Hanafi dalam kitab beliau berjudul Al-Lubab Fi Syarhil Kitab pada jilid 1 mukasurat 125 menyatakan :

: "وأما تلقينه (أي الميت) في القبر فمشروع عند أهل السنة لأن الله تعالى يحييه في قبره".

“Manakala hukum mentalqin mayat pada kubur adalah merupakan syariat islam disisi Ahli Sunnah Wal Jamaah kerana Allah ta’ala menghidupkannya dalam kuburnya”.

Telah jelas bahawa dalam mazhab Hanafi amalan talqin adalah diharuskan bahkan disyariatkan.

Mazhab Maliki Mengharuskan Amalan Talqin

1- Imam Al-Qurtuby Al-Maliky pengarang kitab tafsir terkenal telah menulis satu bab yang khusus mengenai amalan talqin disisi mazhab Maliki dalam kitab beliau berjudul At-Tazkirah Bil Ahwal Al-Mauta Wal Akhiroh pada mukasurat 138-139 :

باب ما جاء في تلقين الإنسان بعد موته شهادة الإخلاص في لحده

Didalam bab itu juga Imam Qurtuby telah menjelaskan amalan talqin dilakukan oleh para ulama islam di Qurtubah dan mereka mengharuskannya.


Mazhab Syafi’e Mengharuskan Dan Mengalakkan Amalan Talqin

1- Imam An-Nawawi As-Syafi’e menyatakan dalam kitab beliau berjudul Al-Majmuk pada jilid 5 mukasurat 303-304 :

قال جماعات من أصحابنا يستحب تلقين الميت عقب دفنه" ثم قال: "ممن نص على استحبابه: القاضي حسين والمتولي والشيخ نصر المقدسي"

Yang bermaksud : “ Telah menyatakan oleh ramai para ulama dari mazhab Syafi’e bahawa disunatkan talqin pada mayat ketika mengebumikannya” .

Kenyataan mazhab Syafi’e dari kitab yang sama :

"وسئل الشيخ أبو عمرو بن الصلاح رحمه الله عنه فقال: التلقين هو الذي نختاره ونعمل به"

Imam Nawawi menyatakan : “ Telah ditanya kepada As-Syeikh Abu Amru Bin As-Solah mengenai talqin maka beliau menjawab Amalan talqin merupakan pilihan kita (mazhab Syafi’e) dan kami beramal dengannya”.

2- Imam Abu Qosim Ar-Rofi’e As-Syafi’e menyatakan dalam kitab beliau berjudul Fathul ‘Aziz Bi syarh Al-Wajiz tertera juga pada bawah kita Al-Majmuk oleh Imam Nawawi pada jilid 5 mukasurat 242 :
"ويستحب أن يُلقن الميت بعد الدفن فيقال: يا عبد الله بن أمة الله ..." إلى اخره .

Yang bermaksud : Digalakkan dan disunatkan mentalqin mayat selepas mengebumikannya dan dibaca : Wahai hamba Allah bin hamba Allah…(bacaan talqin).


Mazhab Hambali Mengharuskan Talqin

1- Imam Mansur Bin Yusuf Al-Buhuty Al-Hambaly menyatakan hukum pengharusan talqin dalam kitab beliau berjudul Ar-Raudul Mari’ mukasurat 104.
2- Imam Al-Mardawy Al-Hambaly dalam kitabnya Al-Insof Fi Ma’rifatil Rojih Minal Khilaf pada jilid 2 mukasurat 548-549 menyatakan :

"فائدة يستحب تلقين الميت بعد دفنه عند أكثر الأصحاب"
Yang bermaksud : “ Kenyataan yang penting : Disunatkan hukum talqin mayat selepas mengkebumikannya disisi kebanyakan ulama ( selainnya hanya mengharuskan sahaja).

Wallahu 'alam......

KEPENTINGAN ULAMA DAN ILMU PENGETAHUAN

Semenjak kebelakangan ini kedengaran suara-suara sumbang dari pelbagai pihak yang cuba untuk menidakkan keilmuan dan keagungan para ulama Islam. Ada di antara mereka ini berkata para ulama bukannya maksum seperti Rasulullah S.A.W. Jadi tidak perlulah untuk mengikut tunjuk ajar dari para ulama ini untuk memahami dan menjalani urusan agama Islam. Boleh sahaja untuk mengambil terus dalil-dalil daripada al-Quran al-Karim dan al-Hadis S.A.W. dengan kefahaman sendiri. Adakah tindakan dan pendapat seperti ini bertepatan dengan Islam itu sendiri?

Firman Allah Taala bermaksud:

Maka hendaklah kamu bertanya ahli zikir (ulama) seandainya kamu tidak mengetahuinya.

(Surah al-Nahl: ayat 43).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud:

Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambil (warisan ilmu) tersebut ia telah mengambil habuan yang paling sempurna.

(Riwayat Ahmad, Tarmizi, Abu Daud dan Ibnu Majah).

Perkataan ulama merupakan kata jamak dari kata dasar alim iaitu seseorang yang sangat berilmu pengetahuan. Secara umunya ulama Islam adalah orang yang menguasai dan mengamalkan ilmu-ilmu Allah Taala secara mendalam serta ikhlas dan mereka memiliki akhlak yang amat terpuji. Mereka mampu menyingkap dan memahami dalil-dalil dari al-Quran al-Karim dan al-Hadis S.A.W. dengan sempurna. Sedangkan jika hendak dibandingkan kefahaman masyarakat awam untuk memahami dalil-dalil sudah tentulah mereka tidak berupaya sama sekali seperti keupayaan para ulama ini dalam memahami dalil-dalil. Kita juga tidak menafikan kadang-kala para ulama tetap tersalah di dalam ijtihad mereka tetapi amatlah sedikit kesalahan mereka itu. Para ulama yang sebenar tidak akan mengeluarkan sesuatu hukum agama mengikut hawa nafsu mereka semata-mata kerana mereka adalah golongan yang paling takut kepada kepada Allah Taala.

Firman Allah Taala bermaksud:

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah ulama.

(Surah Faathir: Ayat 28).

Adalah sangat perlu dibezakan di antara mereka yang disebutkan sebagai ulama dan di antara mereka yang digolongkan sebagai penuntut-penuntut ilmu serta orang awam. Perbuatan bermudah-mudah dalam mengeluarkan sesuatu hukum-hakam agama berdasarkan dalil-dalil mengikut kefahaman akal fikiran sendiri oleh sebahagian masyarakat awam pada masa kini amatlah membimbangkan. Jika perkara seperti ini berterusan dari semasa ke semasa dan tidak dibendung dari sekarang ini maka sudah pastilah kesucian dan kemurnian syariat Islam itu akan tercemar. Memperkatakan sesuatu hukum tanpa ilmu pengetahuan yang cukup amatlah ditegah oleh Islam.

Firman Allah Taala bermaksud:

Dan (diharamkanNya) kamu memperkatakan terhadap Allah sesuatu yang kamu tidak ketahui.

(Surah al-Aaraf: Ayat 33).

Islam sentiasa menggalakkan umatnya untuk menuntut ilmu dan bertanya sejak dari buaian hingga ke liang lahad. Bertanyakan hukum-hakam Islam dari para ulama bukanlah bermakna Islam melarang umatnya untuk terus berfikir dalam menyelesaikan sesuatu masalah. Namun perihal agama mestilah diserahkan kepada ahlinya (para ulama) di atas kelayakkan yang mereka perolehi itu. Kita juga disarankan agar terus belajar dan menuntut ilmu supaya suatu hari nanti kita bakal menjadi alim dan dapat membantu masyarakat Islam dalam menyelesaikan sebarang persoalan yang timbul. Kesimpulan kecil yang boleh kita katakan di sini ialah: Masyarakat awam yang tidak mempunyai ilmu yang cukup tidaklah dibenarkan sama sekali untuk mengeluarkan sesuatu hukum-hakam Islam sebelum dirujuk terlebih dahulu kepada para ulama yang boleh dipercayaai keilmuanya.

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud:

Bukan termasuk umatku orang yang tidak memuliakan orang dewasa kami, menyayangi anak kecil kami dan menghormati ulama kami.

(Riwayat Ahmad).

Para ulama berperanan untuk membimbing dan mendidik masyarakat serta menasihati pemerintah sekiranya mereka tidak menjalankan amanah dan tugas seperti yang dikehendaki oleh Islam. Jika para ulama diam membisu dari menyampaikan ajaran Islam yang sebenar maka sudah pastilah sesebuah negara dan masyarakat Islam itu akan menjadi rosak binasa dan jauh dari rahmat Allah Taala. Mereka juga berperanan menyampaikan ilmu pengetahuan dan menjadi contoh tauladan yang terbaik kepada manusia. Ilmu pengetahuan yang mereka perolehi itu mestilah disampaikan agar sekalian manusia terus terbimbing untuk melakukan kebaikkan dan sentiasa mentaati perintah Allah Taala.

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud:

Barangsiapa ditanya mengenai sesuatu ilmu lalu disembunyikannya maka Allah akan mengekangnya nanti dengan kekangan daripada api neraka pada Hari Kiamat kelak.

(Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tarmizi).

Masyarakat hendaklah sentiasa mendampingi para ulama untuk mengutip mutiara-mutiara ilmu dari mereka. Sekiranya timbul sebarang persoalan dan masalah yang berkaitan dengan Islam maka hendaklah terus untuk bertemu dan bertanya para ulama. Pihak pemerintah pula hendaklah memberikan kebebasan kepada para ulama untuk menyampaikan nasihat dan teguran membina berkaitan ajaran agama Islam. Pemerintah juga perlu meminta pandangan dari para ulama sekiranya mereka mempunyai sebarang masalah hukum-hakam yang tidak dapat diselesaikan. Insitusi ulama mestilah diletakkan di tempat yang sepatutnya bersesuaian dengan taraf mereka sebagai pewaris para nabi. Ulama juga mestilah bersedia untuk mendepani isu-isu globalisasi selaras dengan tuntutan semasa. Perkara ini amatlah perlu di ambil perhatian agar kehadiran dan kepentingan ulama tidak tertumpu kepada mengeluarkan hukum-hakam Islam semata-mata bahkan peranan ulama perlu diperluaskan lagi.

Bagi para pelajar dan mahasiswa/wi yang digolongkan sebagai penuntut ilmu maka janganlah sesekali membuang masa walaupun sedikit untuk terus menuntut ilmu pengetahuan sehingga ke akhir hayat. Ilmu pengetahuan berperanan untuk membantu mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya kebenaran. Manfaatkanlah ruang dan masa yang ada untuk mendampingi para ilmuan samada di universiti-universi ti mahupun di sekolah-sekolah. Kedudukan orang berilmu adalah lebih tinggi darjatnya dari orang yang tidak berilmu. Menuntut ilmu juga adalah salah satu jihad yang dituntut oleh agama Islam.

Firman Allah Taala bermaksud:

Allah mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat.

(Surah al-Mujadilah: Ayat 11).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud:

Barangsiapa keluar mencari ilmu maka ia sebenarnya berjihad pada jalan Allah.

(Riwayat Tarmizi).

Daripada:

MUHAMMAD RASHIDI BIN HAJI WAHAB.

Universiti Al-Azhar, Mesir.

Email: shidi_buluh@ yahoo.com.

Blog: http://buluh. iluvislam. com.

Semoga bermanfaat & menambahkan kita sebagai muhibbin kepada Aulia Allah SWT..

Hukum Azan 2 Kali Sebelum Solat Jumaat


Tersebut dalam kitab fikh mazhab syafie : Syeikh Sayid Bakri Syatha mengatakan "

Dan dua azan solat Jumaat dihubungkan dengan 2 azan untuk solat Subuh ertinya : dan sunat juga 2 azan bagi solat Jumaat
(I'anatut Tholibin Juz 1, Hal 232).

Dalil dari fatwa di atas ialah :

1. Dalam kitab Hadith Bukhari :

Dari Saib bin Yazid, beliau berkata :
adalah azan pada hari Jumaat mula-mulanya manakala Imam telah duduk di atas mimbar, begitu pada masa RasuluLlah sallaLlahu 'alaihi wasallam pada masa Saidina Abu Bakar dan Saidina Umar radiyaLlahu 'anhu ketika pada masa Saidina Uthman bin Affan RadiyaLlahu 'anhu dan manusia sudah banyak beliau menambah 'azan yang ketiga' di atas Zaura
(Hadith diriwayatkan oleh Bukhari - sahih Bukhari Juz 1, hal 116).

Hadith ini menyatakan :

1. Pada mulanya, iaitu pada zaman rasuluLlah sallaLlahu 'alaihi wasallam dan seterusnya pada zaman Khalifah Abu Bakar dan Umar RadiyaLlahu anhuma iaitu sampai pada tahun 23 Hijrah. Azan solat Jumaat hanya sekali iaitu pada ketika Imam telah duduk di atas mimbar. Azan ini dinamakan sebagai 'azan pertama'

2. Kemudian khalifah yang ketiga saidina Uthman bin Affan (berkuasa dari tahun 23 Hijrah-35 hijrah) menambah sebuah azan lagi di atas zaura. Azan tambahan ini dinamai dalam hadith ini 'azan ketiga' kerana Qamat dianggap 'azan kedua'

Secara tertibnya : 1. Azan 1 pada ketika Imam telah duduk di atas mimbar
2. Azan 2 -Qamat atau Iqamat
3. Azan 3 - azan tambahan dari Saidina Uthman.

3. Azan ketiga ini ditambah oleh Khalifah Uthman kerana melihat bahawa manusia sudah ramai, brejauhan tempat bekerja sehingga diperlukan satu azan lagi yang diletakkan terdahulu dari 'azan kedua' iaitu dinamakan azan ketiga.

Azan ketiga yang dikerjakan terdahulu ini boleh ibaratnya boleh - dianggap 'lonceng baru' yang memberitahu penumpang bahawa keretapi akan berangkat, dan hendaklah bersiap-siap.

2. Hadith Riwayat Imam Bukhari :

Dari Saib bin Yazid berkata :
Pada mulanya azan Hari Jumaat itu ketika Imam telah duduk di mimbar. Hal ini terjadi pada ketika zaman Nabi, zaman Abu Bakar dan Umar radiyaLlahu 'anhu. Maka ketika tiba zaman Khalifa Uthman bin Affan radiyaLlahu 'anhu iaitu pada ketika manusia sudah ramai, beliau memerintahkan agar diadakan azan ketiga di atas Zaura'. Maka tetaplah situasi secara demikian
(Hadith riwayat Bukhari - Sahih Bukhari Juz 1 halaman 117).

Hadith yang kedua ini sama dengan hadith yang pertama, tetapi yang kedua bertambah kalimah 'maka tetaplah situasi secara demikian' . Kalimah ini bererti, bahawa azan ketiga itu diterima baik oleh seluruh ulama Islam, tiada yang membantah sehingga diamalkan secara demikian terus menerus sehingga sekarang.

Di dalam Kitab Mawahibul Laduniyah karangan Imam Qasthalani :

Kemudian dari itu, bahawasanya perbuatan Saidina Uthman menjadi IJMAK SUKUTHI, kerana tiada seorang yang membantah (Mawahibul Laduniyah Juz II, halaman 249 - zarqani Juz II hal 382).

Jika sudah dinamakan IJMAK maka ia adalah dalil yang kuat bahawa azan ketiga sunat hukumnya. Bolehkah menolak IJMAK ? Sila rujuk : Hukum Mengikut Jemaah/Ijmak Ulamak

Tersebut dalam kitab hadith yang bererti :
Berkata RasuluLlah sallaLlahu 'alaihi wasallam : Pegang teguhlah sunnah aku dan sunnah khalifah-khalifah ar Rasyidin sesudah aku
(Hadith riwayat Abu Daud - Sunan Abi Daud Juz 4 Halaman 201).

Imam Syafie dalam kitab Al Umm menerangkan :

Dan yang mana di antara yang kedua itu yang terjadi pada masa RasuluLlah sallaLlahu 'alaihi wasallam lebih saya sukai
(Umm Juz I, halaman 195).

Imam syafie adalah mujtahid mutlaq terkenal dengan Ahlu Hadith tentu sangat menyukai ibadat yang terjadi pada masa RasuluLlah sallaLlahu 'alaihi wasallam tetapi beliau menyukai juga apa yang diperintahkan oleh Saidina Uthman sebagai Khalifah ar Rasyidin, walaupun yang terjadi pada masa RasuluLlah lebih disukai.

Lihat bagaimana Imam Syafie mengggunakan af'al tafdhil. Lebih mengutamakan, melebihkan. Tiada pun sebut larangan.

WaLlahua'lam

Sumber Rujukan :

1. K.H Sirajuddin Abbas, 40 Masalah Agama, Pustaka Aman Press, Kelantan, Malaysia

2.
Dr Abd Malik Abd Rahman As Sa'adi, Salah Faham Terhadap Bid'ah, al Bid'ah fi al mafhum al islami ad daqiq, Darul Nu'man, 2002, Kuala Lumpur

Semoga bermanfaat.. .....

Kamis, Juni 25, 2009

Kumpulan StatusKu di F B.

Assalamualaikum wr wb.




Limpahan Puji kehadirat Allah swt,Shalawat dan Salam tuk junjunganku nan Agung Sayyidina Muhammad saw.Berikut saya kutipkan beberapa status ku di Media FaceBook,Semoga bermanfaat bagi kita semua dan Ridho Allah&RasulNya menyertai hari2 kita..Aaamiin.
Ahmad Prapanca

'ROBBIY..MENANGISKU KARENA RINDU PADA MU & RASUL MU..MENANGISKU KARENA TERINGAT AKAN DOSA2KU..MENAGISKU AKAN KEBESARAN MU..MENANGISKU AKAN KETERBATASAN ILMU KU,DEMI BAROKAH NABI MU MUHAMMAD SAW..AMPUNILAH AKAN DOSA2 KAMI.

'syariat Islam adlh aturan hukum yg dibuat Allah swt dan dicontohkan lsg oleh manusia pilianNYA yaitu Nabi Muhammad saw ,tentang aturan main dlm beragama,syariat Islam bukan hny doktrin semata tp terbukti sesuai dgn keadaan Zaman dan ilmu pengetahuan, yg terpenting adlh sesuai dgn fitrah manusia..Setiap muslim WAJIBBB menjalankannya seluruhnya tanpa blh dipilah pilih sesuai nafsunya saja'...Paham tidak ini..!!


Habib Naquib BSA berkata 'orang miskin yg ikhlas dan dermawan lebih cepat 500 tahun masuknya ke syurga daripada orang kaya yg kikir krn beramal/sedekah yg dikeluarkan tidak setimpal dgn harta yg dimilikinya'...So..Mana yg kamu pilih jadi si miskin atau si kaya...???...


'Janganlah kalian mimpi akan indahnya kehidupan dunia,janganlah kalian bayangkan nikmatnya syurga jika kalian sadar atau tidak pelahan tp pasti meninggalkan sunnah Nabi saw..Sungguh didlm sunnah beliau saw walau yg kecil sekalipun tdpt keberkahan'...Subhanallah..!!


Sungguh berkata Sayyidatina Aisyah ra : Belum pernah Nabi saw melakukan puasa sunnah pada suatu bulan pun sebanyak puasa sunnah beliau saw dibulan Sya’ban, dan sungguh beliau saw pernah melakukan puasa Sya’ban sebulan penuh, dan beliau saw bersabda : “Beramallah dari amal amal semampu kalian, sungguh Allah swt tidak pernah bosan hingga kalian sendiri yg bosan”.


Berkata,Aisyah ra. Nabi saw bersabda : "Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya'ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba" (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)


'Syariat Islam :...Manusia mana yang mau mengingkari..??..Bahwa 'AIR' adalah alat yang paling Afdol untuk bersuci...!!!' (INDAHNYA ISLAM..SUBHANALLAH).


'telah terbit bulan purnama pada kami,dan tertutuplah cahaya bulan..Keindahannya tak pernah ada dipelosok bumi..Wahai Robbiy(swt), jadikanlah dari berkumpulnya kami khusnul khatimah..Dan muliakanlah ruh2 kami dgn bertemu Nabi saw,manusia yg paling mulya..Dan sampaikanlah pada Nabi saw dari kami limpahan salam dan shalawat'


'layaknya ilmu pasti lainnya,ilmu agama Islam sudah nyata,imam2 ahli hadist telah membedah Qu'an dan hadist hingga telah menetapkan hukum2 dlm kitab2 Mereka ra dgn bimbingan illahi..Kita muslimin zaman ini yg hidup 1500 th setelah wafatnya Rasul saw hanya tggl mengikuti dari kitab2 yg ada namun hrs teliti siapa pengarangnya,ahlihadiskah Beliau ra??'..


Dari abi Ruqayyah Tamim bin aus Addariy ra bahwa Rasul saw bersabda 'Islam itu agama nasihat' kami bertanya 'bagi siapa' Beliau saw menjawab 'bagi Allah,kitab2nya,RasulNYA,para pemimpin muslimin dan umat muslimin semuanya' (HR Muslim).


Dari Imam Al-Baihaqy, bahwa Rasulullah saw bersabda,"Tidaklah berpisah dua kelompok manusia kecuali Allah menjadikan aku dalam kelompok yang terbaik diantara keduanya. Aku dilahirkan oleh orangtuaku dengan tanpa mengalami hal-hal yang terjadi pada masa jahiliyah. Aku dilahirkan melalui pernikahan yang suci semenjak Adam sampai pada kedua orangtuaku dan aku adalah sebaik-baiknya jiwa dan sebaik-baiknya ayah".


Tanpa ilmu agama kebaikan akan sirna,semakin hari akan kita saksikan keburukan2 merajalela sampai kita saksikan muncul pasukan berbendera hitam yg berlafadzkan 'laa ilaha ilallah Muhammaddarasulullah yg dipimpin imam Mahdi yg akan kembali memakmurkan dunia...


Anas bin Malik 'selama aku membantu dirumah Rasul saw,belum pernah Beliau berkata 'huh..' atau 'bukan begitu..' ataupun 'knp kamu belum kerjakan' tapi Beliau saw adalah sebaik2 pemberi contoh'. Beliau saw pergi kepasar,menjahit baju juga memerah susu,padahal beliau saw semulya2nya mahluk dan pemimpin para Nabi&Rasul.


Maha guru berikan damainya didalam kegalauan jiwa,Maha guru legenda tercipta didunia tempat belajar dan bertanya meluruskan segala prasangka menjad.i berguna amal dan pahala..


Hb.Munzir almusawa : 'Ya Allah ya Rahman ya Rahim pertemukan kami kelak dgn dua Matahari dunia yaitu alimam hb.Abdul Qadir dan jg alimam alhabr hb.Abdullah balfaqih yg menerangi jutaan muslimin/mat yg mengarahkan mrk ke keluhuran tareqah alawiyyin dan izinkan kami memandang cahaya wajah sang pemimpin tareqah yg tertinggi yaitu sayyidina Muhammad saw dan Rahmati kami melihat keagungan dzat Mu Robbi...'


Rasulullah saw bersabda : 'Aku tidak khawatir kalian akan menjadi musyrik sepeninggalku,akan tetapi aku khawatir kalian akan berlomba2 memperebutkan dunia'. (HR.Bukhari,Muslim,Ahmad)


seorg kafir qurais 'sungguh blm pernah ada seorg raja yg mulyakan spti sahabat2 Muhammad memulyakannya,bila ia meludah satu kalipun kecuali jatuh ketelapak tangan sahabat2nya lalu mrk mgusap ke wajah dan tangan mrk,jika ia mnyruh mrk saling berebut melaksanakannya,jika ia berwudhu mrk slg berebut mengambil bekasnya..ila akhir hadist'


Rasul saw 'siapa yg melestarikan sunnahku berarti dia mencintaiku,siapa yg mencintaiku,pasti dia bersamaku di dlm surga'..


Rasul saw bersabda 'aku adlh pemimpin anak Adam dihari kiamat,aku tdk sombong dan ditanganku panji pujian akupun tidak bangga.Pada hari itu(kiamat) tak ada seorg Nabi pun kecuali dibwh benderaku,dan aku adlh org yg pertama kali dibangkitkan dari kubur dan aku pun tidak bangga'.(abu said alkhudri ra.)


Knp hrs bermazhab?..Krn ilmu syariah luas,masing2 imam punya pendapat masing2..Agar tidak tumpang tindih dlm mjalankan amalan agama maka kita hrs istiqomah mengikuti satu imam saja,di negara kita mayoritas mazhab imam syafei agar tidak menimbulkan fitnah ikutilah yg mayoritas,pun begitu klo kita ke negara lain ikuti mazhab yg ada disitu...


'yang selalu kuingat pesan2 dari ulama ahlussunah....sebelum masuk masjid berniat i'tiqaf 'Nawaitu i'tikafa fii hadzal Masjid sunnatan lillahi ta'ala', bersalam,shalat sunnah 2 raka'at tahyatul Masjid,berdzikir.sopan dan tertib...di Jum'at terakhir bulan rajab berdzikir dlm hati'Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah'saat khatib naik mimbar pulang ke rmh tulis tangan di kertas sebyk 99x(klo ga slh)simpan di dompet'.


oleh2 Jum'at an : empat kebahagiaan yg akan kita dapat didunya dan akhirat..1. pasangan sholeh/hah. 2. anak yg sholeh (yg mjlnkan syariat Allah swt) 3. pergaulan yg baik (dgn orang2 Sholeh). 4.Rezeki yang halal. berbahagilah kita jika mendapat semua kriteria tsb.


Nabi saw:Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa. "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad)


'Ya Allah,keluarkanlah dari hatiku segala kecintaan kpd urusan dunya dan kecintaan kpd mahluk yg menyebabkan aku lebih condong kpd perbuatan maksiat kpd-MU atau menyibukan aku dari ketaatan kpdMU atau menghalangi aku dgn hakikat makrifatMU yg khusus dan kecintaanku yg tulus kepadaMU...Robbiy..'


Doa al imam Abdullah alhadad, ya Allahu ya Latifu ya Rozzaqqu ya Qawiyyu Ya Aziz.. Jazallahu 'anna sayyidina Muhammadan ma huwa ahluh, Allahumma shalli wa sallim ala sayyidina Muhammadin miftahi baabi Rahmatillahi adada ma fii ilmillahi shalatan wa salaman da'imaini bidawami mulkillah...


Nabi saw bersabda: "Di tempatku, tidak ada harta, aku tidak akan menyimpannya terhadapmu: Barangsiapa menjaga diri, maka Allah menjaganya. Barangsiapa yang memohon kaya kepada Allah, maka Allah menjadikannya ia kaya, dan barang siapa yang mensabarkan diri maka Allah akan memberirya kesabaran. Tidaklah seseorang dikaruniai pemberian yang lebih baik dan lebih luas dari pada kesabaran."(sahih Bukhari)


Dari Jundub ra. ia berkata: "Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa beramal supaya mendapat kenamaan, niscaya Allah memperlihatkan bahwa ia menginginkan kenamaan. Dan barangsiapa beramal supaya mendapat pujian, niscaya Allah memperlihatkan bahwa ia menginginkan mendapat pujian". Naudzubillah,Aku berlindung pada Allah dari pujian yg mencekik leherku... Pujilah Rasulullah saw krn Beliau saw seutama2 Mahluq yg patut kita puji


(copas dari milis MR) 'meski mata kita melihat kita tetap saja buta..selama hati masih tidak bisa melihat keberadaanNya. Meski kita pandai dan memiliki ilmu banyak.,kita tetap saja bod0h selama belum bisa mengamalkan hanya karenaNya. Meski harta melimpah ruah,kita tetap saja miskin, karena ketidaksadaran kita akan kemurahanNya'.


'Wahai Allah,aku melindungi diriku,keluarga&sesuatu yg Engkau berikan padaku dgn perlindunganMU yg kuat lg kokoh yg dgnnya Dia swt melindungi seluruh penjuru langit dan bumi dan cukuplah Allah bagi kami,Dia swt sebaik2 Yg mengurus sebaik2 pemimpin dan sebaik2 penolong...'


'Ya Allah,aku memohon dgn rahasia dzat Mu dan dzat rahasiaMU, yg dia itu adih Engkau dan Engkau adlh dia..Aku melindungi diriku dgn cahaya Allah,dgn cahaya Arasy Allah,dgn semua nama milik Allah dari musuhku dan Musuh Allah dgn seratus ribu ucapan La hawla wala Quwwata illa billah'.


Man ahhaba liqoALLAH ahhaballahu liqoah,temui Allah melalui sholat..Adukan hanya padaNYA yg menimpa mu..Mhn kan jalan keluar padaNya..Sabda Nabi saw 'seutama2 manusia yg dekat padaku kelak adlh yg paling byk bershalawat padaku'..Bershalawatlah pada Beliau saw sebagai kunci doamu kpd Allah swt...InsyaALLAH..Qobul.


Sikapi segala sesuatu dgn positif,bersabar sikap yg terbaik,Allah swt masih senang mendengar munajat2 kita kepadaNYA....Suatu saat mimpi kita pasti terwujud...Yaqinlah.


"Akan kalian lihat setelah aku wafat hal hal yg kalian ingkari, maka bersabarlah hingga kalian menjumpai aku di telaga haudh" (Shahih Bukhari)

Doa Nabi Khidir as utk penyembuhan : "Allahumma laa tusymit a'da iy bidaaiy waj'alil qur'aanal azhima syifaa iy wa dawaa iy fa anal 'alilu wa antal mudaawii". Artinya 'Ya Allah,janganlah Engkau gembirakan musuhku dgn penyakitku,jadikanlah alQUr'an yang Agung sebagai penyembuh dan obatku,Sesungguhnya aku sedang sakit dan Engkau yg menyembuhkan'


sabda Rasulullah Saw “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari ummatku adalah yang paling baik akhlaknya", Dan Sabda Beliau saw “ada sebagian manusia, yaitu laki – laki maupun perempuan ia dengan akhlaknya yang baik bisa melebihi derajatnya orang – orang yang berpuasa dan derajatnya orang – orang yang bangun di malam hari”.


Firman Allah swt : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(Qs;alBaqarah; 218)


Nabi saw bersabda: " Kalau kalian pulang kerumah, ajarkanlah ajaran-ajaran agama kepada keluarga-keluarga kalian dan katakan kepada mereka supaya mendirikan shalat secara sempurna shalat begini dan begitu pada waktu begini dan begitu. Dan apabila shalat telah datang maka hendaklah salah seorang diantaramu adzan, dan orang yang tertua diantara kami menjadi imam"


(Rahasia Allah swt) ane dpt rumus..MUNZIR (pemberi peringatan)+majelis RASULULLAH+al MUNAWAR = RIDHOALLAH...cocok ga salah..dengan wasilah HABIBANA KITA KUNJUNG KE RASULULLAH di al MUNAWAR ah....AAZZZIIBB BERKAH DEH SAUDARA2KU BAGI KITA YG TAKLIM DI MAJELIS RASULULLAH same aja kite kunjungin Rasulullah di Madinah walau beda rasa dikit...he3x.(Wallahu a'lam)


'Allah swt melalui Nabi Muhammad saw dan alQur'anNya mengabarkan pada kita tentang indahnya syurga,Bidadari/ra ,mrngalirnya sungai2 nan jernih dan kesenangan lainnya agar kita semangat dalam beribadah kepadaNya namun Dia swt juga menggambarkan betapa dasyatnya Neraka dan pedihnya siksaan agar kita pun lebih terpacu meninggalkan laranganNya'


Wallahu a'lam..
Demikian,Mohon Maaf.
Wassalamualaikum wr wb.

Selasa, Juni 23, 2009

CERAMAH HABIB MUNZIR DI DARUL HADIST,MALANG.

Dua Matahari Rahmat Ilahi

Oleh : Habib Munzir alMusawa.
web.majelisrasulullah.org

ImageImageAhad 21 Juni 2009, selepas subuh dan dzikir saya meluncur ke Bandara Soekarno hatta menuju Malang Jawa Timur keberangkatan Garuda pk 6.30 pagi, tidak lain karena panggilan keluhuran untuk menghadiri Haul Al Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdullah bin Abdulqadir Balfaqih, dan haul ayahandanya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Balfaqih, penerbangan lancar dan tepat waktu, perjalanan Jakarta Malang ditempuh dalam waktu 1.25 menit, dalam perjalanan saya melihat Kekarnya Gunung Bromo dari atas pesawat dan pemandangan indah lainnya yg sangat cocok untuk tamasya dan tafakkur alam walau hanya dari atas pesawat.

Saya tiba pk 8.00 pagi di Bandara Angkatan Udara Abdurrahman Saleh, Malang Jawa Timur

Saya singgah terlebih dahulu di kediaman Hb Husein Mauladdawilah yg sangat dekat dg posisi acara, lalu meneruskan ke acara di Ma;had Darul Hadits Alfaqihiyyah yg dihadiri lebih dari 50 ribu hadirin dari pelbagai wilayah, Denpasar, Jakarta, Malaysia, Banjarmasin, Madura, dan banyak lagi.

Acara demi acara berlanjut, sampai waktu menunjukkan pk 11.15 wib, saya direncanakan untuk memberikan ceramah pula, namun saya melihat teriknya matahari siang itu, lebih lagi waktu sudah mulai mencapai puncak panas, saya merasa kurang berkenan menyampaikan tausiah,

Namun panitya tetap meneruskan rencananya agar saya menyampaikan tausiyah, saya menuju podium dg hati yg galau, hadirin tentu sudah kepanasan, bagaimana saya menyampaikan tausiah pula, namun ketika saya mulai berdiri di podium, seakan akan dihadapan saya muncul dua matahari yg sangat terang benderang dan dua matahari itu membentuk wajah Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdullah dan ayahandanya.

Maka semua rencana materi yg akan saya sampaikan hilang, saya hanya terus mengikuti lisan untuk berbicara sekenanya tentang indahnya dua matahari tsb, (dua ulama agung tsb) pewaris Matahari Risalah, sayyidina Muhammad saw.

Putra Mahkota dari Al Habib Abdullah Balfaqih adalah Assayyid Abdulqadir, Assayyid Muhammad, dan Assayyid Abdurrahman, ketiganya hadir dan menyemerakkan acara tsb.

Diantara penjelasan dalam ringkasan Manakib yg dibacakan adalah bahwa Alhabib Abdullah dan ayahnya (alaihima Rahmatullah) adalah Mursyid Thariqah Alawiyyah, maka murid muridnya pun dituntun untuk mengikuti Thariqah Alawiyyah, yg sejalan dg Alqur'an dan sunnah.

Acara selesai beberapa menit sebelum adzan dhuhur, ribuan massa mengerubuti karung dosa ini., dan saya kembali ke kediaman hb Husein Mauladdawilah dg tubuh seakan hancur sebab kerubutan massa, Hb Husein menyediakan kamar khusus, saya berwudhu dan saya rasakan air yg sangat sejuk, maka selepas wudhu saya rebahkan diri di kamar tsb krn kelelahan dan kira kira 50 menit terlelap , saya keluar kamar dan sudah ditunggu banyak tamu yg ingin beramah tamah sesaat dan foto bersama, lalu pk 13.30 wib menuju Bandara Abdurrahman Saleh untuk kembali ke Jakarta.

Risalah ini saya tulis diatas ketinggian ribuan meter dari permukaan, disampingku gumpalan gumpalan awan dan gunung gunung kokoh sebagai lambang kekuatan Allah swt, bagaikan para wali Allah dan Ulama yg bagaikan gunung gunung penguat ummat, sebagai lambang kekuatan Allah swt di dunia dan akhirat.

Rabbiy Munajat dan Doaku untuk para putra mahkota yg menjadi tonggak tonggak harapan di Ma'had Darul Hadits Al Faqihiyah, Alhabib Abdulqadir bin Abdullah, Alhabib Muhammad bin Abdullah, Alhabib Abdurrahman bin Abdulllah, jadikan mereka pelopor kebangkitan pembenahan dakwah Sayyidina Muhammad saw di wilayah Malang khususnya dan diseluruh wilayah muslimin,

Rabbiy sungguh dua matahari Mu disana telah kau pulangkan ke pangkuan Kasih Sayang Mu, namun jadikan rahmat Mu yg terbit pada kami dari keberadaan mereka tetap abadi pada kami, menuntun kami menuju keluhuran dan kebahagiaan, dunia dan akhirat, amiin

Amiin.

ROAD TO HAUL DARUL HADIST,MALANG.


Assalamualaikum wr wb,

Alhamdulillah,puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memudahkan alfaqir berangkat menghadiri Haul orang-orang Mulya yang diRidhoiNya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdullah bin Abdulqadir Balfaqih, dan haul ayahandanya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Balfaqih,di pondok pesantren yang didirikannya ponpes Darul Hadist al Faqihiyyah Malang jawa Timur.Sholawat dan salam semoga Allah swt limpahkan untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan dzuriyyatnya jg kita umatnya hingga Akhir zaman.

Perjalanan alfaqir awali dari Kantor dibilangan Cikini JakPus setelah ba'da Jum'at menuju stasiun senen Jakarta dengan menumpang kereta api MataRemaja tujuan senen-Malang ditemani terik matahari yang menyengat tubuh namun semangatku menuju kesana malah makin berlipat,diatas kereta telah menunggu guru-guru saya yang mereka adalah alumni ponpes Darul Hadist dengan 27 orang jamaah lainnya terdiri dari anak2 muda juga ibu2 para muhibin yang sangat mencintai dzurriyyati Rasul saw khususnya para pendiri ma'had Darul Hadist.

Waktu menunjukkan pukul 14;15 kereta mulai bergerak diiringi doa kami juga antum semua perjalanan kami dan Rombongan dimulai,satu demi satu stasiun kami lewati selama -+19 jam kami diatas kereta pemandangan indah hijaunya sawah dan bukit-bukit yang menandakan kekuasaan ilahi Robbi membuat kami terhibur dengan jenuhnya situasi diatas kereta,Alhamdulillah tanpa halangan lagi2 Allah menunjukan keRidhoanNya kepada kami hingga tiba dengan selamat,kira2 pukul 9;30 hari berikutnya, sampailah kami di stasiun tujuan yaitu stasiun Malang.

Sejurus kemudian kami melangkahkan kaki keluar dari stasiun menuju penginapan walau dalam keadaan lelah saya mengajak Ust.M.Khozin dan beberapa orang lainnya melintasi jalan2 dikota Apel tsb sedang dgn berjalan kaki dan sebagian rombongan lagi naik angkot,ditemani terik matahari namun tidak menghilangkan sejuknya kota Malang yang dikelilingi Gunung dan perbukitan,beberapa Hotel kami datangi tuk memboking kamar hingga akhirnya kami dapat kamar di Hotel Santosa yang letaknya beberapa ratus meter saja dari ponpes Darul Hadist dekat alun2 kota Malang.

Setelah beristirahat kira2 1 jam kami mencari makan siang dan berkeliling kota Malang mencari oleh2 kemudian kembali ke Hotel tuk beristirahat.Ba'da Ashar kami lanjutkan berziarah ke Makam Orang yang di Mulyakan Allah swt yaitu Maqam Alm.Prof.Dr alImam alHafidz alMusnid alHabr Habib Abdullah bin Abdul Qadir balFaqih disana telah berkumpul Ribuan jamaah tuk melangsungkan Acara Tahlilan dan Doa bersama dipimpin oleh anak2 dari almarhum dan juru kunci Maqam,acara berlangsung -+1 jam yang ditutup dengan doa.

Kota Malang hari itu benar2 menjadi kota santri dimana setiap orang memakai sarung,Peci putih dan Gamis berseliweran baik di jalan2 kota maupun ditoko2 super market pemandangan menjadi terbiasa dgn seragam yang mencirikan Muslim tsb.Selesai acara kami bersilaturahim ke rumah2 muallim pengajar ponpes Darul Hadist.akhirnya tibalah waktu Magrib kami lanjutkan perjalanan ke Masjid Agung di dpn alun2 kota Malang tuk melaksanakan sholat Magrib.Selesai sholat kami menuju ponpes untuk mengikuti acara hataman Qur'an didepan ponpes berdiri tenda yang memanjang kira2 hingga 500 m dengan panggung sekitar 20 m yang telah penuh sesak dengan para jamaah sedang diatas panggung puluhan para Habaib dari berbagai pelosok negri ini.Dalam kesempatan tersebut saya tak menyia2kannya dengan mengambil gambar didlm ma'had juga bertabarruk dengan mencuci muka jg menghirup air dari pesantren tsb dengan harapan semoga anak keturunanku dapat mencicipi belajar ditempat mulya itu,di ponpes tsb ada ruang yg bernama ruang/pintu Bukhari yang biasa dipakai oleh Habib Abdullah bilFaqih sebagai kantor hanya orang tertentu yg dapat masuk ruang tsb,setelah berdoa di dpn pintu tsb ust.M.khozin mencium pintu tsb dengan dibarengi tetes air matanya tanda rindu pada sang Guru yang Mulya.aku terharu..dan membuatku terenyuh betapa bangganya orang yg sempat bertemu dan mencicipi pengajaran dari Guru Mulya nan lembut ini, tak terasa air matakupun jatuh..Allahu..Allah..

Setelah mengambil gambar tempat mulya tsb aku beranjak mendekati panggung tempat acara namun sayang pihak panitia tidak mengizinkan jamaah mengambil gambar dlm acara tsb,setelah hataman Qur'an acara dilanjutkan dengan Tausyiah oleh tuan rumah AlHabib muhammad bin Abdullah BalFaqih,dengan menggebu2 Beliau mengingatkan para jamaah tuk selalu menjaga adabnya terhadap Guru/Muallim para staff penggajar berkali2 Beliau meneteskan air mata merindukan sosok sang ayah yg mengajar dengan kelembutan & ketegasan dan juga mengajak jamaah Muslimin/mat agar tidak mudah di adudomba dengan adanya PilPres,kemudian di lanjutka dengan doa oleh Habib Hud bin Bagir dari Jakarta acara ditutup dengan walimatunnikah anak dari slah satu staff pengajar.

Dalam setiap acara yang di adakan tidak henti2nya nmasi kembuli diajikan tuk para jamaah baik dimaqam maupun di ponpes jadi tuk pengalaman anda tak perlu khawatir akan kelapara atau kehausan,Acara khataman berakhir pada jam -+10 an kemudian acara ramah tamah antar alumni yang telah berpisan tahunan atau puluhan tahun.kemudian kami kembali ke Hotel sebelumnya berkeliling di alun2 sekedar membeli jagung bakar.

Pagipun menjelang acara pamungkas segera di mulai waktu menunjukan jam 7;00 namun kami terlebih dahulu menziarahi Maqam,Kubah biasa disebut oleh para santri disanapun telah berkumpul ribuan orang tuk melaksanakan ziarah perpisahan,selesai itu kami bergegas ke ponpes tuk mengikuti acara inti Haul AlMusnid alHafizd alHabr Habib Abdullah dan ayahanda Beliau alHabib Abdul Qadir BqlFaqih,acara diawali dgn pelantunan Qasidah yang di sukai oleh Almarhum,kemudian pembacaan Manaqib pada saat itulah muncul sosok yang tak asing bagiku dan para jamaah Guru Mulya kita AlHabib Munzir alMusawa dengan dikawal 2 orang Habib lainnya,namun dengan Mudah aku menerobos para jamaah dan dengan santai dapat menyentuh tangan nan lembut dan Mulya itu tanpa rintangan pikirku..'Kok..mudahan mencium tangan Beliau disini' wah..Allah swt telah memudahkanku inipun salah satu nikmatNya swt kemudian acara dilanjutkan sambutan2.

1.Sambutan tuan rumah
yang di wakili oleh Hb.Muhammad BalFaqih.
2.sambutan wakil pemerintah oleh Syaifullah yusup.
3.sambutan oleh MENPAN Bpk M.Nuh,sekaligus peresmian Website DarulHadist.
4.ceramah agama oleh Habib Taufiq Assegaf(Tegal).
5.ceramah oleh Kyai Kharismatik Madura (ana lupa namanya,afwan).
6.ceramah Oleh Guru Mulya alHabib Munzir alMusawa.(yg telah sy posting dicatatan sebelumnya)
7.ditutup Doa bersama.

Setelah acara ceramah guru Mulya kita,aku tergesa2 beranjak ke Hotel mengemas barang2 takut kehabisan tiket namun tiket telah dibeli Oleh kepala rombongan yakni al Ust.M.assin tenanglah aku,setelah menunggu 3 jam tepat pukul 16:00 kereta di berangkatkan teriring doa dan niat ku tuk dapat kembali ke kota mulya ini yg pernah di huni oleh 2 orang Guru yng diRidhoi&di Mulyakan Allah swt.

dan jeda waktu menunggu kereta kami menemui seorang Habib setengah tua yang menurut Beliau bertugas mengamankan wilayah Indonesia dgn cara memasang perangkat Ghaib di wilayah2 bencana,ingin mengetahui ceritanya tunggu catatan saya berikutnya...

Demikian saudara/i ku..
Al Faqir,Mohon Maaf.
Wassalamualaikum wr wb.

Jumat, Juni 12, 2009

WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum wr wb,

Sumber : Buku 'KENALI AQIDAHMU'
Kontributor : Al Habib Munzir alMusawa
www.majelisrasulullah.org

Dalam artikel ini Insya Allah saya akan terus meluncurkan riwayat-riwayat mengenaiSang Nabi saw, untuk menambah pengetahuan para pengunjung website ini danmenambah kecintaan kita kepada beliau saw, perlu kita fahami bahwa wajah SangIdola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karenabeliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasihsayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkanbimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.
Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra :
“Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang,
apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?),
maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra :
“Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa
lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359,hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :
“Wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344,
hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297),
demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan :
“Seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam
Tirmidzi),
demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah
manusia yang bibirnya paling indah”.
Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi
saw:
“Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung
beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir
beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan
huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung
antara kiri dan kanannya)”.
Dari Abi Jahiifah ra :
“Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya
di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata
telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih
Bukhari hadits no.3360).
Berkata Anas ra :

“Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan
Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat
dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368).
“Kami tak melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan bagi kami selain
Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)
“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar,
maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan
Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus
mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu,
maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).
Dari anas bin malik ra :
“Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau
berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata :
“doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra),
maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak
Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang terindah wajahnya, dan terindah
akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) .
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang termulia dan manusia yang paling
dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).
Dari Abu Hurairah ra :
“Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami
dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan,
dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad
Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).
Siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur
sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang MahaTunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya,
Sebagaimana sabda beliau saw : “Dijadikan kesenanganku adalah shalat”. Shalat
merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan “Shalat adalah Cahaya”,demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yangdiawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyumaka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa-dosanya, lalu ia ruku’,bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah NaunganKelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatuibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa,Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’,Sujud,khusyu,
Tuma’ninah....., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna.
Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya
kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna
ini..., tak luput...., tak luput..., tak luput...., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali..

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw...
dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw...
“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya....”,
kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah
termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?,
Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilanRasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangiRasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul sawbersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allahtelah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAHPANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal 24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi
panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi
panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan
beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt...

Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat
perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekorlagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yangpaling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini,bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya luntur menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia ditambah lagi.. dan lagi..., tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnyalagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Untahampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, danSofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagiyang lebih dicintainya selain Muhammad saw..

Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ramelakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkatabahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (ShahihBukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi merekatempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walautelah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu,demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.
Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat
engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : KulihatRasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480). Alangkah besarpenghormatan para sahabat pada tempat tempat yang disentuh Tubuh Rasulullah saw,

Bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimanasabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (ShahihBukhari hadits no.3854).

Betapa Indahnya Alam semesta ini semua beridolakan Muhammaa saw, mencintai
Muhammad saw, Memuliakan Muhammad saw, tak lain karena Allah telah
mengumumkannya, sebagaimana Sabda beliau saw : “Bila Allah mencintai seorang
Hamba maka Allah berkata kepada Jibril as : WAHAI JIBRIL, AKU MENCINTAI FULAN MAKA CINTAILAH IA”, maka berkatalah Jibril as menyeru kepada Alam Semesta :“Wahai Penduduk Langit, Sungguh Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah ia,maka diberikanlah padanya Kasih sayang dimuka Bumi, maka ia dicintai dibelahanBumi” (Shahih Bukhari hadits no.3037, 5693, 7047).
Dan kita memahami bahwa Pengumuman itu terus berkumandang mengumumkan
orang-orang yang dicintai Allah, dan tentunya pengumuman itu bergema terluhur danterdahsyat saat mengumumkan Nama Muhammad saw....!, Maka Beliau saw dicintai Gunung, dicintai batang korma, hewan, manusia, jin, malaikat, dan orang-orangmukmin.. Beruntunglah Jiwa orang orang yang mencintai Muhammad saw.

“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS
NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH
KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM”
(QS Al Ahzab-56)

Wahai Dunia

Assalamualaikum Wr wb.

Sumber : Buku 'KENALI AQIDAHMU'
Kontributor : Habib Munzir AlMusawa
www.majelisrasulullah.org


Limpahan Puji&Syukur pada Allah swt,Sholawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw yang diutus sebagai Nabi terakhir yang membawa berita dan kabar baik bagi Hamba-hamba Allah swt yg berTaqwa,

Wahai Dunia, Wahai dambaan disetiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu
sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja, mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetesair liurnya melihat kenikmatan para raja dunia. Telah datang pula golongan hambayang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencariridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itumeninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang
kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada parapecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamumelupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satupun darimereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja, maka parapecintamu meninggalkan harta untuk menjadi bahan perebutan dan percekcokanantara ahli warisnya kelak, dan ia meninggalkanmu dibebani dosa, dan para hambaShalih mendapat tumpukan pahala.

Firman Allah: "Dan Kehidupan Dunia hanyalah panggung sandiwara dan
fatamorgana belaka"

Oh Saudara.., sadarlah.. aku dan engkau hanyalah satu sel dari 1 Milyar sel yangterkumpul dalam beberapa tetes cairan kental yang mengalir dari dahsyatnya birahimanusia sebelumku dan sebelummu. 1 Milyar sel itu bertebaran di vagina, berjuang mencapai kehidupan alam rahim, maka 1 Milyar sel itu gagal kesemuanya, merekasemua mati dan terbuang,hanya satu sel yang berhasil selamat ke alam rahim,ITULAH AKU DAN ENGKAU, satu-satunya yang berhasil selamat dari 1 Milyarsaudaraku dan saudaramu yang musnah..
Aku dan engkaupun hidup bertebaran memenuhi bumi, lalu mati dan dibenamkan
dikubur, kubur kita yang harus dalam, agar bau busuk yang dahsyat kelak, tak terbauidan mengganggu manusia lain yang masih belum jadi bangkai seperti kita, aku danengkau akan sendiri, tak ada teman terdekat sekalipun yang mau menemani di kuburkita, tak satupun dari mereka mau perduli terhadap hewan tanah yang menggerogotikita, lalu hewan tanah akan menggerogoti tubuh ini sedikit demi sedikit, berkeliaran diparu-paru kita, dan mungkin menjadikan otak kepala ini sebagai tempat bertelur. Lalukita akan habis menjadi tulang, lalu habis lebur menjadi tanah.., musnah.., tak lagiterlihat bentuk ini, tak lagi ada suara ini, wujud ini, semua habislah sudah begitu saja.Wahai aku dan kalian, ingatlah bahwa maut membayangiku dan kalian lebih dekat dari bayangan kita sendiri, dan ingatlah bahwa satu nafas kita adalah selangkah menuju
ajal.

Korelasi Dakwah Para Nabi&Rasul.

Assalamualaikum wr wb.

Terlalu mudah membantah paham pluralisme menurut akal. Paham ini membenarkan semua agama termasuk kristen, budha, hindu dan lainya. Kalau membenarkan agamanya maka juga membenarkan akidahnya. misal menurut kristen tuhan itu tiga, ayah ibu dan anak. Padahal sudah jelas bahwa akal sehat mengatakan termasuk hal yang mustahil adalah perseketuan tuhan. Dengan ini menurut hukum akal pluralisme adalah paham yang mustahil dan terlalu dipaksakan oleh anak-anak jil. Kini saatnya merenung dan menyelami paham ini menurut hukum agama. Benar atau salah?


"نحن معاشر الأنبياء أولاد عَلات، ديننا واحد" رواه البخاري في صحيحه

“Kita para nabi berasal dari satu ayah dan berbeda ibu dan agama kita satu”

Muhammad saw adalah penutup para nabi. Statemen ini telah menjadi keyakinan seluruh umat muslim serta termasuk dalam hal yang tidak diragukan sama sekali dalam agama. Dan layak dimengerti bahwa dakwah Nabi saw dan para nabi-nabi terdahulu itu saling bertautan, berhubungan dan saling menyempurnakan antara satu dengan yang lainya. Hal ini disinggung dalam lempitan-lempitan Al-Quran dan Hadis. Semisal surah Al-imron: 50 dan Hadis rasul saw yang artinya sebagai berikut: "Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku(Al- Imron :50) dan Hadisnya: “aku dan para nabi-nabi terduhulu ibarat seorang lelaki yang mendirikan sebuah gedung yang sangat indah, namun ada bagian pojok dari gedung itu yang batanya belum terpasang. Ketika orang-orang mengelilingi gedung itu lantas mereka terheran dan berkata: “kenapa kamu tidak menaruh bata itu?”. Akulah bata itu dan aku adalah penutup para nabi(Muttafaq Alaih).

Secara global dakwah atau dogma para utusan-utusan Allah itu terpusat pada tiga hal; yang pertama akidah, yang kedua akhlak, dan ketiga adalah perbuatan manusia. Kalau kita menganalisa akan akidah dan akhlaq. Maka disitu tidak ditemukan perbedaan antar para utusan mulai jaman Nabi Adam As sampai Nabi terakhir Muhammad saw. Semua para nabi tanpa terkecuali mengajak untuk mengesakan Allah, percaya adanya hari kiamat, surga, neraka dan mengajari ahlak yang terpuji dan yang buruk. Tidak ada perbedaan sama sekali dalam masalah akidah dan akhlak. Dakwah mereka dalam hal ini saling menyempurnakan dan menguatkan antara satu dengan yang lainya, membenarkan dakwah para nabi sebelumnya, juga mereka akan memberi informasi tanda-tanda nabi yang akan datang setelahnya. Semua informasi ini dapat ditemukan dalam Al-Quran surah As-Syuro: 13 yang artinya: "Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan- Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya,” , Albaqarah: 146 yang Artinya: "Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang Telah kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri dan sesungguhnya sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengenal Muhammad s.a.w. yaitu mengenal sifat-sifatnya sebagaimana yang tersebut dalam Taurat dan Injil.” dan surah Al-imron yang telah disebutkan sebelumnya. Oleh sebab itu adalah suatu hal yang takkan terbesit dalam akal apabila ada satu nabi yang diutus oleh tuhan untuk menyampaikan bahwa Tuhan itu ada tiga, lantas nabi yang diutus setelahnya menyampaikan bahwa tuhan itu satu.

Adapun dogma para nabi yang berkaitan dengan perbuatan manusia maka disitu ditemukan perbedaan. Karena hal ini bersentuhan dengan perkembangan zaman dan bermacam kaum dengan keadaan sosialnya. Misalnya Nabi Musa as diutus untuk kaum Bani Israil. Melihat keadaan dan tingkah laku orang Bani Israil saat itu, maka sengaja Allah menyuguhkan hukum yang ketat. Namun seiring waktu berjalan lantas Nabi Isa as diutus, syariat mereka jadi lebih mudah. Informasi ini tertera kalam ilahi surat Alimron: 50(Sudah disebutkan).

Dengan penjelasan ini bisa diambil sebuah konklusi bahwa dakwah akidah para nabi itu saling mendukung dan menguatkan antar lainya. Mulai dari Nabi Adam as sampai pada Muhammad ibn Abdillah saw, semua mengajak untuk mengesakan Allah. Tak satupun dari mereka menyampaikan bahwa tuhan itu tiga. Dari penjelasan diatas nampak jelas bagi kita bahwa istilah adyan samawiyah muta’addidah atau macam-macam agama langit itu salah. Yang benar agamanya tetap satu, Islam, namun syariatnya bermacam-macam. Perhatikan Ayat-ayat berikut yang memberi penjelasan clear bahwa Islam adalah satu-satunya agama para utusan-utusan Allah, tidak ada pluralisme:

Nabi Nuh berkata dalam surah An-Naml: 91:

وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ [ النمل : 91 ]

Artinya: “Aku hanya diperintahkan supaya aku termasuk orang muslim”.

Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Ya’qub diutus untuk membawa Islam, dalam surah Albaqarah 130-132 disebutkan:

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [ البقرة : 131 ، 132 ]

Artinya: Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".132. Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam". (Albaqarah:131- 132)

Nabi Yusuf berkata dalam surah Yusuf: 101:

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الأحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ [ يوسف : 101 ]

Artinya: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”(Yusuf:101)

Nabi Musa diutus membawa Islam untuk Bani Israil. Nabi Musa berkata dalam Surah Yunus: 84:

يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ [ يونس : 84 ]

Artinya:” Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, Maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu termasuk orang-orang muslim."

Dalam surah Al-A'raf :126 para Ahli sihir itu menjawab:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ [ الأعراف : 126 ]

Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam". (Al a'araf:126) .

Bilqis berkata dalam surah An-Naml: 44:

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ [ النمل : 44 ] Artinya : "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku masuk Islam bersama Sulaiman karena Allah, Tuhan semesta alam".

Nabi Isa diutus untuk membawa Islam seperti disebutkan dalam surah

Al-imran: 52: yang Artinya: “ Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim (AliImran:52)

Dan berkatalah Sayyidul Basyar wa khotamun nabiyin Muhammad Saw dalam surah An-‘Am: 162-163:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ } [ الأنعام : 162 ، 163 ]

Artinya: 162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menjadi muslim (dari umat ini)".

Dan terakhir Rasul saw ingin meyakinkan pada kita lantas berkata :

"نحن معاشر الأنبياء أولاد عَلات، ديننا واحد" رواه البخاري في صحيحه”

“Kita para nabi berasal dari satu ayah dan berbeda ibu dan agama kita satu”

Dengan fakta sejarah yang dikutip dari kalam agung ilahi serta didukung hadis rasul saw diatas mengindikasikan bahwa dakwah mulai jaman Nabi Adam sampai Nabi terakhir Muhammad saw itu bertautan, sambung dan saling menyempurnakan. Semua mengajak untuk mengesakan Allah lewat Islam. Allah pun mempertegas dalam firmanya “Innaddin ‘Indallahil islam”. Apakah ada disana agama selain Islam yang mengesakan Allah. Dari sini bisa diambil konklusi secara pasti bahwa agama para Nabi-Nabi Allah cuma satu, Islam, titik. Dan Hadis yang disebutkan Nabi saw diatas menunjukan bahwa beliau faham dengan apa yang akan terjadi nantinya, yaitu akan ada fitnah dan syubuhat yang berusaha menyusupkan keraguan di hati umat muslim dengan mengatakan semua agama benar dengan berbagai alasanya baik itu toleransi atau lainya. Oleh sebab itu beliau ingin melindungi, mempertegas meyakinkan agar hati umat muslim tenang dengan mengatakan “Dinuna Wahid...!!!”( 1) tidak ada term-term pluralisme dalam ajaran islam. Dan sekarang tinggal pilih ikut para Utusan Allah atau ulil dan kroco-kroconya? Terserah karena “Qod tabayyanar Ryusdu minal ghoyyi”, sudah jelas jalan yang benar dan sesat..

Bantahan-Bantahan Pro Pluralisme.

Saya perhatikan orang liberal dan bocah yang mencoba menjadi liberal kadang kurang tegas dan masih plin-plan dalam mendefinisikan apa itu pluralisme dalam agama, entah karena masih ragu atau takut. Oleh karena itu sengaja saya ambil definisi pluralisme dari omongan ulil, buyute JIL, yang lumayan tegas ini:

Saya percaya bahwa semua agama adalah baik dan benar, oleh karena itu tak ada gunanya pindah agama. Jika anda kebetulan "lahir" dan "tumbuh" dalam agama A atau B, maka teruskan mencari kebenaran dalam agama itu.(Ulil).

Dari rangkaian kata Ulil ini bisa dipaham bahwa pluralisme adalah sebuah paham yang mengatakan bahwa semua agama benar, oleh karena itu kalau benar, tidak perlu pindah dari kristen ke islam atau sebaliknya. Sebagian orang berasumsi apa yang dilakukan oleh liberal dan orientalis itu cuma sekedar wacana dalam ranah pemikiran yang mungkin tidak berpengaruh apapun dalam perbuatan, tapi menurut saya lebih dari itu. Karena sebuah pemikiran, misalkan pluralisme kalau sudah menclok diotak maka mau nggak mau pasti akan merambah ke perlakuan sehari-hari. Bukankah hidup ini mengikuti jalan otak dan pikiran kita? ya kan. Apalagi pemikiran pluralisme, setelah di analisa, makin hari bisa meluluhkan dakwah islam kita. Simak penjelasan berikut ini.

Agama adalah seberkas cahaya dan petunjuk bagi hati dari Allah SWT, maka tidak perlu dipaksakan. Karena sudah jelas sejelas mentari di siang bolong mana jalan yang benar dan sesat. Kalau demikian maka tinggal memilih jalan yang mana. Kalau ingin selamat carilah yang benar. Kalau tidak, tinggal pilih yang sesat. Toh, nanti juga ada balasanya masing-masing. Itulah maksud dari surah Albaqarah: 256 yang artinya: “tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dan jalan yang sesat. karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut (setan yang disembah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”. Ayat ini bisa diartikan, diperbolehkanya manusia untuk masuk agama apapun,Islam, kristen, Budha dan lainya, namun sangat dipaksakan apabila diartikan membenarkan agama apapun, karena Allah sudah jelas berfirman yang artinya:” Telah jelas jalan yang benar dan salah karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut (setan yang disembah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus”. Berarti dalam ayat itu Allah membenarkan agama yang benar yakni Islam dan menyalahkankan yang salah yakni yang syirik. Tidak membenarkan kedua-duanya yakni jalan yang benar dan yang sesat. Oleh sebab itu, terlalu dipaksakan dan bisa dibilang keterlaluan kalau dijadikan tendensi dibenarkanya pluralisme dengan mengutip ayat “Laa ikroha fiddin” saja, tanpa meneruskanya.

Secara umum dakwah Rasul saw terbagi menjadi tiga fase: secara sembunyi, terang-terangan didepan umum, dan secara terang-terangan yang disertai memerangi siapa saja yang mengganggu muslim dan menghadang jalan dakwah. Di fase pertama Rasul saw berupaya mengajak kerabat dan tetangga-tetanganya , untuk menyembah Allah semata. Dakwah dengan strategi sembunyi ini berjalan selama tiga tahun. Di fase kedua, Rasul saw berdakwah secara terang-terangan dimulai dari kerabat jauhnya dari Bani Ka’ab, dalam sabdanya beliau berkata : “Wahai Bani Ka’b bin Luai, selamatkanlah diri kalian dari api neraka,... sampai... wahai Fatimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka, karena aku tak mampu memberi apa-apa pada kamu sekalian”.(Muttafaq Alaih). Di fase ini Rasul saw mulai mendapat tekanan dan disakiti karena dakwah terang-teranganya oleh orang Quraisy. Pertama; ketika Rasul saw shalat di batu ka’bah, tiba-tiba datang ‘Uqbah bin Abi Mu’ith lalu mencekik dengan kuat leher Rasul saw dengan kain bajunya, lantas Abu Bakar datang melerainya. Kedua; ketika rasul saw sedang sujud dan orang-orang Qurais mengerubunginya lantas Uqbah datang dan melempar kotoran hewan dipunggungya, namun Rasul saw tetap diam dalam sujudnya, Fatimah pun datang lantas membersihkan kotoran itu. Ketiga ; ketika Rasul saw berjalan disalah satu ruas jalan Makkah lantas beliau disiram dengan pasir ,datanglah salah satu putrinya lalu membersihkan pasir itu dan menangis. Rasul saw berkata: “wahai putriku janganlah engkau menangis, karena Allahlah yang selalu menjaga ayahmu ini”. Keempat ; adalah yang paling menyakitkan kala terjadi pemboikotan terhadap keluarga rasul dan kaum mislimin selama tiga tahun. Orang Quraisy sepakat untuk tidak kontak sama sekali, baik dalam urusan pernikahan, pangan dan lain sebagainya sampai mereka menyerahkan rasul saw untuk dibunuh. Jadi selama tiga tahun ini kaum muslimin begitu tersiksa sampai mereka tiap harinya hanya makan dedaunan. Ketika ada salah seorang sahabat pergi kepasar dan bertemu dengan abu lahab lantas dia berkata: “wahai para pedagang, naikkanlah harga untuk sahabat Muhammad ini”. Kelima ; Setelah pemboikotan berakhir lantas tiap tahun di musim haji, Rasul saw berkeliling mengunjungi tenda para pendatang dari luar Makkah, membacakan mereka Al-Quran, mengajak mereka menyembah Allah, namun tidak satupun dari mereka yang menghiraukan. Keenam; tatkala siksaan masih terus dilancarkan oleh ahli Makkah pada Rasul saw lantas beliau hijrah ke kota Thaif berniat dakwah dan mencari bantuan. Disana beliau menemui orang-orang Thaif dan mengajak mereka kembali pada Allah. Namun apa yang terjadi? beliau malah dilempari batu dan berlari sampai kakinya berdarah-darah, darah mulianya menetes ditengah terik matahari lantas bernaung di bawah pohon milik Rabi’ah.

Beginilah rasul saw memperjuangkan agama Islam dengan penuh kesabaran yang luar biasa, siksaan, tangis, kelaparan hingga darah mulia Rasul saw mengucur, untuk memperjuangkan agama Islam, agama yang Haq. Keterlaluan apabila ada yang mengatakan Rasul saw mengajari pluralisme. Kalau Rasul saw sepert itu, membenarkan semua agama, lantas kenapa mesti bersusah payah berdakwah, mengapa mesti meneteskan tangis, darah untuk mengajak umat kembali kepada Islam. Toh semua agama benar? Namun Alhaqqu bayyin wal bathilu bayyin, Rasul saw mengucur darahnya semua demi memperjuangkan agama Allah yang haq ini, untuk menyelamatkan manusia dari akidah yahudi dan nasrani. Apakah terbesit dalam akal, bahwa Rasul berdakwah kepada Islam namun lantas beliau membenarkan semua agama. lantas buat apa berdakwah?

Misi terselubung hasil analisaku dari orang liberal dengan paham pluralismenya adalah mereka bertujuan untuk menghentikan dakwah Islam. Karena apabila paham ini terjangkit di otak umat muslim, jalan pikiran umat muslim akan mengatakan “tidak perlulah berdakwah kepada umat selain muslim (seperti yang dilakukan rasul saw), toh semua agama benar. Dengan anak jil akan tertawa sambil minum es ting-ting. Dengan ini dakwah Islam akan mati kaku. Umat Islam tidak bertambah malah mungkin berkurang dan bersiaplah kita terpanggang di api neraka.

Adapun anak-anak yang biasanya mengatakan kita butuh pluralisme agar bisa toleransi dengan pemeluk agama lain, agar tidak merendahkan selain muslim, agar muslim tidak dicap galak adalah alasan yang dibuat-buat. Toh, tanpa paham pluralisme, Rasul saw malah menyarankan untuk meyayangi orang kafir yang baik. Rasul bersabda yang artinya: “barang siapa yang menyakiti kafir dzimmi maka dia telah menyakitiku.” . Toh, tanpa paham pluralisme aku, keluargaku, temanku, kyaiku dan masyarakat di tempatku masih tetap berinteraksi dan toleran pada orang selain muslim. Tanpa paham ini, orang hadramaut sini juga melayani orang-orang barat yang berkunjung ke Tarim. Dan patut digaris bawahi bahwa Rasul saw hidup bersama orang kafir itu termasuk bukti valid toleransi rasul saw tanpa memaksakan paham pluralisme. Namun toleransi macam ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan aqidah, melainkan lebih merupakan sebuah bentuk kasih sayang muslim terhadap pemeluk agama lain yang bebuat baik atau tidak menyakiti kita. Jadi jangan dikaitkan dengan akidah dengan mengatakan rasul membenarkan akidah mereka. Sekali lagi, kalau rasul membenarkan akidah mereka lantas mengapa beliau bersusah payah berdakwah?.

Dengan ini terbukti sudah bahwa paham pluralisme adalah salah dan bukan ajaran Islam. cuma reka-reka anak-anak jil saja. Dan terus terang saya katakan, hati ini terasa teriris dan menangis tatkala banyak teman muslim yang menyuarakan pluralisme. Sudah tahu Rasul saw berupaya memperjuangkan, mengajak dan memasukan umat kedalam Islam, Islam, Islam yang Haq..!!! dengan pengorbanan yang tiada duanya, eh malah mereka membenarkan agama lain, menghentikan dakwah muslim, membiarkan yang sesat tetap sesat. Bukankah ini menyakiti hati Rasul saw? bukankah ini sama dengan menghina kerja keras, tangis, darah, rasa lapar, dan siksa yang dialami Rasul saw? Rasul saw bahagia apabila kita toleransi dengan orang kafir yang baik karena hal ini sesuai dengan anjuranya (Siapa yang menyakiti kafir dzimmi berati dia menyakitiku) , namun beliau sangat sakit apabila kita meyakini kebenaran agama lain, karena hal itu sama dengan menganggap salah dakwah yang dibawa para rasul yakni Tauhidillah. Allah yahdiina ila shirotihil mustabin.

Oleh: Najih Baihaqi: Najih Baihaqi Putra didikan Tarim Elghanna


(1)Metode ini disebut dengan Fiqhut Tahawulat, memahami perubahan dan fitnah yang ada lantas menyesuaikanya dengan nash Quran atau Hadis, karena ini bagian dari rukun agama keempat yakni tanda hari kiamat, setelah Islam, Iman dan Ihsan. Digalang oleh sayidi alwalid Habib Abu Bakar Adni).

Wassalamualaikum wr wb.